
Spesial Bab Dua
Mengendarai mobil sendiri ke kantor pusat Royal Textile, Anggi membawakan asinan buah-buahan buatan tangannya untuk sang suami. Tak lupa gado-gado lontong sebagai makan siang tambahan yang akhir-akhir ini digemari Juna, serta teh madu yang masih panas dalam tumbler termos kecil turut dibawa serta. Manis alami madu berguna untuk meredakan mual berlebih dan aroma harumnya teh merelaksasi.
Pandu langsung mendorong pintu kebesaran sang bos begitu melihat istri bosnya datang, mempersilakan dengan sopan.
Tok tok tok.
Anggi berdiri di ambang pintu yang sudah terbuka, mengetuk pintu beberapa kali.
“Maaf, Pak Presdir. Boleh saya masuk?” ujarnya, menyunggingkan senyum cantik.
Juna yang sedang fokus menunduk pada kertas-kertas di meja, langsung mengangkat pandangan begitu mendengar suara lembut pawang jelitanya mengalun merdu. Juna bangkit dari kursinya, setengah menghambur, lalu merangkul Anggi setelah menutupkan pintu.
“Halo, bayi Papa.” Juna membungkuk di depan perut Anggi, menciumi perut membuncit istrinya yang belum terlalu besar itu. “Bisakah untuk sehari saja kamu memberi Papa cuti mual?” ujarnya yang membuat Anggi tak bisa menahan tawa.
“Memangnya mual itu pekerjaan, sampai minta cuti?” cicit Anggi yang sering dibuat merasa lucu dengan tingkah suaminya di kehamilan keduanya ini.
“Mmhh, aku kangen,” desah Juna mesra. Memeluk dan menyurukkan kepala di ceruk leher Anggi, menghidu dalam-dalam aroma yang ampuh menenangkan pergolakan di lambungnya.
__ADS_1
“Memangnya kita enggak ketemu setahun?” ejek Anggi, balas memeluk dan mengecup rambut suaminya.
Juna mengurai pelukan dan menatap sosok cantik yang telah membuatnya bertekuk lutut, bucin setengah hidup.
“Bukan setahun, malah rasanya lebih dari seabad. Aku benar-benar tersiksa saat berjauhan darimu. Lambungku terus mengamuk, bahkan aku harus mencuri-curi kesempatan di sela-sela rapat demi menghirup bra milikmu yang kusimpan di saku celanaku. Sepertinya anak kedua kita ingin balas dendam padaku atas nama kakaknya, atau mungkin marah karena sering disembur,” celetuknya lesu.
Anggi terkekeh merasa lucu juga geli, membayangkan suaminya bak mesum gila yang membawa-bawa pakaian dalamnya ke mana-mana. Sindrom kehamilan simpatik yang amat antimainstream.
“Aku bawakan gado-gado dan asinan yang Mas mau, yuk dimakan dulu.” Anggi mengangkat sebuah kantung yang di dalamnya terdapat wadah-wadah food grade berisi asinan juga gado-gado.
“Temani aku makan.”
“Hei, baiklah bayi besar.” Patuh penuh bakti juga sayang pada sang suami, Anggi duduk di pangkuan Juna yang langsung dirangkul erat oleh suaminya itu. Membuka wadah bekal berisi gado-gado lontong terlebih dahulu sebelum beranjak pada wadah asinan buah.
Seperti biasa, jika di dekat Anggi begini mual Juna tak mengamuk, berbeda saat sedang berjauhan. Juna makan dengan lahap, sembari tetap memeluk wanita tersayangnya.
“Kamu juga harus makan.” Juna hendak mengambil alih sendok di tangan Anggi.
“Aku sudah makan, Mas. Tadi sebelum berangkat ke sini aku sudah makan sampai kenyang.”
__ADS_1
“Baguslah. Kamu harus banyak makan, supaya kalian tetap sehat dan kuat. Biar aku saja yang mual-mual. Tapi, ngomong-ngomong hari ini Brama pulang jam berapa dari play group?” tanya Juna setelah menghabiskan asinan di suapan terakhir.
“Biasanya sebentar lagi, aku sudah minta Pak Oman stand by di tempat play group sejak sejam yang lalu. Aku sudah titip pesan supaya Pak Oman bawa Brama ke sini juga, mau kuajak ke kedai kopiku.”
“Terus, kamu ke sini sama siapa?” Juna meruncingkan sudut mata curiga.
“Aku nyetir sendiri.”
“Kenapa enggak minta aku kirim sopir kantor buat jemput kamu? Aku merasa jadi suami yang abai karena membiarkanmu mengemudi sendiri di saat sedang hamil begini.” Raut wajah Juna khawatir bukan kepalang.
“Enggak apa-apa kok Mas, hamil tidak berarti membuat ruang gerakku terbatas, yang penting tetap hati-hati,” jawab Anggi menenangkan.
Bersambung.
Halo para Juna-Anggi lovers, sambil menunggu spesial bab Istri Arjuna selanjutnya, kalian bisa menunggu sambil membaca karya terbaruku yang berjudul Suci Dalam Noda.
Di cerita ini menceritakan kisah tentang anak angkat Barata dan Maharani yakni anak kandung Ayu. Dijamin tak kalah seru dan pastinya bikin baper parah pokoknya. Yang lagi ngikutin cerita Suci Dalam Noda mana suaranya?
Selamat membaca 🥰.
__ADS_1