
Danil dan mario kembali bekerja. tapi Danil tidak konsentrasi bekerja. karena teringat pesan mario tadi. Dia harus secepatnya memutuskan Marni.
Setelah di renungkan, benar juga ucapan mario. dia harus memutus kan marni segera. agar mereka tidak ada beban untuk kedepan. Apalagi marni akan menikah.
Dia berusaha menelfon marni, dan masih tidak bisa di hubungi.
Sudah beberapa jam dia mencoba menelfon marni. namun masih tidak bisa, entah bagaimana cara menghubunginya dan memutuskan marni secara baik-baik.
Walau hanya melalui telfon. tidak ada pilihan lagi.
Untuk bertemu langsung kerumahnya tidak mungkin. pasti akan di cekal papa marni.
Dan Danil juga tidak tega. Karena danil masih terbayang olehnya perbuatannya saat liburan bulan lalu.
'Bagaimana caranya untuk mengatakan putus?'. gumam danil.
Danil yang sedari tadi tidak fokus untuk bekerja. Dia hanya duduk dan termenung. sesekali mencoba menelfon, tapi tidak dapat terhubung.
"Masih tidak bisa dihubungi?!". tanya mario, yang satu ruangan bekerja dengan danil.
Dari tadi memperhatikan danil yang masih mengutak-atik ponselnya.
Danil menganggukan kepalanya.
"Hmm coba pakai hp ku, mungkin iya nomormu itu di blokir". ucap mario memberikan ponselnya pada danil.
Danil menerimanya.
"Kamu harus bicarakan baik-baik, agar marni paham dan tidak sedih". tambah mario.
Danil mengangguk,dan mengetikan nomor marni di ponsel Mario.
Tuut.... tuuuttt....
Pangilan masuk. tapi tidak diangkat marni.
Tuuut.... tuttt.....
Danil sabar menunggu untuk diangkat marni telfonnya. Ternyata memang nomornya di blokir. Pantas tidak bisa di hubungi.
Sudah dua kali... tiga kali ... Danil mencoba menelfon. tapi tidak juga diangkat.
"Hallo...."
Dan pada percobaan kesekian kali baru marni mengangkat telfon.
"Marni....". gumam Danil.
"Abang..... abang dimana?! kenapa tidak pernah mencari atau menghubungi marni.
marni menunggu... ". ucap marni.
Banyak dan panjang ucapan marni saat menerima telfon danil sambil menangis. Danil hanya mendengar marni sebentar. agar marni melepaskan semua unek-uneknya.
"Marni... kamu dengar abang dulu ya!". ucap Danil pelan.
__ADS_1
"Abang... aku tidak mau menikah dengan pilihan papa. aku...".
"Dengar dulu abang mau bicara". potong danil.
Marni mencoba untuk manahan tangisnya. Dan danil bicara setelah marni diam beberapa saat.
"Marni.. bukan abang lari dari tanggung jawab. tapi kamu pasti sudah tahu kalau orang tuamu tidak merestui kita".
Danil diam sesaat. menarik nafas palan.
"Abang tidak mau kamu melawan keinginan orang tuamu. Abang juga tidak ingin kita berdosa. Mungkin memang kita tidak berjodoh.
Dan sebaiknya kita sudahi saja hubungan kita ini. Terimalah perjodohanmu itu, Abang ikhlas melepasmu".
"Abang..."
"Abang minta maaf".potong Danil.
Marni menangis tergugu. Danil pun menahan air matanya. karena telah memutuskan Marni. pacarnya.
"Abang...". isak marni.
"Maafkan abang.. abang do'a kan kamu bagagia".
"Abang..".
"Assalamualaikum". ucap danil segera menutup terfonnya. lalu menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya.
Nafasnya tidak beraturan, karena juga menahan tangis. tangis sedih. melepas wanita yang dia cintai dan hampir tujuh tahun bersama.
Banyak kenangan yang mereka lalui selama ini. Bahkan hampir...
"Ah....". ucap Danil mebgacak rambutnya kasar.
Tingkah danil tidak lepas dari pandangan mario. yang dari tadi hanya melihat tanpa mau menganggu.
Mario melihat jam di pergelangan tangannya. Sudah hampir jam enam. Tapi danil masih dalam lamunan yang dan derai air mata.
"Niel". pangil mario pelan.
