Hijab Yang Ternoda

Hijab Yang Ternoda
131


__ADS_3

Suasana berubah menjadi hening di dalam rumah besar itu. Kedua suami istri itu masih terdiam tanpa berkata karena pandangan keduanya fokus melihat kearah gadis kecil yang masih berdiri memandangi keduanya. Hingga tiba-tiba terdengar suara dari seseorang


"Hem... hem.. hem".


Dan dalam sekejap pandangan kedua pasutri itu beralih ke arah seorang wanita yang berdiri tepat di samping si gadis kecil.


" Sam".panggilnya dan gadis kecil itupun menoleh ke arahnya.


"Iya aunty".


" Salim dulu".katanya dan gadis kecil. itupun langsung menyalami keduanya.


Sungguh hati Santi begitu bahagia karena tante dan omnya itu menyambut salaman dari cucunya.


"Duh pintarnya".puji tantenya sedangkan suami dari tantenya hanya diam sambil berpikir.


" Mengapa wajah gadis kecil ini begitu mirip sama Sehan? tanyanya dalam hati.


"Seandainya om sama tante tau kalau gadis kecil ini adalah cucu kandung nya, kira-kira bagaimana reaksinya ya".pikirnya dalam hati.


Hingga beberapa detik kemudian Santi pun berbicara lagi.


"Maaf om tante apakah kami berdua boleh duduk? tanyanya dan membuat keduanya akhirnya tersenyum canggung.


" Ah iya masuklah, maaf tante sampai lupa menyuruh kalian duduk".katanya sambil berjalan menuju sofa di ruang tamu.


"Aunty mereka ini siapanya aunty? tanya gadis kecil itu setelah mereka duduk sofa.

__ADS_1


" Ini om sama tantenya aunty. Jadi panggil keduanya dengan panggilan oma sama opa ya".ucapnya menjelaskan.


"Baik aunty".katanya menurut.


Sepasang suami-istri itupun masih fokus memandangi gadis kecil yang duduk di samping Santi itu.


Sungguh pikiran keduanya kini benar-benar fokus dengan si gadis kecil saja.


"Seandainya nanti aku mempunyai cucu pasti wajahnya akan sama dengan Sehan ya seperti gadis kecil ini".ucap wanita separuh baya itu dalam hatinya.


"Santi".panggil omnya.


" Iya om ".jawabnya.


"Ini anak kamu?tanyanya penasaran.


" Om ini ada-ada saja,Santi kan belum nikah jadi mana mungkin Santi mempunyai seorang anak".ucapnya jujur.


"Lalu gadis kecil ini siapa mu?tanyanya ingin tau.


"Namanya Samara om.Samara ini adalah anak dari salah satu karyawan di restoran aku".


"Terus kenapa kamu membawanya kesini, memangnya ibunya sekarang ke mana?


Santi pun tersenyum sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.


"Ibunya ada om sedang bekerja.Kebetulan di restoran lagi banyak pengunjung jadi Santi berinisiatif untuk membantu menjaganya.Lagi pula Santi kan senang sama anak kecil jadinya Santi ajak deh main kesini".ucapnya dan dia pun melihat laki-laki separuh baya itupun hanya mengangguk kan kepalanya.

__ADS_1


Saat Santi sedang memulai rencananya untuk mendekatkan Samara dengan kedua oma dan opanya di tempat berbeda seseorang kini sedang gelisah.


"Kak Santi kemana sih kok belum sampai-sampai?


" Apa jangan-jangan terjebak macet atau... ah lama-lama kepalaku bisa pecah memikirkan nya".ucapnya sambil berjalan mondar mandir di ruang tamu sambil kedua matanya terus saja melihat ke arah pintu.


"Lebih baik aku lihat kondisi Beana dulu".ucapnya sambil berjalan menuju lantai dua dimana kamarnya berada.


Pelan-pelan laki-laki itupun membuka pintu


Ceklek (suara pintu terbuka dari luar)


Saat pintu itu terbuka terlihat seseorang masih tertidur di atas tempat tidur dengan jarum infus di tangan kanannya.


Laki-laki itupun mendekat ke arah tempat tidur.


"Untung saja kamu masih tidur Be, kalau sudah bangun pasti kamu nanyain anak kita yang sampai detik ini belum juga sampai".gumamnya dalam hati.


Laki-laki membenarkan selimut nya dan dengan langkah pelan dia pun langsung keluar dari kamar itu untuk menuju ruang kerjanya.


Sampai di sana laki-laki itupun langsung menekan sebuah nomor telpon untuk menghubunginya


Panggilan pertama tidak diangkat hingga dia pun mencoba menghubungi kembali tapi tetap saja telponnya tidak diangkat lalu dia pun masih berusaha untuk menghubunginya dan akhirnya telponnya pun dia angkat


"Halo kak, kak Santi di mana sih kenapa kakak belum sampai-sampai di apartemen".katanya langsung menginterogasi nya.


" Cepat bawa anakku kesini kak sebelum ibunya bangun,aku mau segera ".perintahnya dan langsung memutuskan telponnya sepihak tanpa memberikan seseorang berbicara di sebrang sana dengan membuat seseorang di sana pasti mengumpatinya.

__ADS_1


bersambung


__ADS_2