Istri Kesayangan Tuan Pram

Istri Kesayangan Tuan Pram
Pulang


__ADS_3

Wajah Bayu terlihat sangat jelek ketika turun dari pesawat. Padahal ia menempati kabin first class, tapi sama sekali tidak merasa nyaman.


Dalam penerbangan pulang kali ini, Pramudya memintanya untuk bertukar tempat dengan Freya, tidak sama seperti ketika mereka baru datang ke Pulau Dewata: Freya duduk bersama Lisa, dan dirinya duduk bersama Pramudya.


Jadilah dalam perjalanan pulang itu ia duduk bersisian dengan Lisa.


Sebenarnya hal itu tidak terlalu mengganggunya. Ia tidak keberatan sama sekali untuk duduk bersebelahan dengan si petasan banting itu.


Akan tetapi, satu-satunya hal yang membuatnya kesal setengah mati adalah ia harus mendengar dan menyaksikan Pramudya yang sibuk memamerkan kemesraan dengan “pacar barunya” yang notabene adalah istrinya sendiri.


“Cobalah buah anggur ini, Sayang. Manis sekali.”


“Kamu mau sushi atau cheese roll?”


“Tidak boleh, itu mengandung alkohol. Air mineral saja.”


Dan masih banyak yang lainnya.


Bisa dibayangkan seberapa menjengkelkannya itu?


Bayangkan!


Bayangkan!


Seorang Pramudya Antasena menempeli istrinya dan bersikap manja sepanjang waktu. Bermulut manis dan mencari perhatian seperti remaja yang sedang jatuh cinta. Itu sangat menggelikan!


Bayu benar-benar sudah hampir muntah, bukan karena jet lag atau mabuk udara, tapi karena sikap Pramudya yang mengerikan itu. Ia tidak tahan!


Yah, meski sungguh ikut merasa senang melihat Pramudya akhirnya menemukan tambatan hatinya, tapi tetap saja, tidak perlu berlebihan seperti itu juga, 'kan.


Bayu merasa sedikit menyesal. Seharusnya ia tidak menunjukkan semua cuplikan drama romantis itu kepada Pramudya, dengan begitu Pramudya tidak akan mempraktekkan semuanya sekaligus.


Cih!


Membuat orang iri saja!


“Bermuka masam seperti itu untuk menakuti siapa?” tegur Pramudya sambil lalu. Tangannya masih menggenggam jemari Freya sejak turun dari pesawat. Ia menolak untuk melepaskan meski beberapa kali istrinya itu ingin melarikan diri.

__ADS_1


Bayu melirik kedua tangan yang saling melekat itu dan mencibir dalam hati.


Tentu saja untuk menakutimu. Memangnya ada siapa lagi yang bersikap begitu menjengkelkan dan perlu ditakut-takuti agar jangan terlalu tidak tahu malu.


Lisa terbatuk dan menarik tangan Pak Bayu. Pria bodoh ini harus diselamatkan. Jangan sampai Pak Bos menendang pantatnya karena emosi.


Yah, ia terpaksa melakukannya karena merasa senasib dan sepenanggungan dengan Pak Bayu. Mereka hanyalah pihak kedua yang sama-sama sering ditindas. Setelah Freya menjadi “kekasih” Pak Bos, dirinya telah sepenuhnya dilupakan. Sangat merana ... hiks ....


Lisa tidak tahu kalau sebenarnya Freya ingin berjalan bersamanya, tapi pacar barunya yang posesif itu tidak mengizinkannya menjauh. Rasanya seperti memiliki seorang bodyguard pribadi yang menarik perhatian semua orang ke mana pun ia pergi. Ia dapat merasakan cuping telinganya memerah karena ditatapi oleh orang-orang.


“Kamu lapar tidak? Mau makan dulu?” tawar Pramudya ketika mereka tiba di luar.


“Tidak. Tidak usah. Makan di rumah saja. Mungkin Kakek juga sudah menunggu kita pulang,” jawab Freya.


Yang benar saja. Perutnya sudah penuh sesak karena terus dijejali aneka makanan dan minuman saat di pesawat. Sekarang masih menawarinya makan lagi? Ingin mengubahnya menjadi seekor babi, kah?


Pramudya mengangguk. “Baiklah.”


Ia meraih pinggang Freya dan berjalan bersisian dengannya menuju mobil jemputan yang sudah tiba. Sudah ada orang yang mengurusi barang bawaan mereka sehingga mereka tidak perlu repot-repot mendorong koper dan mengangkat tas ke dalam mobil.


“Sore, Tuan, Nyonya,” sapa sopir seraya membukakan pintu mobil.


“Sore, Pak. Apa kabar?” balas Freya seraya tersenyum.


Lisa ikut tersenyum dan menyapa, sedangkan Bayu dan Pramudya hanya mengangguk sekilas.


“Baik, Nyonya. Silakan.”


“Terima kasih.”


Lisa dan Bayu yang tahu diri segera mengambil tempat duduk di belakang, membiarkan pasangan baru itu duduk di depan dan bermesraan seolah dunia ini hanya milik mereka berdua.


Bayu mengeluarkan laptop dari tas punggungnya dan memeriksa email yang masuk. Lebih baik bekerja dari pada sakit mata melihat tingkah Pramudya.


Lisa mengeluarkan ponselnya dan berseluncur di dunia maya. Ia sedang mempertimbangkan untuk menginstal dating app. Siapa tahu ia bisa mendapatkan pasangan bule dari luar negri. Ia juga ingin disayang dan dimanja seperti Freya, hiks ....


“Antarkan Bayu dan Nona Lisa lebih dulu,” ucap Pramudya kepada sang sopir.

__ADS_1


“Baik, Tuan.”


Sopir segera menjalankan mobil keluar dari bandara. Ia berusaha fokus meski tangan Tuan Pram yang melingkar di pinggang Nyonya Muda telah menarik perhatiannya sejak tadi. Apakah sepasang suami istri ini sedang berakting atau bersungguh-sungguh?


Ia melirik cepat dari cermin di atas dasbor. Tangan Tuan masih menempel di atas punggung tangan Nyonya. Itu artinya, Tuan dan Nyonya benar-benar sudah berbaikan?


Astaga ... astaga ... ia sangat ingin melihat wajah terkejut Pak Anton ketika menyaksikan ini!


Belum lagi Pak Tua yang sudah menunggu di rumah. Dia pasti akan sangat senang!


Jantung sang sopir berdebar-debar karena antusiasme. Ia memfokuskan pandangannya ke depan. Ia harus segera mengantarkan Tuan dan Nyonya pulang agar semua orang bisa segera merasakan kebahagiaan ini juga.


Freya mendekat ke telinga Pramudya dan berbisik, “Lepaskan tanganku. Semua orang memperhatikan kita.”


Pramudya mengangkat alisnya. Memangnya kenapa?


“Biarkan saja,” balasnya sambil menarik bahu Freya hingga bersandar di lengannya.


Biarkan saja semua orang memperhatikan. Biarkan saja seluruh dunia tahu. Gadis ini hanya miliknya seorang.


Bayu sangat ingin melemparkan laptopnya keluar dari jendela mobil yang sedang melaju.


Sialan!


Ia tidak bisa konsentrasi bekerja jika Pramudya terus bersikap seperti itu!


Sopir memegang kemudi erat-erat agar tidak tergelincir.


Jangan menoleh.


Jangan melirik.


Tahan ....


Ia memaksakan diri untuk tetap menatap lurus ke depan dan menyetir dengan baik. Masih ada banyak kesempatan untuk menyaksikan kemesraan Tuan dan Nyonya.


***

__ADS_1


__ADS_2