Istri Kesayangan Tuan Pram

Istri Kesayangan Tuan Pram
Bersekutu (2)


__ADS_3

“Kak Tommy tenang saja, berapa pun yang Kakak butuhkan, katakan ... aku akan meminta ayah untuk mengurusnya,” ucap Carissa dengan suara manja yang membuat hati siapa pun akan luluh ketika mendengarnya.


Sayangnya, Tommy Antasena sudah cukup kebal dengan trik murahan seperti itu. Ada berapa banyak wanita yang memanjat ke ranjangnya dengan menggunakan pesona seperti itu? Ia sudah berhenti menghitungnya sejak lama.


“Aku akan mempertimbangkannya,” ucap Tommy. Ia mengangkat cangkir dan menyesap kopi di dalamnya. Perpaduan manis dan pahitnya sempurna. Ia menyukainya.


“Baiklah, aku akan menunggu kabar dari Kakak.” Carissa tersenyum lebar.


Ia cukup yakin Tommy akan menerima tawarannya untuk bekerja sama. Keluarga Winata bukanlah keluarga yang dipandang biasa di Malaysia. Mereka memiliki setidaknya empat perusahaan utama dan aset yang tidak kalah jika dibandingkan dengan Antasena Grup. Oleh sebab itulah ia merasa dirinya yang paling pantas untuk bersanding dengan Pramudya.


Mengenai gadis kampung itu, ia akan menyingkirkannya sesegera mungkin dan mengambil kembali posisi yang sejak semula memang ditakdirkan untuk menjadi miliknya: Nyonya Muda Antasena.


Tommy meletakkan kembali cangkir itu ke meja dan beralih kepada Yoga.


“Apakah Tuan Muda Pratama memiliki tujuan yang sama?” tanyanya.


“CEO Tommy tidak perlu segan, langsung panggil namaku saja. Tujuanku datang ke sini, memang untuk bekerja sama. Aku ingin mendapatkan kembali Freya,” jawab Yoga langsung ke inti pembicaraan.


Tommy menatap mata lawan bicaranya yang memancarkan kesungguhan dan tekad yang kuat, kemudian tidak bisa menahan diri untuk menertawakan kesialan adik tirinya. Lihatlah, ia tidak perlu repot-repot untuk turun tangan, ada sukarelawan yang bersedia menjatuhkan Pramudya dan merebut istri kecilnya.


Ironis sekali.


“Apa rencanamu mendapatkan kembali kekasih kecilmu itu?” tanya Tommy penuh minat. Sepertinya permainan ini menjadi sedikit lebih mengasyikkan dengan adanya tambahan pemain baru.


“Sama seperti Nona Carissa, aku akan menyokong dana ... berapa pun yang CEO Tommy inginkan, sebutkan saja nominalnya,” balas Yoga.


Ia bersusah payah mencari informasi mengenai Tommy Antasena bukan karena ia kurang kerjaan. Ia juga datang ke tempat ini bukan untuk berbasa-basi. Satu-satunya tujuannya adalah agar bisa kembali bersama Freya, apa pun caranya.


Bukannya ia tidak bisa bersabar menunggu hingga 6 bulan ke depan, tapi ia tidak mau mengambil risiko Freya terlanjur jatuh hati kepada suami palsunya itu.


Kalau seperti itu, apa yang harus ia lakukan?


Tidak ada.

__ADS_1


Maka dari itu, ia lebih memilih untuk melakukan langkah pencegahan dengan merebutnya kembali sebelum timbul benih-benih cinta di antara Freya dan Pramudya Antasena.


Tommy hampir bertepuk tangan karena sangat senang. Tak disangka, ia akan mendapatkan keuntungan secara cuma-cuma karena adik tirinya.


Rasanya cukup menyenangkan. Ia menyukai semua uang gratis ini. Terutama karena ia akan menggunakannya untuk melawan Pramudya. Tentu saja ia akan mengerahkan seluruh kemampuannya untuk membalas semua kekalahannya selama ini.


“Aku akan meminta asistenku untuk membuatkan surat perjajian. Sebutkan syarat apa saja yang harus aku penuhi,” ucap Tommy. Wajah tampannya dipenuhi seringai lebar.


“Jangan sakiti Pramudya. Selain itu, Kak Tommy boleh melakukan apa saja,” jawab Carissa.


Tommy menyeringai licik sebelum bertanya, “Kamu tidak takut aku akan membuatnya bangkrut?”


