
"Semoga lekas sembuh pak Pendra.
Jangan banyak fikiran dan terlalu sibuk. Seumuran kita tidak bisa untuk terlalu lelah dan banyak fikiran". Ucap pak Sultan.
Saat ini pak Sultan membezuk besannya di rumah sakit.
Tadi rencananya akan datang saat istirahat siang. Tapi karrna pak sultan tidak sibuk. makanya dia datang menjelang pukul sebelas.
"Iya pak Sultan. Terima kasih sudah datang.
Saya sudah mengurangi jadwal pekerjaan setahun belakangan.
Dan baru-baru ini aktif lagi, karena ada klien yang minta aku yang turun langsung". ucap pak Pendra pada besannya.
"Tapi jangan mengabaikan kesehatan juga pak.
Kan kita ingin bermain juga dengan cucu pak. Apalagi si kembar sekarang sedang lucu- lucunya. Apa pak pendra tidak kangen bermain dengan si kembar". Ucap pak Sultan menyemangati besannya.
"Iya. Kami kangen dengan si kembar". Ucap istri pak pendra.
"Mampirlah kerumah bu. Sekarang si kembar sudah hampir berusia enam bulan.semakin hari semakin gemes". Jawab istri pak Sultan.
"Iya bu. Kapan-kapan kami mampir". Jawabnya.
"Mungkin saat umur si kembar setahun, aku juga ingin punya cucu perempuan lagi.
Aku suka rumah ramai oleh tangisan anak kecil. Tidak sepi". Ucap pak Sultan senang.
"Jangan begitu pak. Marni kan juga butuh istirahat untuk menjaga tubuhnya agar tetap tampil cantik.
Tidak mungkin dia mengasuh terus tiap hari. Apalagi mengasuh dua anak sekaligus. pasti repot. dan tidak bisa merawat diri lagi". Ucap pak pendra agak tinggi suaranya.
"Marni terawat kok pak. Marni juga tidak repot mengasuh si kembar, karena tiap anak punya baby sitter sendiri.
Marni cukup memberi asi dan menjaga penampilan untuk saminya.
Apa pak pendra belum melihat Marni belakangan ini?!. Oh iya. Pak pendra kan baru dua kali bertemu marni. Itupun waktu baru melahirkan dan saat acara aqiqah si kembar". jawab istri pak sultan.
"Benar pak. Marni sekarang lebih berisi dan terawat. Bahkan lebih cantik mama perhatikan". Tambah iptri pak pendra.
__ADS_1
"Kapan mama bertemu marni?!. Apa mama pergi kerumah mereka tanpa izin papa?!".ucap pak Pendra.
"Marni disini waktu papa baru masuk rumah sakit. bahkan dia ikut menjaga papa di ruang intensif sebelum keponakan mama datang untuk membantu mama menjaga papa malam hari". Jelas istri pak pendra.
Hhfff.
Pak pendra menarik nafas kasar.
"Nanti siang atau sore marni akan datang kesini bersama Ridho. Bapak bisa lihat dan bertemu marni nanti.
Apa yang baak cemaskan tidak akan terbukti. Karena kami mertua dan Ridho suaminya juga ingi punya menantucantik dan terawat". Ucap istri pak Sultan.
"Iya buk, terimakasih sudah menjaga putri kami". ucal istri pak Pendra.
"Sudah tanggung jawab kami buk, Menantu yang sekarang sudah menjadi bagian keluarga kami. Istri dari putra kami". Jawab bu Sultan.
Pak Sultan dan istrinya tidak begitu lama di ruang pak pendra. Karena pak pendra seertinya sedikit kesal. Karena mungkin niatnya tidak akan kesampaian. Pikirnya.
"Kenaoa sih ma, marni masih bertahan di sana?!. Kan marni bisa balik pada Danil jika dia minta cerai dari Ridho". kesal pak Pendra pada istrinya saat pak Sultan dan istrinya baru saja keluar ruang rawat inap.
"Pah. Marni itu sudah menikah. Dan sekarang sudah punya anak. kembar lagi.
Apa papa tidak bersyukur mempunyai menantu yang bertanggung jawab seperti Ridho.
"Pasti marni di jadikan babu dan pengasuh di rumah mereka. Dan bisa jadi marni bertambah kucel dan tidak terawat. mereka bisa saja menutupinya dari kita.
Kalau marni kucel pasti Danil tidak akan tertarik dengan marni lagi". Ucap pak pendra tidak terima putrinya jadi pengasuh.
"Pah. Papa sadar tidak sih?!. marni saat ini bukan tanggung jawab kita. Dia sudah menikah. Dan itu tanggung jawab suaminya. Ridho.
Selagi marni baik-baik saja, suami dan mertuanya amanah. Mama tidak akan ikut campur.
Tapi kalau merek menelantarkan marni,baru mama akan bawa narni dan anaknya.
Harusnya papa bersyukur. Putrinya di jaga dengan baik". Jawab istri pak pendra.
"Tapi Danil lebih kaya dan lebih terkenal mah. Apa mana tidak ingin punya menantu kaya. Kita bisa ikut terpandang!". ucap pak Pendra.
"Tidak. Mungkin saat ini mama menyesal pernah menolaknya. Tapi saat ini anak kita tidak bisa meraihnya lagi.
__ADS_1
vzxvTC an papa harus ingat kesehatan papa. Apa papa mau sakit terus. tidak adakah keinginan papa hidup dengan tenang bersama cucu kita kelak". ucap istri pak pendra.
"Tapi karir papa akan naik jika Danil menjadi menantu kita mah". pak pendra tidak msu kalah.
"Karir papa sudah lebih pah. Sudah satu indonesia kenal papa. Pengacara kondang yang selalu memenangkan kasus pidana.
Karir mana lagi pah. Sekarang kebahagiaan anak yang penting!". Tegas istri pak pendra.
Pak pendra hanya mendengus kesal. Karena istrinya tidak mendukung keinginannya.
Sementara di luar kamar, pak Sultan dan istrinya mendengar perdebatan besannya itu.
Dan mereka buru-buru balik menjauhi ruang rawat pak pendra setelah perdebatan tak terdengar lagi. Takut ketahuan menguping.
Padahal mereka kembali kekamar ke ruang rawat inap karena kunci mobil mereka tertinggal. Tadi oak Sultan tidak diantar supir. Dia mengemudi sendiri.
Tapi was-was untuk masuk.
Biarlah sebentar, seolah mereka baru sampai patkiran baru ingat.
Dan benar.
Saat mereka duduk di lobby rumah sakit, ponsel istri pak Sultan berbunyi. Dan sang besan yang menghubungi.
Dan mereka bilang mereka baru di lobby rumah sakit. Biar pak Sultan yang menjemputnya.
Tapi besannya itu ingin mengantar kannya. Katanya dia juga ingin menuju mini market. Membeli sesuatu.
Maka pak Sultan dan istrinya menunggu saja di ruang tunggu lobby.
Diam tanpa membahas yang mereka dengar.
.
.
Assalamualaukum para pembaca tulisan ottor. Ottor minta maaf ya teman, mungkin agak slow update.
karena ottor sedikit sibuk di bulan ramadhan ini. Alalagi menjelang lebaran.
__ADS_1
Ottor mengucapkan met lebaran idul fitri buat semua teman ottor.
Minal aidil wal faizhin, mohon maaf lahir dan bathin 🙏🙏.