
Dinding putih rumah sakit seolah menjadi saksi bisu pernikahan paksa antara Cherry Belle dengan seorang pria cacat bernama Tara Putra Bakti. Mata gadis itu, bahkan tidak bisa berbohong. Menjelaskan segala pertentangan antara batin dengan pikirannya.
“Sekarang, kalian sudah sah menjadi suami istri. Kalian harus saling menjaga satu sama lain dalam keadaan suka maupun duka, sedih maupun bahagia, sehat maupun sakit, kaya maupun miskin!”
Ingin sekali gadis berusia 21 tahun itu berlari dari ruang pengap yang telah menjadi saksi kehancuran karirnya. Karir yang sudah dibangun sejak ia masih kecil. Cherry Belle bahkan sudah bisa melihat panggung yang selama ini ia impi-impikan mulai pergi menjauh darinya, akibat terikat dengan pernikahan konyol.
Dia tersenyum, tetapi lebih ke arah mencibir kepada takdir hidupnya. Mencemooh kecerobohan yang membawanya sampai ke jurang tak berdasar yang dinamakan sebagai pernikahan.
Kilasan kejadian saat pertama kali terjadi bencana itu pun berputar, layaknya video yang di reply berulang-ulang di dalam otaknya. Hal itu tentu membuat gadis itu merasa tertekan dan semakin merasa frustasi.
Di mana saat itu, Cherry sedang emosi karena kalah dari peserta Negeri Gingseng–Korea. Dia tidak mengelak jika tarian gadis berna Kim Soo Jae itu begitu epik sehingga tidak heran ia mendapatkan banyak applause dari juri.
__ADS_1
“Cih, mau sehebat apa pun elo … gue gak akan pernah mau mengakuinya. Karena sampai kapanpun, hanya Cherry Belle yang pantas mendapatkan gelar seorang Balerina terhebat di dunia," ucapnya dengan penuh percaya diri. "Tentu saja setelah idola-idola gue dulu yang kini sudah pensiun.”
“Gue akan buktiin ke mereka, kalau yang lebih pantas berdiri di samping Tamara Rojo adalah gue, bukan penari manapun,” lanjut gadis itu penuh ambisi, lalu menginjak pedal gas mobilnya penuh.
Ban mobil itu terus saja menyalip beberapa pengendara lain yang menghalangi jalannya tanpa ampun. Dia terlihat begitu ahli dan profesional.
Gadis itu bahkan mengacuhkan suara klakson dari mobil lain yang telah disalipnya. “Gak usah banyak bac*t, deh, Kalian! Mending urusin aja kantong kalian yang pas-pasan itu!” omelnya, lalu mengangkat satu sudut bibirnya, sambil melirik sinis ke arah spion di samping kanan.
"Whoah!" serunya begitu lepas.
Gadis itu bukannya menyesal, dia justru tertawa bahagia hingga membunyikan klakson beberapa kali. Sementara kendaraan lain sudah sangat kesal, tetapi tidak bisa berbuat apa pun, selain menyumpah serapahi mobil Cherry Belle.
__ADS_1
“Wah, ternyata enak juga, ya, naik mobil ngebut begini. Tau gitu sedari dulu gue bakalan minta sama Richard buat memperbolehkan turun tangan langsung. Aish, aku jadi kangen sama itu orang. Kapan Kuda Nil itu pulang, yah? Gue udah gak … Arghhhh!”
Saking sibuknya Cherry berbicara sendiri, tanpa sadar lampu merah di atas sana sudah menunjukkan lampu hijau dan naasnya, sebelum ia sempat menginjak pedal rem, body depan mobilnya sudah lebih dulu menabrak seorang pejalan kaki yang sedang menyebrang.
Karena terlalu kaget, Cherry langsung mengerem mendadak. Mobilnya menabrak pembatas jalan dan beruntung benturan itu tidak keras. Kap mobil di depan terbuka paksa dan asap juga mulai keluar dari mesin mobilnya.
“A-pa yang terjadi? Apa gue baru saja na-brak o-rang?”
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Yuk, kepoin langsung novel baruku yang berjudul OBSESI BERUJUNG CINTA. TERIMA KAISH
__ADS_1