“Tidak masalah. Walaupun dia bangkrut, Keluarga Winata masih bisa menampung dan menghidupinya. Selain itu ... kalau dia bangkrut, dia akan semakin bergantung kepadaku ... begitu juga bagus ....” Carissa terlihat sangat percaya diri ketika mengucapkan kalimat itu. Ia sudah dapat membayangkan kehidupan yang indah bersama Pramudya sebagai suaminya.


Tommy hanya tertawa dan menoleh ke arah Yoga.


“Bagaimana denganmu?” tanyanya.


Tommy mengangkat alisnya dan mengangguk-angguk pelan. Lihatlah para kekasih yang sangat mencintai pasangan mereka ini ... begitu polos dan naif ....


Mereka mengira merekalah yang berkuasa dan berhak mengatur semua, tapi pada kenyataannya, dirinyalah yang memegang kendali atas segalanya.


Dalam pertempuran, selalu ada bidak yang dikorbankan. Dan ia sebagai perdana menteri berhak menentukan siapa yang akan ia jadikan bidak untuk mencapai tujuannya.


Meski demikian, Tommy tetap tersenyum dan menepuk tangannya dengan penuh rasa puas. Ia harus berpura-pura menjadi sekutu yang menguntungkan bagi kedua orang ini.


“Baiklah, sepakat. Aku akan meminta asistenku untuk segera mempersiapkan surat perjanjiannya. Mari bertemu lagi di lain waktu. Aku akan mentraktir kalian makan siang. Bagaimana?” tawarnya.


“Oke.” Carissa dan Yoga menjawab hampir bersamaan.


Wajah keduanya terlihat sangat puas. Kunjungan mereka kali itu tidak sia-sia. Setidaknya ada langkah awal yang telah diambil dan akan segera maju ke tahap selanjutnya.


Semakin cepat semakin bagus. Rasanya sudah tidak sabar mendapatkan kekasih mereka dan memeluk dengan erat, menyatakan ribuan penyesalan yang mereka rasakan di dalam hati.

__ADS_1


Karena tujuannya telah tercapai, Carissa bangun dan berpamitan, “Kak Tommy, terima kasih. Aku akan menunggu kabar darimu. “


“Hm.” Tommy mengangguk sekilas. Ia menunggu sampai Carissa telah keluar dari ruangan itu sebelum menoleh dan menatap Yoga Pratama. Pemuda itu tidak terlihat seperti ingin segera pergi dari kantornya.


“Apakah masih ada yang ingin kamu bicarakan?” tanyanya.


“Ya. Mengenai membuat Pramudya bangkrut, apakah Anda bersungguh-sungguh dengan ucapan itu?” Yoga balas bertanya. Ia merasa sedikit tertarik ....


Jika Pramudya bangkrut dan kehilangan semua asetnya, ia yakin akan lebih mudah mendapatkan Freya kembali.


Tommy terkekeh pelan mendengar pertanyaan itu. Ia sudah menduga, Yoga pasti akan menanyakannya.


“Tak kusangkan kamu sangat menginginkan gadis itu sampai tahap seperti ini,” ujar Tommy di sela tawanya.


“Dia adalah hidupku. Aku bisa bertahan selama ini hanya untuk kembali kepadanya.Tentu saja aku akan melakukan apa pun untuk mendapatkannya kembali.”


“Katakan, apa rencanamu.”


“Mari bersatu dan hancurkan Pramudya. Ketika dia jatuh, Anda bisa melenyapkan perusahaan miliknya, atau menggabungkannya dengan perusahaan Anda di sini.”


Permainan ini semakin menarik, Tommy tiba-tiba tidak ingin mengundurkan diri dari Antasena Grup lagi.


Kelak, ketika semua itu menjadi miliknya, ia akan berdiri di tempat yang selama ini tidak terjangkau olehnya dan menendang Pramudya keluar dengan kakinya. Ia ingin melihat adiknya itu merangkak dan tidak bisa bangkit lagi.


Hanya dengan memikirkannya saja sudah membuatnya merasa sangat bersemangat.


Tommy mengulurkan tangan ke arah Yoga sambil berkata, “Deal.”


Yoga menyambut tangan Tommy sambil menyeringai puas. Ia akan mengerahkan semua kekuatan Keluarga Pratama untuk menyeret Pramudya Antasena ke bawah. Demi Freya, ia akan melakukan apa pun ....


Meski harus melewati gerbang neraka sekali pun, ia akan melakukannya dengan sukarela.


***

__ADS_1


__ADS_2