
"Terima kasih atas kehadirannya nak Marni dan keluarga. Ibu senang kalian tetap menjalin tali silaturahmi antar keluarga kalian". Sambut ibu Danil.
Tidak lupa memeluk Marni, dan juga anak-anak marni.
Marni yang sudah selesai menikmati jamuan di pesta adik Danil. Berniat untuk pamit.
Dia dan keluarganya diajak menemui orang tua Danil yang sedang berada di ruang depan. Tempat para tamu datang.
Beliau sedang menyapa tamu yang datang ke pesta putrinya.
"Terima kasih juga buat semua sudah menyambut kami yang maaf, tamu gelap". Ujar marni sungkan.
"Tidak kok, ibu malah senang kalian mau mampir. Lagian kamu sudah ibu anggab anak ibu. Jadi bukan tamu.
Seringlah datang kerumah jika kalian sedang berlibur disini". Jawab ibu Danil.
"Terima kasih. Inshaa allah bu". Ucap Marni.
Setelah bertemu dengan ibu dan ayah Danil, Marni pun mengucap kan selamat pada kedua pengantin, dan ikut berfoto.
Bukan hanya dengan keluarga kecilnya. Tapi juga dengan keluarga kecil Danil.
"Terima kasih Danil. Menyambut kami di rumah kamu. Aku merasa sangat tersanjung dengan sambutan kamu dan keluarga kamu". Ucap Ridho.
"Sama-sama. Kita kan saling kenal dan semoga kita dapat jadi teman. Semoga kedepannya kita bisa saling bantu". Jawab Danil.
Mereka bersalaman berpamitan . saat Ridho akan pergi.
"kalian di jemput supir?". Tanya Danil mengantar keluar halaman menuju jalan raya depan yang ramai, dan macet.
__ADS_1
"Tidak.Tadi aku kabarkan kalau beliau menunggu di taman jam gadang saja. Biar kami kesana naik angkutan.
Lagian akan lama menunggu, macet di depan". Jawan Ridho.
"Oh iya. Kalian naik bendi saja. Di depan ada bendi yang siaga untuk antar jemput tamu ayah yang parkir agak jauh". Ujar Danil.
Dia mengajak Ridho menuju tempat beberapa bendi parkir.
Dan Danil menyuruh kusir itu mengantar Ridho ke tempat tujuannya.
"Terima kasih pak". Ucap marni pada kusir bendi.
Dia memberikan selembar uang biru untuk ongkosnya.
"Tidak usah. Bendi bapak sudah di cater seharian oleh keluarga pak Zulkarnain.
"Terimakasih pak. tapi ini bukan untuk ongkos pak. Ini hanya untuk ucapan terima kasih karena bapak sudah membatu kami". Jawab Marni.
Walau ditolak, marni memohon pada kusir itu untuk menerima.
Dan Ternyata sang supir sedang berada di sebuah rumah makan, sedang makan siang. Dan mobil sedang di parkiran sana.
"Kita kesana dulu bang". tunjuk Marni.
Dia yang baru beberapa hari yang lalu menginjungi kota ini. Tentu masih hafal untuk pergi ke tempat wisata dalam kota bukittinggi.
Ridho dan anak-anaknya mengikuti marni menyusuri tempat wisata.
"Wah. Kebun binatangnya di dalam kota. Juga ada benteng. Semua berada di ketinggian kota, Hebat kota bukittinggi". Ujar Ridho.
__ADS_1
Mereka menyusuri kebun binatang dan benteng fort de kock. Berfoto, bermain dan berkeliling.
Sikembar tidak capek-capeknya berlarian. Menikmati alam.
Melihat ngarai sianok di panorama, Ridho semakin takjub.
"Pantas bukittinggi di juluki dream of land, kota wisata. semua wisata alam dan sejarah berada di pusat kota. Kita pun bisa mengunjungi dan berpindah tempat hanya dengan jalan kaki.
Dan tidak kepanasan untuk berjalan, suhu kotanya juga sejuk".
Tidak putus Ridho menilai kota bukittinggi yang baru pertama kali dia kunjungi.
"Ini baru satu kota pak. Belum kota kabuaten yang lain". Jawab sang supir sebagai gaetnya.
"Nanti sore kita kabawah ngarai itu pak. Kita lewat sana menuju ke puncak lawang. Kita akan melihat sunset di puncak lawang. memandang danau maninjau dari ketinggian.
Tapi kita tidak kebawah pak. Karena kita balik ke sini untuk menginap. Kita istirahat di hotel.
Kita besok pagi-pagi berangkat lagi ke tempat lain". terang supir
"Besok kita kemana pak?". Tanya Ridho.
"Besok pagi kita ke batu sangkar, Ke istano pagaruyung. Ke danau singkarak langsung ke kebun teh dan danau kembar". Jawab sang Supir travel.
"Baik. Tidak sabar aku ingin melihatnya". Jawab Ridho.
.
.
__ADS_1