Istri Arjuna (Sebatas Pelampiasan)

Istri Arjuna (Sebatas Pelampiasan)
BAB 46b


__ADS_3

Istri Arjuna Bab 46b


Berselimut hening, Anggi termenung seorang diri di keremangan kamar. Duduk bersandar di ranjang mewah nan empuk peraduan dengan sebuah album foto di pangkuan.


Dibukanya halaman demi halaman. Album tersebut berisi foto pernikahannya dengan Juna. semua orang yang tertangkap gambar tersenyum gembira penuh sukacita. Diamatinya puluhan foto-foto tersebut satu persatu. Ada yang luput dari perhatian semua orang termasuk dirinya, di beberapa foto yang diambil secara candid, Juna tampak muram walaupun hanya sekilas.


Membuang napas kasar, Anggi menatap langit-langit yang terbuat dari gipsum berukir. Setelah mendengar penuturan ibu mertuanya tentang masa lalu pria yang menjadi suaminya itu, pandangannya tentang Juna yang otoriter juga arogan mulai berubah. Rasa prihatin menyentuh kalbu kala mengetahui penyebab perangai sang suami yang menurut ibu mertuanya memang agak sedikit keras sejak dulu, bertambah berkali-kali lipat menjadi sekeras batu setelah kegagalan besar meluluh lantakkan seorang Juna.


Kegagalan Juna dalam urusan cinta tidak sepele bersamaan dengan bangkrutnya perusahaan yang sempat dirintisnya dulu. Dalam hal berbisnis, Juna memanglah lebih unggul terbukti dari bagaimana cepatnya dia bangkit kembali hingga berada di posisi sekarang ini dalam waktu singkat. Akan tetapi, jika menyangkut masalah hati, justru kecerdasannya itulah yang menjadi musuh terbesarnya.

__ADS_1


Otaknya yang encer menjadikan Juna termasuk dalam jajaran murid berprestasi dalam hal akademik sejak sekolah dasar. Namun, daya ingatnya yang begitu kuat itu justru menjadi bumerang baginya, karena saat dirinya terpuruk begitu dalam, maka penyebab dari kuterpurukannya itu sulit dilupakan dari ingatan. Menempel lengket seperti di lem yang memakai perekat berkualitas tinggi.


Begitulah pula rasanya untuk Viona. Juna yang memang menaruh hati sejak lama, sempat mengubur harapan kala mengetahui Viona sudah menikah di saat dirinya terlambat membawa segenggam asa hendak mengungkap rasa. Lalu, Juna kembali memupuknya ketika Viona menjadi janda. Mencurahkan cinta tulusnya bahkan berangan-angan menjadi ayah sambung dari Nara, putri Viona dan Bima. Menyayangi Nara selayaknya anak kandung sendiri dan menemani Viona tanpa lelah di saat-saat wanita itu rapuh akibat perceraiannya dengan Bima.


Bertahun-tahun Juna menanti Viona membuka diri setelah berbagai macam usaha diupayakan. Namun, apa mau dikata. Takdir memang tidak menggariskan dirinya berjodoh dengan Viona ketika hal tersebut sudah nyaris dalam genggaman.


Bahkan demi mendapatkan si pujaan hati , Juna pernah bersitegang dengan Marina akibat tergerus cinta dan obsesi ingin memiliki. Juna juga sempat menyembunyikan fakta pada keluarga besarnya tentang Viona yang memiliki anak, bahkan Surya waktu itu baru mengetahui fakta yang disembunyikan Juna setelah dirinya berkunjung langsung ke Bandung saat acara pembicaraan pertunangan dadakan.


Keluarga besar terutama sang nenek menentang keinginan Juna yang ingin menikahi janda beranak satu. Bukan masalah status jandanya, akan tetapi perihal anak Viona yang bukan anak kandung Juna. Bagi sang nenek, semua keturunan mereka haruslah mengalir darah Syailendra di dalamnya. Bersikukuh begitu keras tak bisa diganggu gugat. Sepertinya dari neneknya lah sifat keras Juna menurun.

__ADS_1


Mungkin inilah cara alam menyadarkan Juna bahwa dirinya dan Viona tidak berjodoh. Yang paling terobsesi dan paling berharap kala itu adalah Juna, menutup mata akan fakta bahwa Viona masih mencintai Bima walau bibir enggan berkata. Sehingga saat kegagalan menghantam, yang paling berharap lah yang paling terpukul.


Anggi lagi-lagi terngiang kalimat panjang Marina sebelum mereka menyudahi obrolan.


Mami sejujurnya tak bermaksud berucap demikian saat itu, ketika itu Mami kalut akibat terus mendapat tekanan dari neneknya Juna, dicap tak mampu mendidik anak sehingga Arjuna menjadi pembangkang. Mami pernah berkata pada Arjuna bahwa di akan menyesal jika tidak menuruti ibu sendiri. Tak berselang lama dari hari itu, rencana pertunangannya batal dan perusahaan yang dikelolanya bangkrut hingga habis tak tersisa.


Juna sempat terpuruk amat dalam, akan tetapi kegagalan dan kebangkrutannya kala itu berhasil menyadarkannya walau tak sepenuhnya. Bahwa segala sesuatu jika tidak ditakdirkan, maka sekeras apa pun usaha yang dilakukan semuanya akan berakhir terlepas dari genggaman, kembali ke tempat seharusnya yang telah digariskan. Seperti Viona yang waktu itu kembali menikah dengan Bima dan semua itu terjadi memang sudah ada yang mengatur, yakni Sang Pencipta. Tapi nyatanya, kegagalan cintanya menyisakan lubang besar di hatinya yang ternyata tidak mudah ditambal kembali. Mami pun maklum karena perjuangan Juna dulu demi mendapat cinta Viona bukanlah usaha singkat, alhasil menjadikannya sosok yang arogan saat harapannya hancur lebur. Mami tidak akan memaksa kamu memaafkan maupun membenarkan arogansi Juna. hanya berharap, semoga dari cerita Mami, kamu bisa sedikit memahami Juna.


“Apakah belajar untuk melupakan dan melepaskan sangat sulit bagimu, Mas? Kenapa menyiksa diri?” tanya Anggi sembari mengusap foto tampan Juna dalam balutan tuxedo hitam yang sedang menandatangani buku nikah.

__ADS_1


“Kamu pernah berduka karena cinta begitu juga aku. Walau mungkin nestapaku tak sepadan dengan milikmu. Kita ditakdirkan bersama pasti untuk sebuah alasan, bukan? Seharusnya kita saling mengobati, bukan malah saling menyakiti, iya kan?" ucapnya lirih.


TBC


__ADS_2