
"Sayang. Besok temani abang datang ke pesta pernikahan anaknya pak Haji Buyung ya". Ucap Danil pada istrinya.
Mereka baru saja memasuki kamar mereka. Tadi menemani buah hati mereka yang akan tidur di kamar masing-masing.
Dan setelah itu barulah mereka bisa tidur. Dengan sesekali menengoknya tengah malam.
"Baik bang. Aku akan bersiap besok. Pukul berapa pergi kepestanya. Biar aku datang ke kantor abang". ujar Fauziah.
Dia melepas jilbab instannya, dan mengantung di sandaran sofa yang ada di kamarnya.
"Abang akan pulang dulu untuk menganti pakaian. Kita akan datang kesana sekitar pukul dua". Ujar Danil.
"Baik bang". Ujar fauziah.
Merekapun menuju tempat tidur, untuk beristirahat.
Danil mematikan lampu utama dan hanya hidup lampu tidur yang ada di atas nakas.
Dan..
Danil membuat istrinya mengerang nikmat dibawah kungkungannya sebelum tidur.
Rutinitas yang selalu mereka laksanakan tiap malam.
"Terus sayang. Aku sukah... shhh". Erang Danil.
Danil memang membiarkan istrinya untuk beraksi saat...
"Hah... Hah....".
Fauziah yang sedang mengerakan tubuhnya diatas tubuh suaminya semakin bergerak liar.
Dengan dukungan dan bimbingan suaminya. Gita percaya diri untuk menyalurkan cara yang dia inginkan untuk mencapai kepuasan.
Danil juga sering menyemangati istrinya, agar istrinya tidak malu.
"Terush Sayang... Terus... ".
Danil yang sudah mau sampai terus memainkan tangannya di tubuh bagian depan istrinya.
Meremas hingga istrinya semakin
"Abanghh... ". Racau Fauziah yang mulai mencapai puncak.
"Sayanghhh". Tahan danil mengerang.
Karena kedutan berirama menjepit pusakanya yang juga akan meledak.
Dengan sigap Danil membalik tubuh istrinya hingga berada di bawah tubuhnya.
Melihat istrinya yang masih menikmati orgasmenya. Danil mulai mengerakan pinggangnya pelan.
Dengan kedua telapak tangannya berpegangan pada kedua puncak yang ada di tubuh mulus istrinya.
"Abangh". Desis Fauziah.
"Tunggu sebentar sayang. jangan lepas semuanya dulu". Ujar Danil saat kedutan di sana semakin berirama.
Puk... Puk....puk....
Hag... Hah....
Gerakan Danil semakin liar diatas tubuh istrinya. Berayun. Hingga....
__ADS_1
"Sekarang sayangh...". Ujar Danil.
Menekan pinggangnya hingga sang pedang terbenam sempurna menyemprotkan benih cinta pada ladang halalnya yang menjepit hangat.
Begitupun Fauziah.
Puncak orgasme susulan yang lebih nikmat dia dapatkan lagi. Hingga Danil yang sedang menumpahkan semua yang dia tahan tadi semakin mengila.
Mereka tertidur pulas setelah membersihkan tubuh mereka dari sisa-sisa kenikmatan.
Dan tidur berpelukan hingga subuh menjelang.
Dan sebelum azan subuh berkumandang, Danil dan Fauziah sudah selesai mandi wajib.
Mandi berdua mereka saling menyabuni dan menyampoi.
Dan melaksanakan sholat subuh berjamaah di kamar mereka.
.
Seperti ucapan Danil semalam. mereka pergi menghadiri pesta pernikahan relasi bisnisnya, yang juga sama-sama berasal dari sumbar.
"Makan dulu bang?". Tanya Fauziah.
Mereka sudah melaksanakan sholat zuhur.
"Nanti saja di sana. Di tempat pesta". Ujar Danil.
"Apa tidak terlalu telat untuk makan. Sekarang sudah hampir setengah satu". Ujar Fauziah.
"Telat setengah jam tidak apa". Ujar Danil.
Maka mereka pergi menuju gedung tempat pesta. Yang diadakan di sebuah bangunan. Sebuah gedung olahraga yang besar. Yang ada di dekat sekolahan.
Ramai tamu yang datang menghadiri dan memberi selamat.
Bungga papan banyak berjejeran di sepanjang jalan menuju gedung ini. Hingga kehalaman gedung.
"Selamat datang uda Danil dan Uni.
Papa tadi menyuruh untuk langsung menemui beliau". Ucap seorang laki-laki. Yang danik juga kenal.
"Ada apa Haikal. Kok aku disambut segala". Ucap danil.