Agar danil tidak terjejut. dan dia memberikan tisu yang berada di atas meja sampingnya.
Danil menarik nafasnya pelan, mengambil tisu. dan melap wajahnya.
"Sabar. Mungkin nanti ada hikmahnya buat kamu". ucap mario.
Danil mengangguk pelan.
"Cuci mukamu sana. kita pulang". ucap mario pada danil.
Tanpa bicara danil pergi kekamar mandi yang berada di ujung lorong ruangan mereka.
Sekembalinya Danil dari kamar mandi, dia kembali keruangannya dan duduk di kursinya.
"Terimakasih Yo, sudah menungguku". ucap danil mengemasi barang di atas meja kerjanya.
__ADS_1
"Tidak apa-apa. aku tahu peradaanmu saat ini. karena aku juga pernah patah hati". jawab mario sambil menarik nafas pelan.
"Sama patah hati ditinggal saat sayang-sayangnya.Tapi kamu tidak diiringi sakit hati Yo. kamu bisa mengenangnya. sedangkan aku?!". jawab Danil pelan.
"hff... iya. kamu ditinggal nikah dan aku di tinggal untuk selamanya ".jawab mario sendu.
"Maaf". jawab danil melihat mario.
"Tidak apa-apa. saat ini aku pun menikmati yang sekarang. mungkin itu jalan tuhan kalau kami tidak berjodoh.
Dan ternyata jodohku tidak jauh dari aku selama ini.
Kamupun mungkin akan di beri kejutan oleh allah, jodoh yang terbaik yang disiapkan allah untukmu. terus berdo'a dan bersabar". ucap mario bijak.
"Iya. semoga aku bisa". jawab danil.
"Harus. hari esok masih panjang. dan masih banyak yang harus kamu lakukan". ucap mario menyemangati Danil.
Danil menganggukkan kapalanya, sambil tersenyum.
"Ayo.. kita sholat magrib dulu di mushola bawah, hampir azan magrib". ajak mario.
"Ayo". ucap Danil mengambil tas dan jasnya.
Mereka berjalan menuju musholla yang berada di lantai satu perusahaan.
"Bagaimana keadaan istrimu. sudah berapa bulan hamilnya". tanya Danil saat mereka memasuki lift, untuk menuju lantai bawah.
"Alhamdulillah sudah bisa makan. Indah sudah hamil lima bulan.
Kamu tahu tidak anakku, di prediksi kembar". ucap mario senang.
"Alhamdulillah". jawab Danil.
"Sekarang Indah lebih banyak istirahat. Untung kedua mertuaku mengajak kami untuk tinggal sementara dirumah.
jadi aku lebih tenang bekerja. meskipun agak jauh berkendaraan untuk pulang pergi ke kantor". curhat Mario.
"Tidak apa-apa jauh sedikit. asal istrimu nyaman. dari pada di aparteman. Dekat sih, tapi kan sendiri saja di rumah kalau kamu pergi bekerja. lagian tidak sampai satu jam berkendaraan". ucap Danil.
"Iya. makanya aku pakai motor pergi kerja, bisa lebih cepat di jalan dari pada pakai mobil. tidak tahan macet". jawab Mario.
"Semoga kamu cepat move on ya. biar cepat menyusul menikah. jangan patah arang. ditinggal menikah, ya cepat cari penganti. biar cepat juga menikahnya". ucap Mario mendahului danil berjalan keluar lift menuju musholla yang berada di bagian belakang resepsionis perusahaan.
Selesai sholat magrib mereka menuju parkiran yang berada di basement.
Menuruni tangga dekat musholla yang langsung ke parkira. Danil menuju mobilnya dan mario dengan motor besarnya.
"Hati-hati ya". ucap Danil pada mario saat keluar parkiran. Dan saling melambai tangan, nenuju tempat tinggal mereka.
Kurang lebih dua lima belas menit, Danil sampai di rumahnya. Rumah yang berada di kawasa perumahan sederhana.
Walaupun sederhana, tapi perumahan ini dijaga satpam. karena berada di cluster mewah kelas menengah.
Danil tinggal dirumah ini semenjak tiga tahun yang lalu. Semenjak mulai bekerja.
__ADS_1
Rumah ini dibelikan oleh orang tuanya, karena danil mau bekerja di perusahaan yang di tunjuk oleh orang kepercayaan ayahnya.