Istri Arjuna (Sebatas Pelampiasan)

Istri Arjuna (Sebatas Pelampiasan)
BAB 18b


__ADS_3

Istri Arjuna bab 18b


Rumah sederhana Ningrum tampak senyap. Gorden masih dibiarkan tertutup rapat sementara matahari sudah meninggi. Di dalam sana Ayu mondar-mandir gelisah. Sudah hampir lima hari dia tidak datang ke rumah sakit. Beralasan tidak enak badan supaya bisa berkelit dari berondongan pertanyaan adiknya yang menuntut penjelasan.


Ayu tahu tidak mungkin dirinya terus-menerus menghindar. Dia sedang mengkhawatirkan dirinya sendiri. Jikalau Ningrum sehat dan pulang ke rumah, maka jatah bulanan sebagai kompensasi menunggui ibunya yang diberikan Anggi akan sirna. Belum lagi teman-temannya suah menagih uang cicilan tas mahal dengan harga selangit. Sementara uang yang didapat dari negosiasi tak tahu malu dengan Juna sudah menipis.


Otak Ayu kehilangan kewarasan terjepit situasi. Sore itu dia sengaja menawari Ningrum segelas teh manis yang diseduh dengan gula murni, bukan gula rendah kalori sperti biasanya. Segelas besar teh manis tersebut diteguk Ningrum tanpa ragu. Dia bahkan bersuka cita saat Ayu mengatakan tak masalah jika ingin menambah porsi minumnya yang pada faktanya sangat berbahaya dan berisiko.


Ayu memang sengaja melakukannya dengan melebihkan sedikit cairan dari yang seharusnya dikonsumsi, berharap ibunya akan sedikit lebih lama lagi di rumah sakit. Namun, dia tidak menyangka efeknya akan segawat itu.

__ADS_1


Menjelang tengah malam Ningrum sesak napas disertai beberapa bagian tubuh membengkak. Merintih kesakitan juga kepayahan. Melihat ibunya yang seperti itu, Ayu jadi ketakutan. Bagaimana pun Ningrum adalah ibunya. Andai Ningrum sampai tak tertolong lagi dia juga merasa takut. Takut disiksa rasa bersalah juga takut tambang emasnya hilang dari genggaman.


Ayu tersentak kaget begitu ponsel di tangannya berdering. Ternyata itu telepon dari Anggi. Memintanya untuk datang ke rumah sakit jika sudah sehat karena Anggi ada keperluan mendadak, harus pergi menemani Arjuna ke luar kota.


Ayu sedikit bernapas lega. sepertinya adiknya mulai melupakan niatnya yang belakangan terus bertanya padanya tentang penyebab sakitnya Ningrum. Senyumnya juga semakin lebar. Saat tertera laporan m-banking di layar. Menyatakan sejumlah uang masuk yang tentu saja dikirimkan Anggi yang biasa ditransfer setiap bulannya. Ayu yang sedari tadi kusut dan lecek tak ubahnya kian pel, langsung bersenandung ceria dan terbahak puas. Merasa lolos dari dosa.


“Dewi fortuna sepertinya memang sangat menyukaiku,” gumamnya tak tahu diri.


Juna akan berangkat ke Bandung sore ini. Dia diundang oleh menteri perdagangan untuk menghadiri pertemuan dadakan besok. Para pebisnis yang menggeluti produksi kain khas Indonesia semuanya di undang dan produk Royal Textile terpilih menjadi salah satu komoditi unggulan Nusantara.

__ADS_1


“Sudah, Mas. tadi siang Mbak Ayu bilang sudah membaik. Sebenarnya hanya terkena flu. Cuma kalu dekat-dekat ibu takutnya malah menulari ibu juga.”


Anggi menyahuti sembari sibuk melipat jas Juna juga beberapa pakaiannya. Semula Anggi tidak akan ikut. Namun, berhubung undangannya resmi, Juna mengajak Anggi untuk mendampinginya. Tidak ingin keki melihat tamu lain menggandeng pasangan.


“Bawa gaun malam yang bagus. Biasanya di akhir acara ditutup dengan pesta makan malam,” ucap Juna sambil mengusap dagu saat melihat Anggi hanya memasukkan gaun-gaun formal yang sederhana saja.


“Ah, baiklah.” Anggi mengangguk tak banyak membantah. Selama beberapa hari ini Juna menurunkan pressurenya dan itu sangat disyukurinya. Setidaknya Anggi tidak harus membagi energinya untuk memberi makan watak keras kepala Juna sehingga bisa fokus merawat Ningrum.


“Kita berangkat satu jam lagi. Mumpung masih sore. Aku kan menyiapkan keperluan untuk pertemuan dan kamu berbenah kebutuhan kita secepatnya. Jangan sampai ada yang tertinggal,” titah Juna sebelum berlalu bergegas ke ruang kerja sembari menerima telepon.

__ADS_1


Sekali lagi Anggi memeriksa semua kebutuhan yang akan dibawa pergi. Memastikan tidak ada yang tertinggal dan baru menutupkan resletingnya begitu yakin semuanya sudah aman berada dalam koper.


Tbc


__ADS_2