Kamu Tidak Salah

Kamu Tidak Salah
BAB 10


__ADS_3

"Aku tunggu abang sambil duduk disini saja". jawab fauziah, setelah selesai makan.


"Boleh, nanti kalau mengantuk pindah ke kamar yang disini saja". ucap danil.


Fauziah mengangguk tanda paham.


Danil melanjutkan pekerjaannya, sementara istrinya mengerjakan tugas kuliahnya.


Ya.. Fauziah memang kuliah, tapi secara online.


Fauziah memang bilang pada danil saat mereka baru menikah. Dia ingin kuliah. untuk menjadi guru. makanya Danil mengizinkan kuliah di universitas swasta dekat perusahaannya.


Agar bisa pergi dan pulang bareng. Apalagi danil yang baru menikah, tidak mau jauh-jauh dari istrinya.


Dan saat dia tahu istrinya hamil, danil menyuruh istrinya kuliah online saja.


Hingga istrinya sering bosan di rumah. Dan setiap makan siang istrinya akan kekantor untuk makan, sekalian mengerjakan tugas kuliahnya.


Danil tidak masalah kalau istrinya sering kekantor, dia malah senang. Beberapa bulan yang lalu saat masih pengantin baru, danil sering menginap di kantor. karena banyak lembur.


Untung di lantai atas kantornya ada kamar mewah layaknya apartemen. Tidak sia-sia dia membuatnya waktu itu. Ada gunanya.


Danil sibuk dengan berkasnya. hingga lupa waktu. dia dikejutkan bunyi telfon dari mario, yang mengatakan pertemuan besok pagi dimajukan pukul empat ini, di sebuah cafe dekat kantornya. karena kliennya akan keluar kota malam ini, karena ada perihal mendadak.


Danil menyetujuinya. dia akan membawa istrinya saat pertemuan nanti.


Saat melihat kearah istrinya, danil tersenyum. ternyata istrinya tertidur duduk selonjoran di karpet.


Karena dia meletakan bukunya di meja tamu, duduk di karpet dan bersandar di sofa.


Danil berjalan menuju kamar yang berada di sisi kiri meja kerjanya. Dia mengambil selimut.


Lalu menuju ketempat istrinya. dan mengangkat istrinya dan menidurkannya keatas sofa. menyelimuti istrinya yang tertidur.


Danil melihat jam didinding ruang kerjanya. sudah pukul tiga kurang sebentar lagi azan ashar. dia akan membiarkan istrinya tidur sebentar.


Danil menyusun berkasnya, dia akan mengajak istrinya keluar setelah mengadakan pertemuan nanti.


Saat azan ashar terdengar, danil membangunkan istrinya.

__ADS_1


"Sayang.. bangun". ucap danil mengelus kepala istrinya yang tertutup jelbab.


"Hmm..".


"Ayo bangun. kita mau ada pertemuan setelah ini. Kamu ikut menemani abang bertemu klien?!". ucap danil.


"Dimana bang?!". tanya Fauziah berusaha bangun.


Danil membantu istrinya untuk duduk. setelah duduk, dia pun duduk di samping istrinya itu.


"Abang ada pertemuan di cafe ****, kamu mau ikut?".


"Mau". jawabnya semangat.


"Kita sholat dulu. ayo". ajak Danil membimbing Fauziah ke kamar yang berada di ruang kerja ini.


Selesai sholat, danil mengabarkan pada mario kalau dia sudah selesai. dan akan menuju lobby.


Mariopun mengabarkan kalau dia juga akan kebawah menuju loby.


Danil membantu istrinya mengemas buku dan laptop istrinya. juga tentengan kotak bekal yang dibawa istrinya tadi.


Ternyata mario sudah berada di bawah, membaea berkas untuk rapat dan sudah berdiri di depan lift khusus.


Pertemuan dengan klien ternyata tidaklah lama. relasi danil terlihat terburu-buru karena mau keluar kota.


"Yo, kamu balik duluan saja. kamu pegang saja berkasnya. mau diantar kekantor atau besok. terserah kamu.


Aku mau keliling sebentar". ucap Danil.


"Ok. aku balik kantor saja dulu. mobilku kan di kantor". ucap mario.


"Kamu bawa saja mobilnya. kamu antar saja kami ke mall *****, nanti aku pulang dijemput pak budi saja". ucap Danil.


Danil menyuruh mario. Dia ingin mengajak istrinya jalan sore.


"Ok bos". ucap mario mengangkat jempol kanannya.


Maka Danil diantar mario ke Mall terkenal dekat mereka sekarang. dan juga tidak jauh dari kantor.

__ADS_1


"Mau beli apa bang?!". tanya Fauziah saat mereka berjalan masuk lobby mall.


"Tidak ada. cuma pengen jalan saja". ucap danil santai, sambil merangkul bahu istrinya.


"Kalau mau jalan cari hiburan ke taman bang". ucap Fauziah.


"Sore-sore masih panas. kamu masih belum boleh kecapek an. nanti kamu kelelahan". jawab danil.


"Kan disini juga jalan kaki bang".


"Tapi adem, lagian bisa beli saat ada lihat sesuatu yang menarik". jawab Danil.


"Ah abang. bilang saja mau cuci mata dan mau belanja". ucap Fauziah mencubit pinggang suaminya.


"Betul.. Dan salah...". ucap danil tersenyum mencubit mesra hidung istrinya. dan mencium pucuk kepala istrinya yang terbungkus jelbab.


Fauziah hanya memanyunkan bibirnya melihat Danil.


"Hanya jalan-jalan sayang. Abang ingin jalan saja, karena abang sedang bahagia. Dan....". ucap Danil menaik turunkan alisnya memandang Fauziah yang dia dekap.


"Apa?!". tanya Fauziah melihat Danil heran.


"Hehe... Abang mau makan makanan jepang, sambil lihat sunset di rooftop mall ini". ucap Danil tersenyum.


"Ah abang.. di cafe tadi juga ada". ucap Fauziah.


"Tapi abang mau yang diatas mall ini". jawabnya.


"Hmm... kayaknya ada yang mengidam nih". ucap fauziah menunjuk pipi Danil sambil tersenyum.


"Betul!!". ucap Danil membalas senyum istrinya.


"Terus kenapa tidak naik lift bang?!". tanya Fauziah.


"Ingin jalan saja. dan biar nanti sampai diatas sudah tidak panas lagi. Eh, kamu capek tidak". ucap Danil. takut istrinya kecapekan berjalan. karena hamil muda.


"Tidak.. kan abang jalannya santai saja". jawab fauziah.


Danil dan fauziah berjalan santai menaiki eskalator. lantai demi lantai menuju rooftop mall. Untuk makan sambil cucimata.

__ADS_1


Kemesraan mereka tidak luput dari pandangan seseorang. yang dari tadi berada di belakang mereka.


__ADS_2