Kamu Tidak Salah

Kamu Tidak Salah
150


__ADS_3

"Segar dan bersemangat pagi ini bos?". Ujar nario pada Danil saat memasuki mobil.


Mario seperti biasa menjemput Danil kerumahnya. sekalian kekantor.


"Biasa kok. Aku selalu segar dan bersemangat tiap hari". Jawab Danil.


"Iya, tahu.


Aku yakin, pasti bos siap ngecas tadi malam. Kan katanya kemaren puasa sudah beberapa hari". ujar Mario.


"Oo. Itu pasti. Kalau tidak capek atau sedang ada tamu. Aku selalu bisa ngecas. Biar selalu bersemangat". Jawab absur Danil.


"Aku percaya. Sudah hafal semua. Apalagi waktu masih tinggal di gedung kantor.


Selalu ngecas kapan saja. Tanpa ingat waktu". Jawab Mario.


"Selagi kita sehat, tidak ada salahnya. kan ibadah". Jawab Danil.


"Setuju". jawab Mario.


"Oh iya Niel. Rapat dengan perusahaan buana dimajukan pukul sepuluh ini". Ucap Mario tiba-tiba.


"Ok.


Dimana pertemuannya?!".tanya Danil.


"Di hotel Pasifik. tidak jauh dari kantor". Jawab mario.


"Siapkan saja semua berkas yang di perlukan".


"Sudah kok. Kita tinggal berangkat saja". Jawab Mario.


"Ok". Jawab Ridho


.


"Apa kamu siap untuk tinggal di surabaya Marni?". Tanya mama Ridho.


Pagi ini Marni sedang mengemasi pakaian suami dan anak-anaknya. Mereka akan berangkat setelah urusan suaminya di kantor selesai.

__ADS_1


"Inshaa allah ma. Aku akan ikut kemanapun suamiku bekerja. Karena yang aku utamakan sekarang adalah suami dan anak- anakku". Jawab Marni.


"Mama do'akan kalian aman dan selalu dalam lindungan allah..


Mama akan berkunjung sesekali kesana bila ada kespatan". ujar mama mertua marni.


"Terima kasih ma. Tapi aku minta pada mama dan papa. Untuk merahasiakan dimana kami berada kepada irang tuaku.


Aku tidak mau mereka sedih. Aku yang akan menelfon mereka sesekali ma". Ujar Marni.


"Baik. Mama akan ingat itu. dan kamu juga jangan menelfon mamamu, atau sekedar bertanya kabar mereka". Ujar mama mertua.


"Iya ma. Aku usahakan sesering mungkin menelfon. saat sudah sampai di surabaya". Ujar marni.


"Berkemaslah, bawa yang perlu saja. Biar tidak banyak bawaan. Juga kalian juga akan sering berkunjung kesini saat libur bekerja". Ucap mama mertua.


"Baik ma". ujar marni.


Maka marni mengepak pakaian yang perlu saja. Yang jarang terpakai akan ditinggal saja.


Benar ucapan mama mertua. Dia akan datang berkunjung saat suaminya libur atau cuti.


Menjelang makan siang, Ridho pulang dari kantor. Dan mengabarkan kalau dia sudah membawa surat tugas untuk memimpin perusahaan cabang yang ada di surabaya.


"Bagaimana Ridho?!". Tanya sang mama.


Saat Ridho yang baru datang, dan duduk diruang tengah.


"Aku akan memimpin cabang di surabaya ma.


Tadi sebelum pulang aku sudah menelfon papa. Mengatakan akan berangkat sore ini.


Tapib papa mengatakan lebih baik berangkat lewat tengah malam nanti. Karena aku akan bawa mobil. Dan aku bisa istirahat sekarang". Ujar Ridho.


"Itu usul yang baik. Dari pada berkendara tengah malam di perjalanan.


Apalagi membawa anak-anak, lebih bagus siang. Biar seperti jalan-jalan, dan tidak bosan". Ujar mama Ridho.


"Iya ma. Sore ini aku mau menyiapkan mobil agar anak anak nyaman untuk tiduran. Karena perjalanan jauh

__ADS_1


Aku mau lihat istri dan anak-anak dulu ma". Tambah Ridho.


"Iya. Bantulah istrimu berkemas". Jawab mama Ridho.


Maka Ridho menaiki tangga menuju kamarnya, dimana marni mengepak pakaian mereka ke dalam koper.


"Papa kok cepat pulang?". Tanya si kembar.


Menyambut sang papa yang baru muncul di tangga paling atas. Mereka sedang bermain dan belajar mewarnai buku dengan pengasuh yang selalu menemani mereka.


"Iya sayang. Kan kita malam nanti mau ke surabaya. Jadi papa pulang cepat ingin bantu mama berkemas". Jelas Ridho.


"Oo iya. Tadi mama dan nenek bilang kalau papa pindah kerjanya ke... Lupa abang.


Kalau papa pindah kita masih tinggal bersama kan pa? Abang tidak ingin jauh lagi dari mama". Ujar sikembar sulung.


"Kita akan tinggal bersama disana sayang. Makanya papa msu bantu mama berkemas pakaian. Untuk kita menetap disana". Jelas Rudho.


"Oo. Mainan kita bagaimana pa?. Apa dibawa juga?". Tanya mereka.


"Bawa seperlunya jangan semua. Rumah kita disana tidak sebesar disini.


Dan juga abang sama adek akan masuk sekolah disana". Jawab Ridho.


"Baik pa. Kami bawa yang perlu saja". Jawab mereka.


"Ok. Papa bantu mama dulu ya. Sebentar lagi kita makan siang bersama!". Ujar Ridho.


"Baik pa!". Jawab mereka.


Maka Ridho masuk kekamar, untuk membantu istrinya berkemas.


Mereka akan menjauh untuk memulai hidup baru bersama keluarga kecil mereka.


Menghindar untuk menjaga hati dan perasaan. juga hubungan orang tua, anak dan menantu.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2