Istri Arjuna (Sebatas Pelampiasan)

Istri Arjuna (Sebatas Pelampiasan)
BAB 33b


__ADS_3

Istri Arjuna 33b


Dua sejoli yang beberapa hari lalu bertengkar hebat itu, kini kembali duduk bersama di meja makan. Makan malam bersama meski interaksi kontras tergambar di sana. Berbanding terbalik dari yang sudah-sudah.


Sebelum-sebelumnya, biasanya Anggi yang menyendok nasi juga lauk pauk ke piring Juna. Seburuk apa pun Juna, tetaplah pria itu suaminya. Anggi selalu teringat pesan ibunya, membekali nasehat untuk tidak lalai dalam tugasnya sebagai seorang istri.


Lain hal dengan sekarang. Di meja makan Juna lah yang sibuk mengisi piring Anggi dengan berbagai macam menu yang tersaji. Dia juga meminta Lina menyiapkan beberapa gelas jus buah yang jenisnya berbeda-beda sebab Anggi sempat samar bergumam saat di perjalanan pulang tadi. Kendati pelan, ucapan Anggi sembari mengelusi perutnya itu tertangkap cepat di telinga Juna, sehingga ketika sampai, Juna langsung memerintahkan Lina supaya segera membuatkannya.


"Mas, ini terlalu banyak." Anggi melayangkan protes. Isi piring yang disodorkan Juna padanya melebihi porsi jumbo.


"Kamu harus makan banyak. Nutrisimu sekarang terbagi dua dengan anakku," jawab Juna yang masih sibuk menata isi piring. "Ayo cepat dimakan, nanti keburu dingin. Atau, mau kusuapi?" tawar Juna tidak mengada-ada.


"Tidak usah. Aku bisa makan sendiri," tolak Anggi ketus. Mengambil sendok dan mulai mencicipi isi piringnya.

__ADS_1


Juna tersenyum lebar sebelum menyantap makanannya sendiri. Pria itu bersantap lahap nyaris rakus seolah tak makan berhari-hari. Beberapa waktu makan sendirian di meja makan setelah terbiasa ditemani, membuat Juna hanya bisa menelan beberapa sendok saja atau terkadang tidak sama sekali. Semua rasa laparnya yang kerap menguap kini tengah berpesta pora, bergembira karena ada yang menemani di meja.


"Pak, maaf. Ada tamu." Bik Tiyas menghampiri meja makan tepat setelah Juna menandaskan segelas air putih guna membasuh mulut.


"Tamu? Siapa?"


"Katanya dari Rayan Corporation. Beliau mengatakan namanya Pak Zayn." Bik Tiyas menyampaikan dengan sopan.


"Persilakan beliau masuk dan buatkan minum."


Bik Tiyas mengangguk tanpa kata dan bergegas kembali ke depan.


"Makan yang banyak, jangan lupa jusnya diminum juga," ucap Juna sembari mengusap lembut kepala Anggi sebelum beranjak ke ruang tamu.

__ADS_1


Anggi mendelik sebal melihat jejeran gelas jus yang disajikan Juna untuknya. Ia memang sempat terbersit ingin minum jus buah beberapa saat lalu, tapi tidak sepuluh gelas juga. Namun, kemudian ia malah mengusap jejak elusan tangan Juna di kepalanya, turun meraba pipi yang kini terasa menghangat.


"Mas Juna itu sebenarnya apa-apaan sih!" Anggi bersungut-sungut sendiri. Tidak menyadari, interaksinya dengan Juna sejak tadi diamati Lina yang cekikikan baper di balik pintu dapur.


Juna masih sibuk membahas banyak hal dengan tamunya, sedangkan Anggi memilih naik ke kamar menuju ruang ganti setelah perutnya kenyang. Ia termenung di depan pintu salah satu lemari yang sengaja dibuka, menatap lurus pada jejeran pakaiannya yang separuhnya bahkan belum pernah dikenakan, masih banyak yang utuh labelnya.


Memejam sejenak Anggi memantapkan pikiran yang sejak tadi bergelut. Ia bertekad untuk menjadi lebih kuat demi anaknya dengan atau tanpa cinta Juna untuk mereka. Terlepas dari apa pun situasi orang tuanya anaknya tetap berhak bahagia. Sebagai ungkapan maaf terdalam kepada si buah hati lantaran pernah berniat keji, berharap rasa bersalah yang menyiksanya akhir-akhir ini perlahan sirna.


Demi mewujudkan hal itu, bukankah ia harus mengambil langkah untuk memulai menata hati? Menarik napas panjang, bola mata indahnya yang berkilauan bak berlian itu kembali membuka, membuang ragu dan meyakini langkah awalnya merupakan permulaan yang benar.


"Maaf, mulai detik ini, aku tidak akan pernah lagi memakai maupun menyimpan pakaian-pakaian ini, Mas. Aku harus menyingkirkannya demi mempertahankan kewarasan jiwaku. Demi anakku," ucapnya mantap sambil mengeluarkan semua pakaian yang berlabel 'VN Fashion' dari dalam lemarinya.


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2