
Istri Arjuna Bab 35a
“Saya akan meresepkan vitamin tambahan. Bu Anggi, ingat untuk makan lebih sering dengan porsi kecil walaupun mungkin terganggu mual. Tentu saja makanannya harus sarat gizi, tapi bebas disesuaikan dengan selera Anda pribadi.” Dokter Raisa berpesan dengan nada ramah.
“Iya, Dok. Saya pastikan selalu mengingat pesan Dokter,” sahut Anggi sembari mengulas senyum tipis.
“Dokter, saya ingin berkonsultasi satu hal penting. Dalam waktu dekat, saya mempunyai jadwal bepergian ke Eropa terkait pekerjaan, apakah istri saya bisa ikut serta? Apakah perjalanan jauh aman untuk ibu hamil?” Juna mengajukan pertanyaan lain setelah Dokter Raisa menyerahkan selembar kertas resep.
Dokter Raisa tampak berpikir sejenak mendengar pertanyaan Juna sembari membetulkan letak kacamatanya yang turun sedikit. Bersedekap di meja kemudian menjawab persoalan yang diajukan.
__ADS_1
“Di trimester pertama ini, bepergian maupun perjalanan jauh sebaiknya dihindari, terlebih lagi keluar negeri. Usia kehamilan yang masih dini amatlah rentan serta berisiko bagi janin juga ibunya,” jelas Dokter Raisa.
“Jadi maksudnya, sama sekali tidak bisa, Dok?” imbuh Juna, nada bicaranya terdengar resah.
“Sebaiknya begitu, Pak. Mengingat kondisi fisik Bu Anggi saat ini termasuk dalam kategori lemah. Saran saya, Bu Anggi tidak usah ikut bepergian dulu, Kondisi tubuhnya saat ini memerlukan banyak istirahat. Bukan hanya istirahat secara fisik, tapi juga istirahatkan pikiran sejenak dari beban apa pun itu. Supaya pertumbuhan janin serta kesehatan ibunya tetap terjaga dan berkembang sehat sesuai harapan. Sebagai suami peranan Anda juga sangat penting dalam membangun mood yang baik di sekitar istri Anda. Jangan cuma mau desah enaknya saja ya, Pak. Keluh tidak enaknya juga harus mau ikut merasakan.” Raisa berujar di penghujung kalimat disusul kekehan pelan.
Seperti biasa, Raisa yang dikenal nyentrik dan blak-blakan, sering menyelipkan kalimat berbalut canda dalam obrolannya dengan pasien. Sebetulnya terselubung maksud serius di dalamnya setiap kali memberi wejangan pada pasangan yang baru pertama diberi momongan. Terutama pada suami pasien, agar para suami yang dikenal sebagai makhluk kurang peka di Bumi ini, diharapkan akan lebih mudah paham tentang sekelumit hal yang dibutuhkan para istri yang sedang hamil jika dijelaskan secara gamblang.
Sejak tahu ada anaknya bersemayam di rahim si wanita yang sejak tadi lebih banyak diam itu, entah mengapa Juna selalu merasa tak tenang jika Anggi jauh dari jangkauannya meski mata lain yang mengawasi istrinya itu disebar di mana-mana. Rasa takut masih menghantui walaupun mulai terkikis pergi. Dari gerak-gerik Anggi beberapa hari ini Juna dapat membaca, istrinya itu tidak terlihat lagi memiliki niatan nekat seperti sebelumnya.
__ADS_1
Juna mengusap dagu dan kembali menggerakkan bibirnya yang terkatup. “Selain semua hal yang sudah kita bahas tadi, masih adakah yang harus saya perhatikan mengenai kehamilan istri saya ini, Dok?”
“Ah, hampir saja saya lupa. Tentang kegiatan bercinta, dianjurkan jangan terlalu sering di trimester awal ini, kecuali jika situasi sudah amat mendesak bisa dilakukan dengan hati-hati. Biasanya hormon dan mood swing ibu hamil menjadi tantangan tersendiri bagi para suami supaya bisa meluaskan rasa sabar dalam berbagai hal,” ucap Raisa sambil tersenyum penuh arti.
“Maksud Dokter?” Juna mengerutkan kening pertanda tak mengerti.
Raisa berdehem. “Ehm, begini maksudnya, Pak Arjuna. Jadi sebagai suami, Anda yang harus banyak menahan demi kebaikan janin serta ibunya. Hanya saja kendalanya, hormon kehamilan terkadang mudah membangkitkan libido para ibu yang sedang hamil muda, sedangkan di trimester pertama ini sebaiknya tidak terlalu sering dilakukan.”
Juna kembali mengangguk serius pertanda paham, lagi-lagi bertanya lebih dalam mengenai berbagai hal bahkan sampai bertanya gaya bercinta yang aman selama kehamilan. Sedangkan Anggi yang duduk di sebelahnya langsung menunduk dalam, ingin rasanya ia menceburkan diri ke dalam sumur sekarang juga. Semburat merah membaur di tulang pipi saat suaminya itu tanpa malu berkonsultasi kepada dokter mengenai hal-hal yang menurutnya vulgar.
__ADS_1
TBC