Istri Kesayangan Tuan Pram

Istri Kesayangan Tuan Pram
Rencana Rahasia


__ADS_3

Waitress membawa nampan berisi empat jenis minuman dan meletakannya di atas meja. Ia lalu berjalan keluar dengan pinggul yang melenggak-lenggok. Freya sungguh merasa kagum karena suaminya tidak melirik sedikit pun kepada waiter yang cantik dan seksi itu, padahal ia memergoki Pak Bayu beberapa kali mencuri pandang ketika waiter itu lewat di depannya. Tentu saja Freya pura-pura tidak melihat dan berpaling ke arah lain.


Waitress itu kembali tak lama kemudian dengan membawa troli berisi aneka camilan. Ada kentang goreng, macam-macam kue basah, sushi, waflle, croffle, dan beberapa jenis yang tidak diketahui namanya oleh Freya. Semuanya disusun dalam wadah-wadah kecil yang cantik, membuat tampilan hidangan-hidangan itu semakin menggugah selera.


Lisa menyikut lengan Freya dan berbisik, “Semuanya boleh dimakan?”


“Seharusnya boleh ...,” jawab Freya dengan mata berbinar. Semua camilan itu terlihat lezat.


“Cobalah,” ucap Pramudya ketika melihat dua gadis yang duduk berseberangan dengannya saling berbisik sambil menatap hidangan yang baru saja dibawakan oleh waiter.


Setelah Pak Bos mempersilakan, Lisa tidak malu lagi. Ia mencomot sepotong sushi, memberi sedikit wasabi di atasnya sebelum memasukkannya ke mulut.


“Ini enak. Kamu cobalah,” ucapnya seraya menyodorkan sepotong sushi kepada Freya.


Freya yang baru saja mencocol kentang goreng ke dalam saus tidak jadi memakan kentang itu, tapi menerima sushi dari tangan Lisa.


Hm. Ia mengangguk setuju. Memang enak. Tapi wasabinya terlalu pedas. Matanya hampir berair karena kepedasan.


Segelas jus semangka terulur di depan wajahnya. Ia menoleh. Rupanya Pak Pram yang menyodorkan minuman itu. Meski tanpa mengatakan apa-apa, Freya merasa tindakan itu sudah lebih dari cukup.


Ini ... bagaimana ia harus menghadapi suaminya yang seperti ini ....


Ia mengangkat tangan dan menerima gelas itu, meneguk isinya perlahan.


Freya mengernyit. Kenapa rasa jusnya sedikit aneh? Seperti dicampur soda. Tapi rasa buahnya lebih dominan. Selain itu manis ada rasa manis samar yang terasa harum di ujung hidungnya.


Ia menjauhkan gelas dan memperhatikannya dengan saksama. Minuman apa namanya ini?


“Kenapa?” tanya Pramduya.


Freya menggeleng. “Tidak apa-apa. Jusnya enak.”


“Oh.” Pramudya mengambil gelasnya dan meminum isinya sedikit.


Ia ikut mengernyit. Ini hanya jus semangka biasa yang dicampur lemon dan stoberi. Rasanya tetap sama seperti jus semangka.

__ADS_1


Apakah dia sangat menyukai buah semangka?


Meski heran, Pramudya tidak mengatakan apa-apa dan meletakkan kembali gelasnya di atas meja.


Lisa yang sejak tadi sudah menahan napas akhirnya bisa menarik napas lega. Ia sangat ingin mengacungkan jempol kepada Pak Bayu. Hanya diberi sedikit ide, pria itu mampu mengeksekusinya dengan sangat baik.


Ia lalu melirik Freya dan merasa sedikit bersalah dalam hati. Tapi kalau tidak begini, mungkin tidak akan ada kesempatan lagi. Entah kapan temannya yang memiliki harga diri tinggi itu akan mengatakan dengan jujur apa yang ada di dalam hatinya.


Bayu memasang tampang tak berdosa dan meminum jusnya sendiri. Ia sangat yakin Pramudya akan berterima kasih kepadanya nanti.


Suara sorakan dari lantai bawah menarik perhatian semua orang. Rupanya gadis-gadis cantik yang tadi mengenakan kostum kupu-kupu sedang beraksi di atas lantai dansa.


Tubuh mereka meliuk mengikuti dentuman musik, serentak melakukan gerakan-gerakan dance yang sangat memukau. Para pengunjung yang mengelilingi arena bersorak dan bertepuk tangan, riuh rendah menimpali suara musik yang semakin intens.


