Istri Kesayangan Tuan Pram

Istri Kesayangan Tuan Pram
Mungkin Demi Kamu


__ADS_3

Setelah pulang dari rumah sakit, Freya kembali menyibukkan diri dengan pergi ke kampus dan mengurus kafe sekaligus butik.


Hari-hari kembali berjalan seperti biasa. Hanya waktu kerjanya yang berkurang karena Lisa mengikutinya ke mana-mana, mengingatkan sepanjang waktu agar ia istirahat dan makan tepat waktu. Hal itu membuatnya kadang menggoda Lisa dengan memanggilnya “Ibu”.


Di sisi lain, Yoga selalu datang dan menjemputnya setiap pagi, mengantarnya ke kampus. Pada siang menjelang sore, pria itu sudah menunggu di depan gerbang, lalu dengan sigap mengantar Freya ke kafe. Pada malam hari, dia akan datang dengan tangan penuh bungkusan makanan meski Doni selalu memberinya tatapan kesal.


Belum lagi Lisa yang selalu melotot sebal setiap kali Yoga datang.


Freya sungguh tidak mengerti mengapa Lisa begitu membenci Yoga. Padahal menurutnya sikap Yoga sudah sangat rendah hati, tidak pernah mempermasalahkan insiden pemukulan oleh Lisa di rumah sakit. Pria itu juga tidak pernah menanggapi dengan emosi lagi meski Lisa selalu lebih dulu mencari gara-gara.


Hari itu karena tidak ada jadwal kuliah, Freya memutuskan untuk pergi ke kafe sejak pagi.


Sudah hampir akhir bulan. Ada banyak laporan dan pembukuan yang harus diperiksa. Ia membawa tas ransel yang berisi pakaian ganti, berjaga-jaga jika ia akan berada di kafe sampai malam.


“Hei, kamu tidak jadi pulang?” Freya terkejut ketika melihat Lisa duduk di ruang tamu, entah sedang melihat apa di ponsel sampai-sampai tidak menyadari kehadirannya. Tadi malam si cerewet ini bilang ingin pulang untuk menjenguk ayahnya.


“Sudah. Aku baru sampai. Kamu mau ke mana?” jawab Lisa. Freya memang memberikan kunci duplikat apartemen untuk memudahkannya datang kapan saja.


“Hari ini tidak ke kampus, kenapa tidak temani ayahmu di rumah?” Freya balik bertanya.


Lisa menggeleng. Kondisi ayahnya sudah jauh lebih baik. Obat yang mahal dan dokter yang profesional memang sangat berbeda dengan dokter BPJS yang selama ini menangani ayahnya. Memang uang yang dikeluarkan sebanding dengan hasil yang didapatkan.


“Apa yang sedang kamu baca? Kenapa serius begitu?” Freya mendekat dan duduk di sebelah Lisa.


“Oh, ini ... produk perhiasan hasil kerja sama Antasena Group dengan Jewelry Inc bocor sebelum rilis bulan depan. Desain mereka dijual oleh kompetitor dengan harga lebih murah. Modelnya sama persis. Antasena Grup harus membayar kerugian milyaran dollar.” Lisa mengusap layar ponselnya, merunut berita ke bawah.


“Sebentar, ada lagi ... terjadi kecelakaan kerja di salah satu anak perusahaan Antasena Grup. Para pekerja mogok dan demo. Keluarga korban menuntut ganti rugi 2 miliar. Gila! Ah, ini lagi ... salah satu produk kosmetik yang dipasarkan Antasena Grup membuat kulit iritasi, dituntut satu triliun.” Lisa mendongak dan mengamati perubahan ekspresi Freya, tapi temannya itu hanya menatapnya dengan wajah datar.


“Bukankah ini sedikit aneh? Seharusnya mantan suamimu tidak seceroboh itu,” ucapnya meminta persetujuan.


“Sejak kapan kamu suka membaca berita bisnis?” sindir Freya. Memangnya ia tidak tahu apa tujuan Lisa mengatakan itu semua?


“Aku ‘kan ambil jurusan manajemen bisnis, tentu harus banyak membaca berita bisnis.” Lisa membela diri. Ia keluar dari forum berita bisnis, lalu masuk ke salah satu aplikasi membaca online yang ada di ponselnya.


“Lihat, cerita ini ditulis oleh author Biru Samudera. Judulnya Pengantin Pengganti Untuk Tuan Muda. Aku menangis sampai mataku bengkak setelah membaca cerita sialan ini. Aku sangat membenci penulisnya. Kenapa harus membuat kisah sesedih itu? Membuat mood-ku jadi buruk lebih dari satu minggu. Tidak ada kisah yang lebih menyedihkan daripada cinta yang dipisahkan oleh kematian.”


Freya hanya mengangkat alisnya, seolah sedang bertanya “lalu apa hubungannya denganku?”.


Lisa berdeham dua kali sebelum melanjutkan, “Kamu tahu? Tokoh utama perempuannya bernama Kinara Lee, seorang gadis yang mencintai Alex Smith dari kecil sampai dewasa. Perbedaan status sosial mereka sangat besar, sama seperti kamu dan Pak Bos. Bedanya, dalam cerita ini, Kinara Lee bersikeras mendampingi Alex dalam situasi apa pun. Dia tidak tahu kalau sedang hamil, terluka karena selalu melindungi suaminya, lalu meninggal ketika akan melahirkan. Alex hidup dengan penyesalan seumur hidupnya karena tidak bisa melindungi wanita yang dia cintai.”