Danil baru saja mengisi baku tamu yang berada di depan pintu.
"Tidak tahu Uda. Paoa cuma pesan itu saja". Ujar Yang di panggil Haikal oleh Danil.
"Baiklah. Dimana papa kamu". tanya Danil kembali membimbing istrinya.
"Sini Uda, ikut aku". Ucap Haikal.
Maka Danil membimbing istrinya mengikuti Haikal.
Ternyata pak haji buyung sedang berada di atas pelaminan, sedang mendampingi pengantin bersama besannya.
Mereka menerima ucapan selamat dari para tamu, sekalian berfoto.
Nampak pak Haji buyung memberi kode pada tim eo yang mengatur barisan tamu yang mau mengucapkan selamat pada pengantin.
Hingga Danil dan Fauziah di bawa Haikal menuju pelaminan. Dan mendahulukan Danil dan Fauziah menaiki pelaminan. Untuk mengucapkan selamat dan berfoto bersama.
Lalu Haikal mengajak Danil dan Fauziah kearah kanan pelaminan. Dan ternyata disana sudah terhidang jamuan makanan di atas meja.
__ADS_1
"Silahkan Uda, Uni. Papa pesan tadi agar uda dan uni langsung krsini. Sebentar lagi papa dan mama juga akan kesini". Ujar Haikal.
"Tidak usah repot Haikal. Kami bisa ambil sendiri kok". Ujar Danil sungkan.
Tadi dia juga di dahulukan untuk berfoto dan memberi selamat pada pengantin.
"Tidak repot kok uda. Itu papa sama mama belum makan siang. Besan papapun juga belum, mereka akan turun kesini untuk makan bersama". Ujar Haikal.
"Oo begitu. Kami tunggu mereka saja untuk makan". Ucap Danil.
"Baik Uda.
Itu papa dan mama mau turun bersama mertua abang. Mereka akan makan disini bersama". Ucap Haikal.
Danil dan Fauziah menunggu mereka untuk makan bersama.
Selain pak Haji buyung dan besannya. di meja itu juga ada anak terua pak haji buyung ikut duduk makan siang.
Mereka berbincang santai sambil makan. Mereka sangat akrab mengobrol.
Bahkan pak Haji Buyung mengenalkan Danil dan istri kepada besannya. Sebagai anak.
"Danil ini adalah anak sahabat saya di kampung. Walau aku dan ayah Danil berbeda kota, tali silaturahmi sangat baik.
Ayah danil juga punya usaha di kota asalku. Dan kami sama kuliahnya dulu". Cerita pak haji Buyung kepada besan nya.
Setelah makan dan berbincang sebentar, besan pak haji buyung kembali naik kepelaminan.
Dan juga istri pak haji buyung ikut naik kepelaminan.
"Sampaikan salamku pada ayah mu Danil. bapak mengirim undangan pada ayahmu. ternyata beliau tidak sempat hadir hari ini. Katanya beliau sedang umroh.
Dan kata ayahmu akan datang sepulang dari tanah suci". Ucap pah Haji Buyung.
"Iya pak. Ayah dan ibu baru berangkat umroh tiga hari yang lalu. Dan pulang minggu depan". ujar Danil.
"Itu makanya aku menyuruh Haikal tadi menunggu kamu di depan.
Bapak kangen berbincang- bincang dengan kamu. Sudah lama kita tidak bertemu". Ucap pak haji Buyung pada Danil.
"Terima kasih bapak dan keluarga sudah menjamu kami. Sunguh satu kehormatan bagiku jadi tamu kehormatan bapak". Ucap Danil.
"Kamu anak teman baik bapak. Sudah seharusnya bapak menyambut kamu". Ujar pak haji buyung.
Mereka berbincang sebentar. Kemudian minta izin untuk naik kepelaminan, mendampingi anak dan menantu yang sedang bersanding. Juga ada besannya di sana.
"Nikmatilah menu yang ada. Jangan kamu pulang dulu". Ucap pak haji buyung pada Danil.
"Baik pak. Nanti aku ambil". Ucap Danil.
Setelah pak haji buyung pergi. Tinggalah Danil dan istrinya di temani Haikal.
Sedang asyik bercerita dengan Haikal, datanglah pak Pendra. Yang mendekat ketempat Danil dan Haikal Duduk.
"Apa kabarmu Danil". Ucap pak Pendra.
Dia langsung duduk di depan Danil. Karena Danil duduk diapit Fauziah dan haikal.
Pak Pendra menyapa Danil tanpa menghiraukan Fauziah dan Haikal.
.
.
__ADS_1
.