Istri Arjuna (Sebatas Pelampiasan)

Istri Arjuna (Sebatas Pelampiasan)
BAB 50b


__ADS_3

Istri Arjuna bab 50b


“Aku tidak mau makan tim ayam itu.” Anggi menolak suapan ke tiga yang Juna sodorkan ke depan mulutnya, menggeleng pelan sambil membekap mulut rapat-rapat.


“Tapi kamu harus banyak makan, seperti saran dokter.” Juna merengut tak suka sambil memegang sendok. Rasa khawatir diiringi otoriter masih tetap saja membungkus seorang Arjuna. Hanya saja kini terbalut nada sayang yang kental terasa bukan sekadar memerintah.


“Tapi aromanya bikin aku mual,” sahutnya.


“Sekarang bukan cuma tubuhmu yang butuh nutrisi, tapi juga bayi kita. Semalam aku sempat bercakap-cakap dengan perawat tentang makananmu. Menu yang disiapkan sudah melalui pengawasan ahli gizi rumah sakit yang disesuaikan dengan kebutuhan nutrisi ibu hamil juga menunjang penyembuhanmu. Atau, jangan-jangan kamu memang ingin menginap satu bulan penuh di sini?” Juna membuang napas frustrasi.


“Bukan begitu maksudku. Tapi aku benar-benar tidak bisa makan menu itu, Mas. Aku beneran mual,” jelas Anggi parau, matanya mulai berkaca-kaca.


Anggi benci dirinya sekarang. Benci karena tiba-tiba menjadi sensitif dan cengeng hanya karena perihal mual dan muntah. Padahal sebelumnya di saat Juna sering melontarkan bentakkan tajam pun dia selalu berhasil menahan diri untuk tidak mudah menangis.


“Eh, ke-kenapa menangis.” Juna gelagapan sendiri melihat bola mata indah Anggi menggenang. Menaruh nampan yang ada di pangkuan ke atas meja dan berpindah duduk dari kursi ke tepian ranjang. Sedangkan Anggi membuang muka ke arah lain seraya menyusut sudut mata.


Entah kenapa, saat melihat tirai kristal bening mengkilap basah di bola mata Anggi, membuat Juna merasa serba salah sekarang. Padahal dulu tidak begini. Mungkinkah getaran tak tega yang merambat dalam dada adalah imbas dari debaran rasa yang kini semakin menguat dalam sanubari?


“Maaf,” ucap keduanya bersamaan.


Anggi menoleh dan Juna balas menatap. Keduanya terdiam tanpa kata. Saling menelisik netra masing-masing. Sebelah tangan Juna terangkat, menyentuh pipi Anggi ragu-ragu pada awalnya. Anggi hanya diam tak menolak, mendapat respons semacam itu, Juna memberanikan mengangsurkan jemarinya kini mengusap sudut mata.


“Aku … aku tak bermaksud menjadi cengeng,” cicit Anggi pelan.


Juna tersenyum miris. Dia sangat tahu Anggi bukanlah sosok semacam itu. “Aku tahu,” sahut Juna lembut. “Kalau kamu cengeng, tidak mungkin mampu bertahan denganku sampai sejauh ini,” sambung Juna yang kemudian membuang napas panjang. Menunduk dalam tak berani mengangkat wajah.


Suasana hening membentang, Anggi tak tahu harus bereaksi seperti apa. tangannya terulur bermaksud menyentuh rambut si pria yang menunduk itu. Namun, diurungkannya ketika terdengar suara ketukan di pintu.

__ADS_1


Yang masuk adalah perawat. Membawa kelengkapan menyeka tubuh dan menyerahkannya kepada Juna.


“Anda yakin bisa melakukannya sendiri, Pak? Sebetulnya ini merupakan bagian dari tugas saya sebagai perawat.” Si perawat wanita yang terlihat sudah senior itu bertanya sopan.


