
Bayu berjalan mondar-mandir di dalam kantor Pramudya sambil memijit pelipisnya. Pesan dari Lisa membuat tekanan darahnya naik.
Istri Pramudya memang sangat luar biasa berani dan suka membuat orang emosi. Akan tetapi, ia juga tidak bisa menyalahkan gadis itu sepenuhnya. Ia mungkin juga akan melakukan hal yang sama jika kekasih dari masa lalunya datang dan mengajak balikan. Siapa yang tidak akan melakukannya?
Oh, Pramudya tidak melakukannya. Pria yang tidak memiliki hati nurani itu mengabaikan mantan kekasihnya begitu saja. Yah, meski dalam hal ini dia termasuk kategori gentleman karena menolak mantan pacar demi istri, tapi istrinya itu hanyalah istri palsu.
Bayu berhenti bergerak karena pemikirannya sendiri. Jadi ia harus membela Pramudya karena menolak mantan pacarnya atau tidak?
Haish, sudahlah. Jangan pikirkan hal itu sekarang. Saat ini, yang paling penting adalah menemukan di mana gadis itu berada.
Bayu sudah mengutus lebih banyak orang untuk mengejar Freya kembali, tapi sudah lebih dari 30 menit, masih belum ada kabar dari orang-orang suruhannya.
Bayu merasa kesal setengah mati, terutama karena Pramudya masih bisa duduk dengan tenang dan menandatangani semua dokumen dengan serius.
Rasanya ia sangat ingin menghampiri Pramudya dan merobek semua kertas itu untuk melihat bagaimana emosi sahabatnya itu bergejolak. Sayangnya ia tidak memiliki nyali untuk melakukannya. Ia masih menginginkan nyawanya.
Langkah kaki Bayu terhenti lagi ketika mendengar nada panggilan masuk. Ia mengambil ponsel dari dalam saku dan melihat nama yang tertera di layar. Ia langsung menerima panggilan itu tanpa berpikir dua kali.
“Tuan, Nyonya hilang.”
“Apa? Kenapa bisa begitu?” Bayu hampir berteriak ketika mendengar laporan dari anak buahnya.
“Yoga Pratama menjebak pengawal yang diutus untuk menjaga Nyonya sehingga terpisah dari Nyonya. Ketika kami menemukan Yoga, Nyonya sudah tidak ada. Saat ini dia juga sedang mencari Nyonya.”
"Sial! Kenapa kalian sangat tidak berguna?!" maki Bayu. Rasanya ia sangat ingin menendangi orang-orang itu jika mereka saat ini berada di hadapannya.
Ia menoleh ke arah Pramudya dan melaporkan berita yang baru saja diterimanya itu.
__ADS_1
"Istrimu hilang."
Pramudya hanya mengangkat alisnya sekilas dan bergumam, “Mana mungkin manusia sebesar itu hilang begitu saja.”
“Kalau begitu ... dia pasti diculik,” tebak Bayu. Tiba-tiba ia merasa semakin panik.
Sial, kenapa malah aku yang bertingkah seperti suami yang kehilangan istri? Bajingan ini malah santai dan terus bekerja. Memang tidak punya hati nurani!
Pramudya mendengkus. "Siapa yang mau menculiknya? Hanya orang bodoh yang mau melakukan hal tidak berguna seperti itu.”
"Pramudya, dia istrimu. Apa kamu tidak cemas sama sekali?”
“Berisik! Pekerjaanku sangat banyak, tidak bisa ditunda, harus selesai hari ini!” Pramudya menggebrak meja karena kesal. Semua konsentrasinya buyar karena Bayu yang tidak berhenti mengoceh.
Bayu yang dimarahi terkejut setengah mati. Ia berhenti bicara untuk sesaat, tapi kemudian balik memarahi Pramudya.
