Hijab Yang Ternoda

Hijab Yang Ternoda
73


__ADS_3

Di saat hati laki-laki itu sedang bahagia di tempat berbeda seorang wanita kini sedang berada di balik tembok tidak jauh dari kafe itu sambil memegangi jantungnya yang berdetak sangat cepat.


"Ada apa dengan jantungku, mengapa terus saja berdebar-debar?


Dan rasa ini adalah rasa yang pernah aku rasakan saat pertama kali bertemu dengan kak Sehan.Tapi laki-laki tadi itu bukanlah kak Sehan tapi kenapa jantung ku terus saja berdebar-debar?


Dan wangi parfum laki-laki itu sama persis seperti parfum yang di pakai oleh kak Sehan? gumamnya dalam hati sambil menyandarkan tubuhnya di tembok.


Wanita itupun mencoba untuk menenangkan pikiran nya sejenak, dia menghirup napas dalam-dalam lalu menghembuskan nya pelan-pelan.


Setelah dirinya sudah merasakan sedikit ketenangan barulah dia pun berjalan memasuki rumah sakit.


Beana berjalan memasuki ruang inap anaknya tanpa melihat nomor kamarnya dia pun bergegas masuk hingga saat dirinya masuk kedalam ruangan dan dia pun melihat kearah ranjang di mana putrinya berada tapi mendadak dia terkejut saat dia tidak melihat putrinya tapi seseorang yang tidak di kenalinya.


"Sial aku salah masuk kamar".ucapnya dalam hati sambil mencoba untuk bersikap tenang.


Karena terlalu lama dia berdiri akhirnya sang empunya kamar pun menegurnya.


"Maaf Nak kamu mencari siapa? tanyanya.


Beana meremas rok panjangnya lalu dia pun tersenyum.


" Maaf Pak,saya salah masuk".


"Oh gitu".


" Iya Pak. Maaf kalau sudah mengganggu istirahat Anda ".


Laki-laki itupun tersenyum.


" Tidak apa-apa Nak".

__ADS_1


"Ya usah kalau begitu saya permisi".ucapnya sambil melangkah keluar dari ruangan itu.


"Iya".


Beana mengusap wajahnya dengan kasar


" Astaghfirullah, kenapa sih kok bisa salah masuk kan kalau begini kan aku jadi malu banget".gerutunya sambil mengetok- ngetok kepalanya.


"Bodoh bodoh kenapa sih kok aku bisa salah kamar sih?


Seumur-umur aku baru kali ini merasa menjadi orang bodoh. Aduh malu banget".gerutunya dalam hati hingga langkahnya pun berhenti saat seseorang memanggilnya.


" Ana".panggil seseorang yang sedang berdiri di depan pintu kamar rawat.


Dia pun menoleh dan dia pun melihat seorang wanita separuh baya sedang berdiri sambil memperhatikan nya.


Ana pun langsung tersenyum dan berjalan mendekatinya lalu mengulurkan tangannya untuk bersalaman.


" Ana... ".ucapannya terhenti.


"Lain kali jangan tinggalkan Sam sendirian nanti takut Sam kenapa-kenapa".katanya sambil mengajaknya masuk ke dalam ruangan itu.


" Baik Bu".


Sampainya di dalam seorang gadis kecil sedang duduk sambil mulutnya sibuk mengunyah makanan yang berada di pangkuan nya.


"Assalamualaikum putrinya Bunda".


" Waalaikumsalam Bunda".


"Kamu sedang makan apa?

__ADS_1


" Ini".katanya sambil memperlihatkan sebuah mangkuk berisi cokelat sereal yang sudah di beri susu.


"Oh sereal".ucap Beana sambil mengusap-usap rambut panjang putrinya itu dengan sayang.


" Bunda mau".ucapnya sambil memberikan mangkuk sereal kepada Bundanya yang kini sedang duduk di samping ranjangnya.


"Buat Sam saja Bunda sudah sarapan tadi. Ayo lanjutkan makannya. Bunda mau mengurus administrasi untuk kepulangan kamu jadi kamu sama Nenek dulu ya".pamitnya.


Gadis kecil itupun mengangguk kan kepalanya.Beana pun tersenyum


" Anak Bunda pintar".pujinya.


Beana mendekati wanita yang di panggil dengan panggilan Ibu itu.


"Ana nitip Sam Bu. Ana mau mengurus administrasi Sam".


" Iya, pergilah biar Sam Ibu yang jaga".katanya sambil mengambil segelas air minum untuk Sam.


"Ana pamit ya Bu".


" Iya ingat Ana nanti setelah selesai mengurus administrasi langsung kembali ke sini dan jangan sampai salah kamar lagi".ucapnya dan membuat wajah Ibu muda itu menjadi merona merah manahan malu.


"Iya Bu. Assalamualaikum".salamnya


" Waalaikumsalam ".jawabnya


Di luar pintu Ibu muda itupun terdiam sejenak


" Ternyata Ibu tau, sumpah ini benar-benar memalukan ".


bersambung

__ADS_1


__ADS_2