
Last Bonchap Istri Arjuna.
Menyingkirkan selimut, Anggi meraih gaun tidurnya yang tergeletak di lantai. Buah dari ulah Juna yang melemparkan baju tipis pembungkus raganya, tak sabaran melucuti di waktu penyatuan sesi kedua.
Begitulah suaminya itu, takkan berhenti jika belum menambah ronde peleburan. Berdalih bahwa sesi kedua adalah wajib, ibarat hidangan penutup yang manis.
“Mau ke mana?” Juna yang berbaring miring terbungkus selimut, memegang tangan Anggi begitu melihat istrinya berpakaian dan berangsur turun dari ranjang.
“Mas lupa ya? Tadi kan aku udah bilang, mau sampein sesuatu yang penting. Tapi bibirku keburu dibungkam oleh mulut hobi sosor itu!” gerutu Anggi merengut sebal.
“Ah benar juga. Tapi mau bagaimana lagi. Si buas berbisa merengek ingin ditenangkan dulu. Kalau enggak cepat-cepat. Nanti dia mengamuk,” sahut Juna terkekeh pelan. Menarik telapak tangan Anggi untuk dikecup. “Dan pawangnya cuma kamu.”
“Bilang aja doyan!” sungut Anggi gemas. Mencubit lengan Juna.
“Yang tadi itu juga adalah kadoku. Kamu sendiri yang sudah janji!” Juna tak mau kalah.
“Giliran hal begini enggak pernah lupa. Selalu gercep.”
“Ya sudah. Ada hal penting apa Istriku, jelitaku?” rayunya semakin ahli dari hari ke hari.
“Gombal!” Wajah Anggi merona. Walaupun bibirnya cemberut, tetapi tak dipungkiri, rayuan Juna membuatnya senang. “Sebentar, aku mau ambil sesuatu dulu.”
“Ngambil apa?” tanya Juna penasaran.
__ADS_1
“Hadiah utama.” Anggi mengedip genit.
Juna melepaskan tangan Anggi dan membiarkan istrinya itu turun dari ranjang. Netranya terus fokus pada Anggi yang menuju lagi meja rias, membuka laci terlihat mengambil sesuatu dan kembali ke ranjang.
“Happy wedding anniversary. Ini kado dariku buat Mas. Kusiapkan spesial. Maaf kalau kecil, semoga suka.” Anggi menyodorkan sebuah kotak beledu warna hitam berbentuk persegi panjang. Seukuran kotak dasi. Berhiaskan pita warna merah.
“Apa ini?”
“Ini hadiahmu, Mas.”
“Apa ini dasi? Kenapa repot-repot? Aku enggak perlu kado darimu karena kamu adalah hadiah itu sendiri. Hadiah terbaik yang pernah ada dalam hidupku.”
Juna beringsut bangun. Bersandar di kepala ranjang, dia membuka kedua lengan mengundang Anggi ke dalam pelukan. Sorot matanya memuja, penuh cinta.
“Aku tahu, Mas sudah punya segalanya. Tapi tetap saja, aku juga ingin kasih sesuatu. Ayo dibuka.” Anggi mendongak dan tersenyum cantik, mempertemukan tatapan mereka, meminta Juna membuka kotak yang diberikannya.
Pita merah yang menjadi hiasan diuraikan sampulnya. Perlahan, Juna membuka tutup atasnya. Tertegun sejenak setelah melihat isinya. Keningnya terlipat samar sebelum kembali menunduk.
“Ini ... tes pack?” ujar Juna masih linglung.
“Iya.” Anggi mengangguk sembari mengulum senyum.
“Tunggu, tunggu. Apa ini maksudnya, kamu ... hamil?” Juna menuntut penjelasan.
__ADS_1
Lagi-lagi Anggi mengangguk. “Iya, Mas. Brama akan punya adik,” jawabnya dengan mata berbinar.
Desah lega dipenuhi luapan gembira, terlontar dari mulut Juna. Hujan kecupan di ubun-ubun Anggi bertubi-tubi tak terelakkan. Cerminan rasa bahagia terbalut syukur yang nyata.
“Makasih, makasih, Sayang. Ini bukan hadiah kecil. Tapi luar biasa.” Juna tercekat penuh haru. Bersama janji terpatri dalam hati, bertekad menyambut si buah hati kali ini dengan cinta dan kasih sayang yang benar, tak ingin keliru lagi menyikapi seperti di kali pertama.
Senyum merekah tercetak di bibir keduanya. Kecup mesra bersama pendar cinta menguar di udara. Berlanjut pada pagutan yang lebih dalam. Sebelum akhirnya terpaksa terhenti saat pintu mereka diketuk diiringi suara rengekan si balita lucu.
“Papa, Mama, mau bobo di cini!”
Anggi dan Juna tertawa bersama. Anggi gegas membuka pintu kamar mereka sementara Juna bersegera memakai celana treningnya dengan cepat. Meraup Brama dalam gendongan, Anggi membawa putra sulung mereka ke atas tempat tidur dan rebah bersama.
Dinamika kehidupan pernikahan setelah menjadi orang tua memang selalu penuh warna. Kemesraan tak lagi leluasa, tetapi tak mengurangi esensi cinta itu sendiri, malah semakin kokoh dari hari ke hari.
Selesai.
Selesai sudah kisah Anggita-Arjuna. Terima kasih buat semua pembaca yang selalu setia menanti dan mengikuti kisah mereka. Nantikan novelku selanjutnya yang rencananya insyaallah akan rilis setelah Bulan Romadhon. Semoga tidak ada kendala.
Follow instagramku di Senjahari2412 dan akun tik tok di Senjahari24 untuk mengetahui info seputar cerita-cerita yang kutulis.
Love 💜
Senjahari_ID24
__ADS_1