Setelah puas memarahi, Bayu berderap keluar dengan tak kalah emosi. Berbicara dengan balok es itu hanya menurunkan kadar kecerdasan emosionalnya saja.
Lebih baik pergi mencari Freya. Kalau sampai terjadi sesuatu kepada gadis tengil itu karena statusnya sebagai istri Pramudya, ia tidak tahu harus mengatakan apa kepada Pak Tua. Pramudya mungkin tidak takut kepada kakeknya itu, tapi ia tidak berani. Pria Tua itu tak kalah mengerikan dibandingkan Pramudya jika sudah mengamuk.
[Kirimkan lokasi kalian]
Bayu mengirimkan pesan untuk anak buahnya, kemudian masuk ke lift dan turun ke basemen yang menjadi tempat parkir. Ia memasuki mobil dan menyalakan mesin, kemudian mengendarai keluar dari tempat itu.
Biar bagaimana pun, ia merasa ikut bertanggung jawab atas nasib istri Pramudya. Freya tidak bersalah dan tidak mengetahui apa-apa. Ia dan Pramudya yang menyeret gadis itu masuk ke dalam konflik yang mereka hadapi. Jadi, jika sesuatu terjadi pada gadis itu saat berada dalam pengawasannya, maka ia tidak akan bisa memaafkan dirinya sendiri.
Suara ban mobil yang berdecit mengiringi kepergian Bayu. Anak buahnya telah mengirimkan titik lokasi di mana Freya terakhir berada. Ia tidak ingin membuang-buang waktu dan segera pergi ke sana. Mengenai Pramudya yang bersikap acuh tak acuh tadi, ia tidak ingin memedulikannya. Memikirkan tingkah sahabatnya itu hanya membuatnya merasa kesal.
__ADS_1
Sementara itu, di lantai atas, Pramudya yang dimarahi oleh Bayu tidak bereaksi untuk waktu yang cukup lama.
Apakah ia sungguh tidak peduli dengan hidup dan mati istrinya?
Kelihatannya seperti itu, tapi sebenarnya tidak. Sejak Bayu mengabari bahwa Freya pergi bersama Yoga, ia telah memberi perintah kepada pengawal khusus yang didapatkannya dari relasi bisnisnya di luar negeri. Ia tidak memercayai pengawal-pengawal yang sekarang, mereka terlalu ceroboh dan sembrono, tidak layak disebut sebagai pengawal pribadi.
Pramudya pergi berdiri di dekat jendela dan mengamati keramaian di bawah sana. Kendaraan yang berlalu lalang terlihat seperti rangkaian semut yang sedang berbaris keluar dan masuk sarang untuk mengumpulkan perbekalan makanan.
Ia berdiri dan menatap titik-titik kecil yang melaju di jalan raya. Ia terlihat sangat fokus dan larut dalam pikirannya sendiri. Hingga akhirnya ketika ponselnya di atas meja berdering, ia berbalik dengan cepat dan meraih benda itu.
[Kami sudah menemukan lokasi Nyonya]
Pramudya membaca pesan itu dan merasa sangat puas. Orang-orang seperti ini baru bisa diandalkan. Cara kerja mereka sangat cepat dan efisien.
Ia segera mengetik pesan balasan dan mengirimkannya.
[Jangan sampai istriku terluka. Orang yang menculiknya, bawa mereka ke kantor polisi]
Tak sampai tiga detik, masuk lagi pesan balasan.
[Baik, Tuan. Kami akan segera mengabari Anda secepatnya]
Sekilas tatapan Pramudya menjadi lebih dingin. Orang-orang yang berani menyinggung dirinya, ia pasti akan membuat mereka menyesal setengah mati.
Meskipun gadis konyol itu bukan istrinya yang sesungguhnya, ia tidak akan membiarkan siapa pun menyentuhnya dengan sembarangan, apalagi sampai melukainya.
Terutama dalang di balik kejadian ini. Ia pasti akan menuntut balas.
__ADS_1
***