Istri Arjuna (Sebatas Pelampiasan)

Istri Arjuna (Sebatas Pelampiasan)
BAB 22a


__ADS_3

BAB 22a


Bima hadir di sini karena sama-sama akan mendampingi menteri perdagangan dalam lawatan ke Eropa. Teh produksi PT Sinar Abadi Grup yang merupakan perusahaan milik Bima, ikut terpilih sebagai komoditi unggulan yang akan dipromosikan.


Viona juga akan ikut serta. VN Fashion didapuk untuk mengikuti peragaan busana merek-merek unggulan dalam negeri di sana dengan beberapa perancang busana lainnya. Ikut berkiprah meramaikan kancah peragaan busana bersama rumah mode kenamaan dunia.


Saat Viona memberikan sambutan sepatah dua patah kata. Pandangan Juna terus menatap lurus. Wanita mungil itu menempati tempat terindah di sanubari bertahun-tahun lamanya, meskipun tahu sejak dulu hati Viona hanya tertuju pada Bima.


Bola matanya meredup sendu. Memang tidak mudah menghapus Viona dari dunianya, padahal sudah ada Anggi sebagai istrinya. Sang Pencipta tidak serta merta mendatangkan Anggi dalam kehidupan Juna jika bukan karena garis jodoh yang sudah ditakdirkan, hanya saja pria tampan berambut lurus itu masih mengungkung dirinya dalam rasa di masa lalu, enggan keluar dari dalam cangkang.


Cinta bertepuk sebelah tangan, sampai gajah punah pun takkan pernah berbunyi dan Juna tahu itu. Akan tetapi, ternyata dadanya masih bergetar saat berjumpa kembali, belum seutuhnya menjadi kenangan.


Anggi semakin yakin bahwa Viona ini adalah yang sering didesahkan suaminya, kentara dari air muka Juna yang berubah drastis. Anggi ikut memerhatikan. Sosok Viona memang pasti tak mudah dilupakan. Anggun, elegan, cantik, cerdas, serta berprestasi. Seorang perancang busana juga pengusaha sukses di bidang fashion.


Kualifikasi Viona yang begitu wah, jujur saja hal itu membuat Anggi menciut. Dirinya merasa sama sekali tak memiliki secuil pun yang terdapat pada diri Viona.

__ADS_1


Anggi bukannya cemburu, hanya saja makin merasa rendah diri. Semakin merasa tak pantas bersanding dengan Arjuna. Getaran-getaran kecil di hati yang mulai tumbuh beberapa waktu terakhir ini dan kian menguat sore tadi, kembali menarik getarnya untuk bersembunyi. Meringkuk memeluk kalbu, menutupi benteng berlubang menggunakan kain sukma compang-camping yang masih tersisa.


Rengekan Bisma membuyarkan lamunan Anggi. Bima yang duduk tak jauh darinya sedang berusaha menenangkan si bayi gembul berusia tiga bulan itu sementara Viona masih memberikan speech di depan sana bersama ibu menteri.


Bima tampak mulai kewalahan. Mengambil inisiatif, Anggi bangkit dari duduknya dan menghampiri.


“Dedek bayinya kenapa, Pak Bima?” tanya Anggi sopan.


“Oh, ini. Bisma tidak terbiasa berlama-lama jauh dari dekapan bundanya. Makanya kami membawanya ikut serta.” Bima menjawab ramah sembari berusaha menenangkan bayi tampannya penuh kasih sayang.


Bima tampak menimbang-nimbang. Memerhatikan raut Anggi yang ternyata memiliki sisi lembut keibuan setelah ditelaah.


“Silakan, Anggi.” Bima menyerahkan Bisma hati-hati ke lengan Anggi. Senyum lebar menghiasi wajah Anggi. Hatinya yang sedang gundah gulana sedikit terlupakan ketika makhluk mungil, hangat juga wangi berada dalam dekapannya.


“Dia sangat tampan. Siapa namanya?” tanyanya kemudian.

__ADS_1


“Namanya Bisma. Anak kedua kami,” jawab Bima yang tak bisa menyembunyikan raut bahagianya jika menyebutkan nama putranya.


Bisma perlahan mulai berhenti merengek saat Anggi mengayunkannya lembut. Bayi itu berceloteh tak jelas sambil menggapai-gapaikan tangan ingin menyentuh wajah yang menggendong. Anggi menunduk, dengan senang hati membiarkan telapak mungil itu menyentuh pipinya.


“Kamu sudah sangat cocok menggendong bayi,” ujar Viona semringah yang ternyata sudah menyelesaikan bagiannya memberi sambutan di podium. Muncul menghampiri sembari tersenyum cantik.


“Eh, i-iya, Mbak. Maaf aku gendong Bisma. Dia lucu banget, jadinya aku ingin mencoba menggendong,” sahut Anggi sopan. Tak berani berkomunikasi terlalu santai walaupun Viona sangat ramah. Takut dianggap tidak punya tata krama.


“Enggak apa-apa. Lagian Bisma juga suka kamu. Buktinya betah di gendongan kamu. Semoga kalian segera diberi momongan juga,” ucap Viona tulus yang diangguki ragu oleh Anggi.


“Ma-makasih do’anya, Mbak.”


TBC


Yang belum paham kenapa Juna sampai begitu sama Viona, wajib baca novelku yang judulnya 'Forgive Me' biar tahu sejarahnya 😁. Juna sama Viona itu dulu sudah hampir bertunangan lho 😁.

__ADS_1



__ADS_2