Ada keheningan panjang yang tercipta.

__ADS_1


Lisa menunggu reaksi Freya.


Freya berusaha menata emosinya. Ada perasaan aneh yang membuat jantungnya melonjak sesaat.


Sedetik kemudian, ia tertawa dan berkata, “Itu hanya cerita fiktif. Hanya untuk hiburan. Kamu konyol sekali."


Lisa menggeleng cepat. “Tidak, Freya. Mungkin ... apa yang dilakukan oleh Pak Pram itu demi kamu ... mungkin dia hanya ingin melindungimu.”


Freya memutar bola matanya dengan ekspresi bosan, malas meladeni si cerewet ini. Ia bangun dan berjalan ke luar.


Apa yang terjadi dengan Antasena Grup, apa pedulinya? Kalau ingin melindungi, bukan dengan cara mematahkan hatinya yang belum sepenuhnya sembuh.


Kalau masih tersisa rasa peduli di hatinya, itu mungkin karena mereka pernah menjalin hubungan yang cukup intim. Bukan karena cinta, atau karena perasaan omong kosong apa pun itu.


Ia tidak lagi percaya cinta.


Tidak peduli.


Tidak ingin peduli.


“Hei, tunggu! Aku ikut!” seru Lisa seraya bangun dan mengambil tasnya di atas meja, lalu setengah berlari menyusul Freya yang sudah hampir tiba di depan pintu.


Freya berhenti berjalan dan menaikkan alisnya, menatap Lisa dari atas sampai bawah.


“Kamu mau ke mana?” tanya Freya.


“Kamu mau ke mana?” Lisa balik bertanya.


“Kencan dengan Yoga. Kamu mau ikut?”


“Bohong!”


Alis Freya naik semakin tinggi. Ia tidak menyangkal atau mengiyakan tuduhan itu.


Keduanya saling menatap tanpa ada yang berkedip.


Tawa Freya akhirnya menyembur. Ia tidak tahan lagi.


“Kamu terlihat seperti ingin memukuli Yoga sampai mati. Sebenarnya ada apa?” tanyanya di sela tawanya.


Lisa menggigit bibirnya kuat-kuat dan berteriak dalam hati. Dia bajingan! Orang munafik sepertinya tidak pantas untukmu!

__ADS_1


Sampai saat ini Pak Bayu masih belum sadar. Ada rasa cemas yang mengendap, membuat Lisa tidak bisa menjalani harinya dengan tenang. Setiap saat menunggu kabar dari Ruth yang selalu berganti nomor telepon.


“Lisa?”


“Hm.”


“Katakan, sebenarnya kamu menyembunyikan apa? Kenapa dengan Yoga? Kalau kamu tidak memberitahuku, bagaimana kalau aku menikah dengannya lalu—“


“Kamu mau menikah dengan berandalan itu?!” Lisa melotot.


“Memangnya kenapa? Sekarang aku single. Menikah dengan siapa pun tidak masalah, kan?”


“Tidak boleh! Aku tidak setuju! Kamu tidak boleh menikah dengannya!” Lisa menggeleng panik. Apa-apaan menikahi pria munafik itu? Tidak boleh!


“Freya ... dia tidak sebaik yang kamu lihat. Dia sangat licik, dia ....” Lisa menggigit bibirnya. Bagaimana caranya memberitahukan kepada Freya?


“Dia kenapa?”


“Pokoknya kamu dengarkan aku, dia tidak baik. Kamu tidak boleh memiliki hubungan apa-apa dengannya!”


Freya mengangkat bahunya, berbalik dan berjalan keluar.


“Frey, tunggu!” Lisa mengejar dengan panik. Bagaimana kalau Freya benar-benar pergi berkencan dengan bajingan tengik itu?


Lisa melompat masuk sebelum pintu lift tertutup. Ia melirik ke arah Freya yang menatap lurus ke depan, tidak mau menoleh ke arahnya.


“Freya ... kamu marah?” tanyanya pelan.


“Marah kenapa?”


“Karena aku ... karena aku tidak merestuimu dengan Yoga.”


“Aku tidak marah karena kamu tidak menyukai Yoga. Aku tidak suka karena kamu melarangku tanpa alasan yang jelas.”


Lift berdenting. Pintu terbuka. Freya berjalan keluar. Lisa mengejar di belakangnya.


Langkah Lisa melambat ketika melihat Yoga Pratama sudah menunggu di lobi. Penampilannya sangat menyilaukan. Dengan kaos oblong hitam dan celana jeans belel, benar-benar terlihat seperti berandalan sejati—yang sayangnya terlihat cukup tampan dan menawan.


Lisa mencibir dan memutar bola matanya. Ia mengambil ponsel, diam-diam mengetik pesan dan mengirimkannya ke nomor terakhir yang digunakan oleh Ruth.


Pak Bos harus tahu kalau Yoga Pratama semakin berani ... dan Freya semakin tidak peduli ....

__ADS_1


***


__ADS_2