
Istri Arjuna Bab 41a
Di ruangan luas yang begitu mewah dengan kesan berkelas menguar kuat. Seorang pria tampan berjambang halus tengah duduk di singgasana kebesarannya.
Juna bersandar di kursi nan empuk berlapis kain oskar terbaik. Kedua kakinya berselonjor bertumpu di ujung meja. Jas mahalnya tersampir di bagian belakang kursi, kemeja yang dipakainya digulung sebatas siku, sementara jemarinya tengah memijat pelipisnya sendiri.
Pendakiannya tadi malam gagal total menyisakan pening hingga sekarang. Selepas bercakap-cakap dengan kedua orang tuanya, Anggi langsung jatuh tertidur, meninggalkan dirinya yang menahan nyeri berdenyut di kepala juga di bagian lainnya.
Sengaja Juna berangkat pagi-pagi ke Royal Textile. Berharap bisa meredakan ketegangan di tengkuk juga seluruh tubuhnya akibat gairahnya yang semalam sudah mendesak dipaksa mundur tak tersalurkan. Lagi pula ingin sedikit memaksa pun dia tak leluasa. Selain alasan karena si jabang bayi yang disarankan belum boleh dikunjungi serta istrinya yang belum boleh kelelahan, masalah lainnya adalah karena kedua orang tuanya juga sedang bertamu di rumah. Seluruh rumahnya memang dilengkapi peredam suara terbaik, tetapi tetap saja Juna merasa tidak leluasa untuk mendesakkan hasrat
Juna tidak mengatasinya melalui jalan pintas seperti yang sudah-sudah lantaran merasa harga dirinya sebagai pria yang memiliki istri semakin menukik tajam. Apalagi ketika melihat tembok kamar mandi yang seolah mencemooh, membuatnya memilih memaksa diri dan memerintahkan tubuh juga otaknya untuk melemaskan yang sudah mengeras. Walaupun sulit, akhirnya Juna bisa memejamkan mata setelah berjuang panjang, kendati ketika bangun seluruh daksanya terasa pegal juga remuk redam.
__ADS_1
Selain demi mengendurkan saraf, Juna tidak ragu untuk pergi ke kantor lebih pagi sebab ada kedua orang tuanya di rumah. Merasa tenang karena Anggi pasti aman terkendali jika ditemani mami dan papinya. Tidak mungkin istrinya itu nekat pergi ke tempat aborsi lagi setelah Marina dan Surya tahu tentang kehamilannya. Terlebih lagi semalam calon nenek dan kakek itu bercengkerama antusias dengan Anggi membahas si jabang bayi seolah tak ada habisnya.
Terdengar tiga kali ketukan, disusul pintu ruang kebesarannya didorong membuat Juna menoleh. Rupanya Pandu yang masuk. Berdiri di hadapannya terhalang meja kemudian membungkuk hormat sambil menaruh setumpuk dokumen yang dibawanya.
"Pak, Jadwal keberangkatan ke Eropa dimajukan satu minggu menjadi dua hari mendatang. Pihak panitia Kementerian Perdagangan mengubungi beberapa saat yang lalu. Segala sesuatu kelengkapan mengenai keberangkatan sudah diurus langsung pihak panitia. Jadwal baru sudah dikirimkan ke alamat email Anda."
Pandu segera menghadap ke ruang kebesaran sang bos begitu infomasi penting diterimanya beberapa menit lalu.
"Keberangkatan dimajukan supaya tidak bentrok dengan acara Olimpiade Musim Dingin yang akan dihelat di beberapa negara di Eropa. Jadi, pada akhirnya panitia dari Kementrian Perdagangan memutuskan untuk pergi ke sana lebih cepat dari yang telah dijadwalkan sebelumnya."
Juna mendengarkan Pandu yang sedang menjelaskan panjang lebar sambil tetap fokus pada layar gawainya. Membaca tiap baris susunan agenda yang tertera.
__ADS_1
"Pandu," ucap Juna.
"Iya, Pak? sahut Pandu cepat.
"Berkemas lah untuk menemaniku pergi supaya ada yang membantu semua urusanku di sana. Tadinya aku berniat pergi berdua dengan mengajak Anggi sekalian berlibur, tapi dokter melarang istriku untuk bepergian jauh, khawatir menganggu kandungannya. Berhubung jatah pergi disiapkan untuk dua orang, maka dari itu jatah untuk istriku akan kupakai untukmu."
"Tapi, Pak. Bagaimana dengan urusan kantor?" Pandu mengingatkan sang bos karena dari pembicaraan sebelumya dirinya lah yang ditunjuk untuk menangani perusahaan selama Juna pergi ke luar negeri.
"Aku akan meminta kakak iparku untuk mengurus Royal Textile selama kita ke Eropa. Jadi, kamu urus saja semua keperluan untuk kepergian kita," titah Juna yang langsung diangguki Pandu.
Mengusapkan jemari di layar ponsel, Juna mencari kontak bernama Barata dan saat menemukannya dia langsung menyambungkan panggilan.
__ADS_1
TBC