Tanpa sadar kepala Freya bergoyang ke kanan dan kiri, mengikuti irama lagu yang merupakan mix dari beberapa lagu barat kesukaannya. Ia mengangkat gelas jusnya dan bersulang di udara, memekik dan larut dalam keseruan di bawah sana. Sesekali ia ikut bernyanyi ketika penggalan lagu yang diketahuinya berkumandang bersama musik DJ.


Lisa dan Bayu saling menatap.


Rencana mereka berhasil?


Mata Lisa berbinar cerah. Ia sangat ingin tertawa, tapi ditutupnya mulutnya dengan telapak tangan. Jangan sampai Pak Bos curiga dan menendang pantatnya keluar sebelum keseruan dimulai!


Apakah dia juga menyukai dunia malam dan tempat-tempat hiburan seperti ini?


Rasanya tidak mungkin.


Yang meminta mereka untuk datang ke tempat ini adalah Lisa, bukan istrinya.


Atau ... jangan-jangan dia yang meminta Lisa untuk menyampaikan keinginannya itu kepada Bayu?


Pramudya menebak-nebak dalam hati, tapi tidak bisa menemukan jawabannya.


Di seberang sana, Freya meneguk lagi isi gelasnya sampai tandas. Ia merasa sangat bersemangat! Seperti ada perasaan hangat dan euforia yang menjalar dari dalam dadanya, merambat dan memenuhi seluruh pembuluh darahnya, membuat tubuhnya terasa lebih nyaman dan relaks.


Sudah sangat lama ia tidak merasa sesantai ini. Sejak menikah dengan Pak Pram, otot-otot dan syaraf di tubuhnya selalu kaku dan tegang sepanjang waktu. Ia juga sangat yakin tekanan darahnya terus meningkat setelah mereka menikah.

__ADS_1


Namun, terima kasih kepada Kakek yang memberikan liburan ini. Ia merasa tekanan darahnya sudah kembali ke titik normal. Bahkan lebih baik dari itu. Ia belum pernah merasa sebahagia ini sebelumnya.


“Kakek, terima kasih! Aku menyayangimu!”


Freya berteriak tiba-tiba, membuat ketiga orang lainnya hampir terlonjak karena terkejut, terutama Lisa. Gadis itu benar-benar merasa sedikit takut sekarang. Tadi ia yang memberi usul agar minuman Freya diberi sedikit alkohol.


Ia juga meminta minuman yang sama dengan milik Freya kepada Pak Bayu. Tapi ia belum meminum “jus semangka” miliknya. Haruskah ia bersyukur? Tampaknya akan sedikit mengerikan jika ia juga bertingkah seperti Freya.


Sebenarnya, apa yang dibisikkan Pak Bayu kepada waiter seksi itu? Kenapa Freya jadi aneh begini?


Ini ... sedikit menakutkan ....


Bagaimana kalau Pak Bos tahu dan memukulinya dan Pak Bayu sampai babak belur?


“Apa yang kamu berikan kepadanya?” tanya Pramudya seraya memberi tatapan mematikan kepada Bayu. Ia sudah menduga ada yang tidak beres.


Sebelum Bayu sempat menjawab, Freya sudah berdiri di atas sofa dan merentangkan kedua tangannya lebar-lebar.


Mampuslah.


Lisa merasa nyawanya baru saja melayang keluar dari atas kepalanya. Lebih baik ia berpura-pura tidak ada hubungannya dengan semua ini.


Sebelum Pak Pram semakin menggila, ia segera bangun dan menghampiri Freya.


“Freya, ayo turun,” ucapnya seraya menggapai ke arah Freya.


“Lisa, aku sangat senang! Aku senang memiliki teman sepertimu ... aku senang bisa datang ke tempat ini bersama kalian ... aku tidak akan melupakan hari ini selamanya.” Freya mulai meracau seraya menggerak-gerakkan jarinya di udara, menunjuk-nunjuk ke arah Lisa, Pramudya, dan Bayu bergantian.


Lisa sudah hampir menangis. “Pak Bayu, ayo lekas kembali ke villa ....”


***


***


Nah, loh, jeng ... jeng ... jeng....

__ADS_1


😂


Jan lupa komen dan like yaaa, thank you...


__ADS_2