
Istri Arjuna Bab 41b
Taman samping rumah di malam hari selalu menjadi tempat favorit Juna untuk merelaksasi tubuh dan pikiran setelah seharian berkutat dengan pekerjaan. Selepas makan malam, Juna dan Surya duduk bersisian di kursi rotan hanya terhalang meja. Di atas meja kecil tersaji potongan buah buahan segar, pudding serta dua botol infuse water lemon mint yang baru dikeluarkan dari lemari pendingin.
Lampu-lampu bulat yang tertanam di taman memecah kegelapan memendarkan keremangan nan syahdu. Ditemani semilir angin sepoi-sepoi juga gemercik air mancur, tercipta suasana menenangkan, meluruhkan penat perlahan.
“Jadi, kapan Barata datang?” Surya bertanya setelah selesai mengunyah beberapa potong buah Mangga Harum Manis.
“Lusa, Pi. Bang Bara mengatakan akan datang bersama Mbak Rani juga. Biar sekalian kumpul keluarga di sini sama Anggi, Mami dan Papi,” sahut Juna sambil sesekali meneguk infuse waternya.
“Benar juga, kita belum pernah mengadakan acara kumpul keluarga lagi setelah kamu menikah. Waktu dan pikiranmu pasti langsung tersita dengan urusan pembukaan pabrik baru. Bahkan kalian belum sempat berbulan madu,” imbuh pria paruh baya itu.
__ADS_1
“Royal Textile sedang maju pesat, Pi. Kesempatan itu seumpama awan lewat yang tertiup angin, tidak datang dua kali. Aku tidak mau menyiakan kesempatan yang ada di depan mata, tak ingin mengulang kisah kegagalanku dulu. Masalah bulan madu masih bisa ditunda. Awalnya aku berniat membawa Anggi lawatan ke Eropa kali ini sekalian berlibur, tapi dokter menganjurkan untuk tidak bepergian jauh dulu karena berisiko,” jelas Juna.
“Memang sebaiknya begitu. Trimester pertama sangat lah riskan. Setelah kondisi Anggi memungkinkan untuk bepergian, luangkan waktu dan ajaklah istrimu berlibur. Pilih lah destinasi yang tidak terlalu jauh agar tetap aman. Bukan hanya untuk Anggi, tapi buatmu juga Juna. Lepaskan sejenak kesibukan dan bersantai lah sesekali.” Surya mengusulkan sekaligus mengingatkan.
Juna mengangguk dan mengulas senyum. “Akan kupikirkan nanti, Pi.”
Surya menatap putranya penuh rasa bangga. Juna selalu disibukkan dengan pekerjaan setelah diberi kepercayaan sekali lagi untuk memimpin Royal Textile pusat yang dulu dibangun olehnya. Setelah menikah pun tidak mengambil cuti maupun jeda, lantaran pembangunan pabrik baru yang sudah direncanakan jauh-jauh hari harus segera direalisasikan.
Meskipun begitu, dalam perjalanan hidupnya kisahnya tidak lah selalu mulus. Penuh liku-liku. Juna sempat terpuruk, baik dalam urusan cinta maupun bisnis. Gagal bertunangan bersamaan dengan perusahaan yang dirintisnya secara mandiri di Bandung dulu kolaps hingga bangkrut.
Dulu, Juna pernah membangun Royal Textile cabang Bandung yang dirintisnya secara mandiri tanpa banyak campur tangan Surya. Perusahaannya itu bangkrut tak tersisa akibat tergerus obsesinya pada Viona. Semasa itu dia sempat lengah juga lalai mengurusi perusahaan lantaran terlalu terobsesi mendapatkan cinta Viona dengan cara salah sekali pun, malahan sempat bersitegang dan menentang maminya sendiri kala itu.
__ADS_1
Setelah dilanda kegagalan, Juna benar-benar memanfaatkan kesempatan yang diberikan orang tuanya sebaik mungkin. Bertekad kembali bangkit. Beberapa syarat yang diminta kedua orang tuanya atas diserahkannya mandat presiden direktur Royal Textile pusat juga dilakoni, yang salah satu syaratnya adalah menerima perjodohannya dengan Anggi.
Sebetulnya, tanpa memakai embel-embel persyaratan pun, Surya dan Marina memang akan memberikan Royal Textile pusat pada Juna secara cuma-cuma, karena untuk si sulung sudah ada jatah Royal Textile Bali. Walaupun sampai saat ini masih dipimpin oleh Surya sendiri karena Maharani dan Barata sang menantu belum lah sekompeten Juna, masih butuh banyak bimbingan.
Apa yang diperjuangkan dan dimiliki para orang tua sudah pasti semuanya untuk anak-anaknya begitu juga Surya dan Marina. Tentu saja kedua orang tuanya mengajukan persyaratan tersebut semata-mata demi kebaikan Juna. Surya dan Marina memilih Anggi setelah menelaah dengan saksama dan meyakini hanya gadis ini lah yang terbaik untuk mendampingi anaknya, terlebih lagi mereka kenal baik dengan Ningrum sejak usia muda dan tahu betul seperti apa kepribadiannya.
Setiap orang tua di dunia ini, hanya ingin memberikan yang terbaik untuk anak-anaknya. Marina dan Surya sengaja memanfaatkan celah kegagalan putranya itu untuk membawa Anggi masuk ke dalam kehidupan Juna.
Tak memiliki pilihan lain semasa itu, mau tak mau Juna harus setuju demi bangkit kembali dari keterpurukan. Meski awalnya menganggap pernikahan yang disetujuinya hanya merupakan bagian dari syarat yang harus dipenuhi.
Namun, siapa sangka. Sejak pertama bertemu, ada pesona dalam diri Anggi yang mampu menarik perhatiannya kendati terus saja disangkal dan didustakannya. Sisa-sisa obsesi cintanya pada Viona masih erat menyelimuti serupa kabut tebal, membutakan mata hati dan terus mendustakan. Alih-alih menelaah rasa, Juna malah menjadikan Anggi objek boneka replika Viona sesuka hati.
__ADS_1
Bersambung.