Istri Arjuna (Sebatas Pelampiasan)

Istri Arjuna (Sebatas Pelampiasan)
Spesial Bab Delapan


__ADS_3

Spesial Bab Delapan


Hampir setengah jam tangis Anggi barulah mereda. Merasa istrinya berangsur-angsur lebih tenang. Menumpahkan segala kekesalan dan kemarahan, kecurigaan, kecemburuan berpadu robekan luka masa lalu yang tentu saja bekasnya tidaklah hilang meski waktu telah lama berlalu.


Juna menyelipkan satu lengannya ke belakang lutut Anggi, meraup Anggi yang masih duduk dipangkuannya berayun dalam gendongan. Tetap berhati-hati, supaya tak menekan si jabang bayi yang sedang bertumbuh di dalam sana.


Dia membawa Anggi naik ke kamar besar mereka. Merebahkannya di peraduan dan Anggi langsung berbaring miring sembari menyusut air matanya. Menyusul naik, Juna memeluk Anggi dan mencium ubun-ubun wanitanya yang sedang merajuk itu, lalu Juna menopang kepala menggunakan sebelah tangan dengan siku bertumpu di bantal.


"Apakah aku sudah boleh menjelaskan?" ucap Juna dengan nada membujuk, sembari mengusap-usap lembut perut menyembul sang istri.


Anggi tak menjawab juga tak menolak. Yang Juna pahami sebagai bahasa tersirat mengiyakan tanpa lisan terlibat.


"Kamu ingat perjalananku bersama menteri perdagangan ke Eropa sewaktu Brama masih dalam kandunganmu?" tanyanya.

__ADS_1


"Ingat, apa hubungannya dengan baju VN yang ada di laci meja kantor?" tuntut Anggi, masih ketus.


Juna mengeratkan pelukan, meski ketus, setidaknya Anggi mau menjawab.


"Itu adalah salah satu baju rancangan Viona yang dipamerkan di ajang fashion week di sana. Viona dan Bima memberikannya padaku spesial untukmu, sebagai hadiah cendera mata juga oleh-oleh. Tapi, aku tak berani menyampaikan hadiah itu sama kamu. Karena aku menyadari sesuatu setelah menelaah ketika berjauhan darimu. Alasanmu menyingkirkan baju VN Fashion dari lemariku kala itu sudah pasti bukan hanya karena mual ngidam semata, tapi karena kamu terluka dengan merek baju rancangan Viona, luka yang sebenarnya digoreskan oleh diriku sendiri. Seperti yang yang kamu bilang tadi, kalau aku ini jahat, pernah jahat padamu." Juna berkata lirih, hela udaranya berat. Menenggelamkan wajah di rambut harum pujaan hati.


"Karena bingung harus kuapakan, jadinya kusimpan di laci meja kantor selama ini. Aku hanya mencoba menjaga perasaanmu. Maaf, kalau malah membuat hatimu tergores lagi. Pandu adalah saksinya saat Viona dan Bima memberikan baju itu sewaktu di Eropa," sambungnya menjelaskan perlahan, tak tergesa-gesa.


Mendengar Juna melakukan hal tersebut demi menjaga perasaannya, tak munafik hatinya tersentuh. Dan Anggi bereaksi begini pun karena ia telah sepenuhnya jatuh dalam kubang cinta sang Arjuna. Takut kecewa, takut, kehilangan, takut kisah lama yang bertabur kepedihan kembali terulang.


"Jadi, sebenarnya baju itu buatku?" kata Anggi, mengajukan pertanyaan yang sudah diketahui jawabannya, hanya memastikan.


"Iya, Sayang. Itu buat kamu. Tapi aku enggak mau membuat hubungan kita yang kala itu baru saja melangkah setingkat lebih baik malah porak-poranda kalau aku menyerahkan oleh-oleh itu padamu. Sungguh, entah itu Viona maupun VN Fashion semuanya sudah tidak ada lagi dalam kisahku sejak aku menyadari perasaanku untukmu, masa laluku tidak ingin kulibatkan lagi dalam kisah masa depan yang ingin kujalani, aku sudah berdamai dengan masa laluku, dengan tetap tak lupa dipetik hikmahnya. Yang kini kuinginkan dan kubutuhkan hanya kamu, kamu, kamu dan anak-anak kita."

__ADS_1


Penjelasan Juna yang penuh kesungguhan menumbangkan semua prasangka menyiksa. Anggi berkaca-kaca lagi, hanya saja bukan kristal kemarahan. Menenggelamkan wajah ke dada Juna dan memeluk erat.


"Aku cuma takut, aku tergeser dari singgasana ratu di hati Mas. Aku takut masa itu terulang lagi. Aku takut Mas tak lagi berpihak padaku dan pergi dariku setelah membuatku jatuh cinta begitu dalam. Itu menakutkan, dan baru membayangkannya pun rasanya sangat menyakitkan." Anggi berucap terbata-bata sembari terisak.


Juna mengecupi wajah cantik sang istri dan balas memeluk melingkupi dengan erat.


"Tidak akan. Arjuna Syailendra sepenuhnya hanya milik Anggita Jelita sampai maut memisahkan. Ingat itu baik-baik, Sayang. Dan jangan risau lagi."


Author note:


Tolong diperhatikan baik-baik. Cerita ini jelas sudah tamat di bab yg tertera dengan tulisan END ya, makanya sudah dilabeli tamat. Spesial bab aku buat khusus sebagai apresiasi untuk mengobati kerinduan para pecinta kisah cinta Anggita & Arjuna yang banyak meminta ingin dibuatkan spesial bab. Mengenai spesial bab ditambah atau tidak, sama sekali bukan suatu keharusan ya. Jadi bagi yang masih bertanya novel ini sudah tamat atau tidak, cerita ini sangat jelas sudah tamat. Tapi tidak menutup kemungkinan suatu waktu demi mengobati rasa kangen pembaca, maka spesial bab akan ditambah lagi.


Terima kasih buat semua yang sudah setia menyayangi kisah Anggita dan Arjuna dengan penuh kasih. Love & Hug 💜🤗.

__ADS_1


__ADS_2