Istri Arjuna (Sebatas Pelampiasan)

Istri Arjuna (Sebatas Pelampiasan)
BAB 70b


__ADS_3

Istri Arjuna bab 70b


Juna memutuskan pulang ke kediaman pribadinya. Tak lupa sebelumnya, Juna meminta beberapa orang untuk berbenah di rumah duka dan menginap di sana bersama Surya dan Marina yang ingin membantu berbenah. Juga berjaga di sana kalau-kalau ada pelayat yang masih berdatangan.


Alasan Juna memilih pulang ke rumahnya sendiri supaya Anggi bisa beristirahat maksimal barang sebentar juga tak ingin istrinya itu terus berurai air mata. Jika kembali ke rumah Ningrum, Anggi akan terus terbayang-bayang atas kehilangan ibunya sebab rumah tersebut sudah pasti menyimpan begitu banyak kenangan.


Marina juga sangat khawatir akan kondisi sang menantu yang sedang hamil. Untuk itu dia dan Surya pun meminta Juna membawa Anggi pulang dulu malam ini untuk memulihkan stamina yang akhir-akhir pasti ini terkuras, terutama Anggi yang sedang mengandung si buah hati.


Begitu mendorong pintu kamar mandi, Juna melihat Anggi sedang memunggungi. Melihat ke luar sana melalui kaca besar di kamar mereka. Anggi tampak termenung dengan tatapan menerawang. Juna menghampiri dan meremas bahu Anggi lembut.


“Anggita, Sayang, mandi dulu. Air hangatnya sudah kusiapkan. Aku juga membubuhkan aromaterapi kesukaanmu.”

__ADS_1


Membalikkan badan, Anggi memaksakan ukiran senyum walaupun sulit. Menyentuh tangan Juna yang berada di pundak dan membawanya untuk digenggam.


“Makasih, buat semua yang sudah Mas lakukan untuk ibu, untuk ibuku,” ucapnya pelan penuh makna.


Juna mengulas senyum. “Terima kasih juga ingin kusampaiakan pada ibu karena telah mengizinkanku untuk memperistri putrinya yang berharga ini. Sudah, jangan terlalu banyak berpikir. Mandilah, setelah itu istirahat. Nanti kubuatkan susu hangat sebelum tidur.”


Anggi patuh saat Juna menariknya pelan menuju kamar mandi. Mendudukkannya di bathtub supaya berendam di nyamannya air hangat sebelum Juna keluar dari sana.


“Mbak Ayu memaki-maki saya di kantor polisi saat saya memberitahu perihal berpulangnya mertua Anda, Pak. Menuduh saya menyampaikan kabar bohong dan mengamuk pada polisi meminta ingin menghubungi Bu Anggi. Dia masih ditahan bersama beberapa teman-temannya yang merupakan komplotan penjudi paling dicari. Mereka termasuk Mbak Ayu digrebek di hotel melati saat sedang bermain di sana.”


Setelah panggilan usai, Juna segera masuk kembali ke dalam kamar. Mencari-cari ponsel Anggi di tas kecil yang tadi dipakai istrinya yang kebetulan ternyata kehabisan daya dan mati. Tidak ingin Anggi mengetahui dulu perihal keberadaan Ayu yang sungguh di luar dugaan, Juna menyembunyikan ponsel Anggi ke atas lemari, berharap Anggi lupa akan gawainya minimal sampai besok pagi dan berharap supaya malam ini istrinya bisa beristirahat dengan damai.

__ADS_1


Segelas susu hangat diteguk Anggi hingga habis setelah dua puluh menit bersua dengan air. Juna menata bantal dan membuka kedua lengan mengundang Anggi masuk ke dalam pelukan. “Ayo tidur.”


Beringsut perlahan, Anggi menelusup ke dalam dekapan Juna. Mengeratkan selimut juga balas memeluk.


“Mas, apa masih belum ada kabar tentang Mbak Ayu? Bukankah sejak sore Pandu mencarinya?” tanya Anggi yang kini menempelkan pipi di dada bidang Juna.


“Masih belum. Semoga besok sudah ada berita. Untuk saat ini kamu harus tidur dengan baik, supaya esok pagi lebih segar. Ingat akan kesehatanmu juga anak kita. Karena masih banyak hal yang harus kita urusi besok,” jawab Juna yang kemudian mengecup ubun-ubun Anggi dalam-dalam. Lalu mengangsurkan elusan lembut di punggung istrinya itu.


Dekapan Juna yang tentram, sedikit mengobati duka yang merundung jiwa. Meski kesedihan menyelimuti, Anggi akhirnya bisa terpejam kendati pikirannya masihlah berkecamuk, memasrahkan diri pada si sandaran hati, memberi hak daksanya untuk mengisi energi.


Bersambung.

__ADS_1


Happy weekend and happy holiday 🤗🥰.


__ADS_2