
Istri Arjuna Bonchap 2
Anggi mematut dirinya di depan cermin. Memoleskan lipstik warna merah menyala sebagai sentuhan akhir riasannya. Anggi mengumpulkan rambut indahnya yang tergerai di bagian kiri. Menatanya dengan memakai hair clip swarovski si bagian dekat telinga supaya rambut panjangnya tertata rapi.
Memutar tubuh, Anggi memastikan gaun malam warna merah semata kaki berlengan panjang yang dipakainya membungkus sempurna. Guna melindungi dari hawa dingin, syal bulu berwarna camel dipakai melapisi bagian luar. Membuatnya begitu cantik bersinar.
Dua jam lalu, Juna yang masih di luar hotel mengurusi masalah kerjasama Royal Textile dengan perusahaan setempat, mengabari istrinya supaya berdandan cantik, hendak mengajak makan malam di restoran hotel. Sebab sejak tiba tiga hari lalu, mereka belum merealisasikan makan malam romantis sambil menyaksikan salju turun seperti yang Anggi inginkan sebelum mereka bertolak ke Jepang.
Memeriksa ponselnya, Anggi membaca pesan Juna yang memintanya turun dua puluh menit lagi saja, sebab Juna masih di perjalanan. Sembari menunggu, Anggi yang sudah siap memilih duduk di sofa dan menyalakan ponsel. Ia menghubungi Marina melalui panggilan video. Rindu ingin melihat balita tampannya yang pipinya menggembung lucu.
"Brama ...."
Anggi berekspresi gemas begitu sosok Juna mini yang imut menggemaskan memenuhi layar.
"Mammaaaa," celoteh bocah lucu itu, mencium ponsel neneknya hingga basah saat melihat ibunya muncul di layar.
__ADS_1
"Ughh, sayangnya Mama. Mama kangen."
"Pappaaaah," celotehnya lagi. "kejja, kejja."
"Iya, Papa lagi kerja anak pintar."
"Mammahh, Ama mimi soso," cicitnya ceria dengan bahasa balita. Brama menunjukkan botol susu yang dipegangnya, kemudian menyumpalkan dot tersebut ke mulutnya dan menggigitnya gemas.
Anggi bercengkrama penuh rindu dengan anaknya yang beruntung tidak rewel saat ditinggal pergi jauh dalam kurun waktu cukup lama untuk pertama kali. Juga bertukar kata dengan Marina yang memang sengaja datang ke Jakarta, ingin langsung menjaga Brama, tak ingin cucu pertamanya hanya dijaga pengasuh saja saat anak dan menantunya pergi ke luar negeri.
Tak terasa dua puluh menit telah berlalu. Anggi menyudahi panggilan video meski enggan. Segera keluar dari kamar dan turun menggunakan lift menuju restoran yang terdapat di lantai bawah hotel.
Anggi celingukan. Mencari-cari sosok suaminya. Namun, di sekelilingnya Anggi tidak menemukan si pria tampan yang selalu membuatnya berdebar indah setiap hari. Hanya terdapat meja yang sudah didekorasi berbeda, ditata lebih indah dengan kue tart di atasnya yang bertuliskan happy anniversary di bagian tengah.
Anggi bertanya kepada pelayan yang lewat, memastikan meja yang disebutkan Juna memang benar adalah meja yang berbeda ini dan jawabannya tetap sama. Memang meja inilah yang dipesan Juna.
__ADS_1
Sebentuk tangan menutup mata Anggi lembut dari belakang bersama aroma maskulin yang menyergap hidung. Senyum Anggi terbit sebab sangat mengenali aroma yang memenuhi penciumannya, aroma jantan suaminya yang sangat disukainya.
"Mas, mau main apa sih? Aku tahu ini kamu" ucap Anggi ceria.
"Happy anniversary, Istriku. I love you," bisik Juna disusul kecup mesra di pipi Anggi seraya membuka tangkupan tangannya di mata Anggi. Lengan kanannya memeluk Anggi dari belakang hingga merapat ke dadanya, kemudian tangan kirinya menunjukkan satu buket mawar segar nan harum.
Senyum merekah Anggi semakin melebar. Menerima bunga mawar dari Juna dan memeluknya. Ia menoleh, tatapannya penuh syukur juga cinta yang membuncah. Ia baru ingat kalau hari ini tepat empat tahun pernikahannya dengan Juna. Rasa tak percaya masih sering menghinggapi, tak pernah menyangka pernikahannya bisa berada di titik ini.
"Happy anniversary juga, Suamiku," imbuh Anggi penuh haru. "Maaf, aku melupakan hari penting ini."
"Tak apa. Kalau kamu lupa, aku yang akan mengingatnya. Bukankah suami istri bersama untuk saling melengkapi? Seperti yang pernah kamu katakan padaku." Juna menaruh dagu di pundak Anggi.
"I love you too, Mas. Semoga kita selalu bersama dalam buncahan cinta hingga menua dan menutup mata bersama."
Makan malam berlangsung romantis dan syahdu. Diiringi alunan biola lembut mendayu. Saling menyuapi penuh cinta yang semakin mengakar kuat di hati. Disaksikan butiran salju menari turun bak melodi.
__ADS_1
*****
Semoga kita semua di mana pun berada selalu dalam kesehatan yang baik. Jangan kendor para pembacaku tersayang. Tetap jaga kesehatan dan patuhi prokes ya. Sehat selalu semua 🤗.