Istri Arjuna (Sebatas Pelampiasan)

Istri Arjuna (Sebatas Pelampiasan)
BAB 1a


__ADS_3

Halo pembacaku tersayang. Lama tak jumpa. Selamat datang di kisah Arjuna dan Anggi. Jangan lupa tap love supaya tidak ketinggalan update.


Arjuna adalah salah satu tokoh dari novelku yang berjudul 'Forgive Me My Wife' dan Anggi adalah salah satu tokoh dari novelku yang berjudul 'You are My Sunshine'. Bagi pembaca baru bisa membaca juga dua novelku yang itu dan pembaca lama pasti sudah pada tahu kan ya 😁. Selamat membaca my beloved readers❀.


🌻🌻🌻🌻🌻


*****


BAB 1a


Teriknya cuaca di luar tak sebanding dengan panasnya suasana di sebuah kamar bernuansa abu-abu muda berpadu wallpaper bercorak hitam putih di bagian kepala ranjang dengan gorden berwarna senada. Di atas lantai yang dilapisi karpet berbulu lembut itu kini berceceran beberapa handuk termasuk jubah mandi.


Di tengah ranjang besar berukuran king size dua makhluk berlainan jenis saling merapatkan diri berbalur buliran keringat membelai kulit. Dua desah anak manusia berpadu di udara, pria rupawan berambut lurus itu kini tengah rakus mendaratkan kecupan dari sepanjang telinga, garis leher hingga bahu. Mencicipi rasa feromon bercampur asin yang menguar dari kulit semulus pualam.


Salah satu ponsel di nakas sudah berdering lebih dari sepuluh kali, tak ada yang peduli untuk sekadar berbelas kasihan pada gawai berbentuk persegi yang sedari tadi mencari perhatian.


Anggi masih berusaha mengatur napasnya yang berantakan setelah Juna menggeram panjang. Telepon tadi pasti dari kakaknya. Tangannya menggapai-gapai meraih ponsel kemudian mengirimkan pesan.


Ya, begitulah kejadiannya. Satu jam yang lalu Anggi baru selesai membasuh diri, hendak bersiap-siap pergi ke rumah sakit untuk aplus menjaga ibunya dengan Ayu sang kakak.

__ADS_1


Akan tetapi karena sisi primitif Juna tersulut melihat Anggi yang segar setelah mandi mulai berkilah. Jika ingin pergi di hari libur begini dan meninggalkannya seorang diri, maka Anggi harus memberi kompensasi dengan mencharger kebutuhan ragawinya sampai penuh.


Hanya bisa mengangguk patuh itulah yang dilakukannya setiap kali Juna meminta, bagaimana pun juga keluarga paling berharganya telah diselamatkan oleh keluarga Juna, yakni membiayai perawatan juga operasi transplantasi ginjal ibunya yang jumlahnya tidak sedikit.


Anggi menumpulkan rasa agar sakit di hati tak terasa. Anggap saja sebagai timbal balik membalas budi daripada menjadi ****** yang menjual diri pada lelaki hidung belang demi mendapat setumpuk rupiah dalam waktu singkat.


Tak menampik realita, bahwa penghasilannya bekerja hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dan hanya mampu membiayai pengobatan standar untuk meringankan penyakit ibunya, bukan perawatan terbaik kelas satu. Ia masih merasa lebih baik karena setidaknya hanya membuka kaki untuk orang yang menikahinya dalam ikatan sah.


Ia tahu, dirinya hanya dijadikan pelampiasan, lantaran tak jarang Juna menyebut nama wanita lain saat pria itu menggaulinya. Juna juga pernah menegaskan hanya menganggapnya barang sebagai penukar biaya fantastis pengobatan ibunya hingga saat ini.


Cinta yang menggetarkan jiwa memanglah tidak hadir di antara mereka. Hanya sebatas interaksi fisik sebagai pemenuhan naluri primitif manusia dewasa yang sudah berpasangan, itulah jenis kedekatan yang terjadi di antara mereka.


"Tapi, kamu juga menikmatinya bukan? Jangan munafik." Juna menyeringai, masih dalam posisi memeluk Anggi dengan satu tangan menopang kepala.


"Ya, ya, ya, kuakui itu. Lagi pula Mas pasti tidak mengizinkan aku menyangkal bukan? Sebaiknya sekarang menyingkirlah, aku harus bersiap-siap."


Anggi menyingkirkan lengan Juna, turun memungut handuk dan melilitkannya sebatas ketiak. Mata Juna melahap santai pada pahatan indah daksa wanita yang sudah dua bulan berstatus istrinya itu.


"Mandilah, nanti kuantar." Juna kini ikut turun dan menyambar handuk lain di lantai.

__ADS_1


"Tumben peduli?" balas Anggi sinis.


Juna hanya mengangkat bahu dengan angkuh seperti biasa. "Aku hanya tidak ingin aset milikku rusak. Hanya aku yang boleh merusakmu. Ingat itu!"


Ia hendak beranjak ke kamar mandi. Akan tetapi, Anggi menjegalnya.


"Aku mau mandi sendiri. Mas Juna pakai kamar mandi yang lain saja!"


Setengah berlari masuk ke kamar mandi lalu membanting pintu dengan kencang dan menguncinya itulah yang dilakukan Anggi. Ia harus cepat membersihkan diri, sudah tak sabar ingin segera bertemu dengan ibunda tercinta


*****


😳😳😳😳


Tinggalkan komentar kalian sebanyak-banyaknya biar hamba semangat update wkwkwk. Jangan lupa apresiasi karya ini dengan like, vote juga komentar. Apresiasi kalian sangat berarti bagiku. Follow juga instagramku @Senjahari2412 untuk info-info seputar cerita yang kutulis. Silakan follow dengan ikhlas. Thank you πŸ€—.


With love


Senjahari_ID24

__ADS_1


__ADS_2