“Saya yakin, saya bisa.” Juna menjawab mantap. Padahal dia sama sekali tak memiliki pengalaman dalam menyeka tubuh orang sakit dan ini merupakan kali pertama.


“Anda sudah pernah melakukannya sebelumnya, Pak? Jika belum saya ingin berpesan. Berhati-hati saat menyeka jangan sampai mengganggu kinerja selang infus juga ketika membersihkan bagian organ intim supaya tidak mengganggu posisi kateter. Kateter hanya akan dipakai dua hari ke depan untuk memastikan ibu Anggita benar-benar menjalankan bedrest total seperti anjuran dokter. Setelah dua hari akan dilepas dan untuk buang air nantinya sampai seminggu penuh, Anda bisa meminta bantuan perawat jika masih di rumah sakit, atau keluarga maupun suami Anda untuk menggendong ke kamar mandi saat sudah pulang nanti.”


“Saya paham. Juga, saya sendiri nantinya yang akan menggendong. Saya akan mendampingi sampai istri saya pulih,” sambar Juna cepat.


“Baiklah, kalau begitu saya permisi. Jika butuh bantuan, tinggal tekan tombol yang tersedia, Pak, Bu. Mari.” Si perawat berpamitan dan meninggalkan dua sejoli itu.


Juna mengusap tengkuk beberapa kali disertai membasahi bibir. Jantungnya berdegup tak karuan sekarang. Berteriak pada dirinya sendiri dan meyakini bahwa dia mampu. Bukan tentang menggendong, tetapi masalah menyeka. Juna nenelan ludah susah payah kemudian berkata, “Ma-mau kuseka sekarang?”


“Eh, gi-gimana ya. Ya, ter-terserah,” sahut Anggi bingung. Memalingkan pandangan ke arah lain.


TBC


Author note


Halo pembacaku tersayang. Semoga selalu sehat dan bahagia di mana pun berada. Maaf baru update kembali, hari kemarin aku benar-benar enggak bisa pegang laptop karena anakku sakit. Mohon do'anya ya.


Bahagia selalu dan selamat membaca 💕.


Intermezzo sedikit.


Kemarin-kemarin sudah beberapa kali ada yang bertanya dan meminta mengenai resep nasi goreng kencur yang dibuatkan Anggi untuk Juna juga tentang baju kurung yang dipakai Anggi di pertemuan di Bandung. Karena kalau dijawab satu persatu tidak memungkinkan, jadinya kumuat di sini supaya lebih praktis. Semoga bermanfaat.

__ADS_1


Resep nasgor kencur.


Nasi putih dingin secukupnya


Kencur satu ruas jari diiris tipis


Bawang merah dua buah diiris tipis


bawang putih tiga siung diiris tipis


Cabai rawit atau cabai merah iris (Opsional, sesuaikan dengan selera pedas masing-masing)


Teri medan goreng secukupnya


Secukupnya garam


Secukupnya kaldu jamur atau penyedap sesuai selera


Pelengkap telur rebus, irisan mentimun dan kerupuk.


Semua bumbu ditumis pakai sedikit minyak hingga harum, tambahkan nasi, garam dan penyedap, aduk sampai rata dan setelah matang sesaat sebelum diangkat masukkan teri medan goreng aduk rata. Selesai, tinggal disajikan. Resep di daerah masing-masing mungkin berbeda, ini tidak menjadi patokan, hanya berbagi resep yang biasa kupakai karena ada beberapa pembaca yang meminta.


Juga yang bertanya tentang bentuk baju kurung yang dipakai Anggi di pertemuan di Bandung itu seperti apa. Aku akan memuat gambarnya. Kebanyakan pasti sudah tahu ya, ini hanya sebagai percontohan saja karena ada beberapa yang bertanya dan tidak tahu seperti apa itu baju kurung. Modelnya beragam dan ini salah satunya. Baju kurung selalu terlihat sopan dan elegan, tetapi tetap menonjolkan kesan sederhana dengan sentuhan manis.



Semoga Infonya bermanfaat.

__ADS_1


__ADS_2