Hijab Yang Ternoda

Hijab Yang Ternoda
169


__ADS_3

Beana membuka pintu kamar putrinya dan setelah pintu terbuka dia pun melihat kedua orang yang kini sedang bermain menyusun sebuah puzzle.Ayah dan anak itu kini sedang duduk di lantai yang beralaskan karpet bulu.


Ibu muda itu memperhatikan wajah keduanya yang kini dalam posisi benar-benar serius dalam menyusunnya.


Terdengar suara keduanya yang sepertinya sedang berdebat.


Bibirnya tersenyum sangat bahagia saat melihat keduanya, sungguh ini adalah doa yang sering dia panjatkan kepada Allah dirinya agar Allah mengembalikan kebahagiaan nya yang pernah hilang.


Ibu muda itupun langsung berdehem dan membuat keduanya langsung berhenti memainkan puzzlenya.


"Waktunya makan malam".ucapnya memberitahu dan keduanya pun langsung bangun dari duduknya lalu berdiri dan berjalan ke arah pintu mendekati sumber suara lalu mengikutinya menuju ruang makan.


Keluarga kecil itupun kini sedang menikmati makan malam itu dengan hati bahagia karena inilah makan malam kedua setelah berkumpul kembali menjadi keluarga.


Sehabis makan malam keluarga kecil itupun kini berada di ruang tv hingga tak lama kemudian sang kepala keluarga pamit untuk ke ruang kerjanya. Kini di ruangan itu hanya tinggal ibu dan anak saja.


Keduanya pun asyik menonton hingga pandangan ibu muda itu tertuju untuk melihat ke putri kecilnya. Tanpa kata gadis kecil nya itupun langsung menghampirinya


"Bunda".ucapnya sambil duduk di pangkuan ibunya.


Wanita itupun tersenyum sambil memeluk putrinya yang terlihat mulai mengantuk.


" Putrinya Bunda sudah mengantuk? tanyanya sambil mengusap-usap rambut panjangnya.


Gadis kecil itupun menganggukkan kepalanya tanda iya.


"Ya udah Bunda gendong ke kamar ya." ucapnya sambil bangun dari duduk nya lalu berjalan menuju ke kamar putrinya.


Setelah sampai di kamar putrinya,ibu muda itu dengan pelan membaringkan tubuh putrinya di atas tempat tidur.Saat membaringkan nya ternyata sudah tertidur.


"Selamat tidur putri cantiknya Bunda".ucapnya sambil mencium kening putrinya lalu menyelimutinya.


Beana melangkah keluar kamar putrinya lalu berjalan menuju ruang kerja suaminya.Setelah sampai dia pun mengetuk pintu nya

__ADS_1


Tok... tok.. tok


" Kak boleh Ana masuk?


"Masuklah".jawab orang dari dalam.


Ceklek


Pintu pun terbuka dan wanita itupun langsung melangkah masuk ke dalam ruang kerja suaminya.


"Apa Samara sudah tidur?tanyanya sambil melihat kearah istrinya.


" Sudah kak".


Laki-laki itupun langsung tersenyum


"Kenapa kakak senyum-senyum gitu?tanyanya saat melihat tingkah aneh suaminya.


Setelah wanita nya kini sudah berdiri di dekatnya, laki-laki itupun dengan cepat menarik tubuh istrinya dan memeluk nya.


"Kak Se".


" Hem".


"Ana kaget tau".protesnya dan laki-laki itupun tidak menjawabnya tapi dia pun langsung memeluk tubuh wanita nya dengan erat.


"Kak".


" Hem".


"Apa ada masalah? tanyanya dan itu membuat laki-laki itupun terharu karena istrinya itu begitu peka kalau dirinya kini butuh sandaran untuk menenangkan hatinya.


Sehan semakin menarik tubuh istrinya ke dalam pelukannya,baginya ini adalah tempat ternyaman baginya.

__ADS_1


Ibu muda itupun mengusap-usap punggung suaminya yang kini dalam posisi masih duduk di kursi kerjanya,entah apa yang telah terjadi di kantornya hingga kini dirinya melihat sisi lain dari laki-laki yang telah menjadi suaminya.


"Be".


" Iya".jawabnya masih terus mengusap-usap punggung suaminya.


"Kamu mau ngga kalau kita pindah?


Terkejut mendadak hati wanita itupun terkejut saat mendengar perkataan suaminya barusan


"Pindah?kenapa harus pindah kak?tanyanya ingin tau.


" Karena aku merasa sudah tidak nyaman lagi".


Beana hanya terdiam


"Aku ingin bebas Be dan tidak ingin terkekang lagi.Jujur saja selama ini hidupku benar-benar sangat tertekan dan aku sungguh tidak bisa bersabar lagi."


"Aku ingin menjadi seorang laki-laki biasa yang bisa pergi ke mana pun dirinya mau,aku ingin merasakan itu Be.Aku hanya ingin itu tapi sedari kecil bahkan sampai usiaku sekarang pun hidup ku masih terkekang.


" Jadi sekarang ini aku ingin mengakhirinya.Jadi apakah kamu mau ikut denganku walaupun status ku bukan pewaris keluarga ku lagi?


Beana langsung memeluk suaminya


"Ana dan Ara akan ikut kemana pun kakak pergi, karena kami adalah bagian hidup kakak".ucapnya dan membuat laki-laki itupun sangat terharu mendengar nya.


" Terimakasih istriku ".


" Sama-sama kak".


Akhirnya untuk pertama kalinya laki-laki itupun mulai bisa mengungkapkan semua beban di hatinya.


bersambung

__ADS_1


__ADS_2