Kamu Tidak Salah

Kamu Tidak Salah
BAB 77


__ADS_3

"Ayo makan. abang suapi!". ucap ridho.


Saat menu makan siang di antar oleh petugas rumah sakit8. Tadi pagi selesai membantu marni mandi dan berpakaian juga menyuapi sarapan.


Marni yang melihat ketulusan suaminya, jadi tersentuh hatinya. Ada rasa bersalah di hatinya.


Bagaimana tidak. anak yang dia kandung yang dia yakini bukan anak suaminya. Dan diakui anaknya oleh suaminya.


Dan suaminya sangat menyesal dengan meningalnya calon bayi mereka.


Tampak jelas penyesalan suaminya itu.


"Biar aku makan sendiri bang!". ucap marni.


"Tidak. selama kamu di rumah sakit abang yang akan membantu kamu!


Kamu harus cepat sembuh". ucapnya.


Tanpa menolak lagi marni menerima suapan dari suaminya.


Selesai makan ridhopun makan siang.


Marni terus memandang suaminya yang sedang makan. hingga..


"Tidak usah dilihat terus. aku jadi baper!". ucap ridho menyelesaikan makan siangnya.


Dan menaro piring di meja.


"Aku tahu aku ganteng, pasti anak kita yang di sayangi allah menuruni wajah ayahnya!". ucap ridho mendekati tempat tidur rawat istrinya.


Marni hanya diam.


"Maaf!". ucap ridho.


Dia kembali mengucapkan kata maaf, sambil mengecup pucuk kepala istrinya.


"Aku minta maaf. aku janji untuk kedepannya, aku tidak akan main pedang-pedangan lagi.


Mungkin ini teguran dari allah, karena telah menyia-nyiakan kamu dan anak kita!". ucap ridho

__ADS_1


Dia duduk di kursi samping tempat tidur rawat istrinya, mengengam jari tangan istrinya.


"Aku menyesal. Aku sedih melihat wajah anak kita saat pemakaman kemaren.


Wajah dan semua bagian tubuhnya sudah lengkap. bahkan anak kita laki-laki. dan aku sunguh menyesal, karena keegoisanku anak kita jadi korban!". ucap ridho.


Flashback.


"Ridho. kamu yang mengendong anakmu sampai ke pemakaman!". ucap pak sultah. papa ridho.


maka, dari rumah sakit sampai ke pemakaman keluarga ridho yang memeluk putranya di atas mobil.


Bahkan, dia juga yang mengubur kan calon bayinya yang meninggal di kandungan, yang masih berusia enam bulan lebih.


Dia tadi memperhatikan wajah jasad calon bayinya. yang dari memandikan dan mengkafaninya selalu mrndampingi, hingga sampi pemakaman, dia ikut serta.


makanya dia sangat sedih melihat calon bayinya yang sudah tidak bernyawa, akibat keegoisan dan rasa cemburu yang membuat dia kebablasan.


Meminta istrinya melayani setiap hari, tidak hanya malam. juga pagi dan sore. bahkan Ridho kadang sedikit kasar saat ********* istri nya. membuat istrinya kelelahan dan pendarahan. calon bayinya tidak bisa bertahan, karena plasentanya terlepas akibat kegilaan ridho yang bernafsu.


Flashback off.


.


Tadi pagi Danil menyuruhnya untuk datang keruang kerjanya. Tapi fauziah yang merasa kurang nyaman tidak datang keruangan kerja suaminya.


Pasahal dia sudah bersiap dari tadi untuk pergi ke ruang kerja suaminya.


"Assalamualaikum...


Sayang...


Kamu dimana?!". Ucap Danil datang saat memasuki rumahnya.


Dia memanggil istrinya yang tidak dia temui saat masuk ke dalam rumah.


"Aku sedang di kamar mandi bang!". jawab Fauziah.


Hhfff

__ADS_1


Danil menghembuskan nafasnya. Takut, istrinya kenapa-kenapa.


"Kamu kenapa tidak jadi datang keruangan abang?!. abang cemas.


Abang telfon kamu tidak mengangkatnya.


Ada apa?!". ucap danil memberondong istrinya dengan pertanyaan, saat istrinya keluar kamar mandi.


Dia membimbing istrinya menuju sofa.


"Aku tiap sebentar kebelet pipis bang. Kurang nyaman rasanya. dari tadi bolak balik ke kamar mandi.


padahal aku sudah siap untuk menuju rungan abang". jawab fauziah.


"Apa ada yang salit sayang?!". tanya Danil mengelus perut buncit istrinya.


"Agak nyeri saja di bagian perut bawah bang! dan seribg kebelet". jawab fauziah.


"Apa itu tanda mau melahirkan sayang?!. kita cek kerumah sakit yuk!". ajak danil.


"Hplnya masih beberapa hari lagi bang". ucap fauziah.


"Kan sudah di pesan dokter, hpl itu bisa maju atau mundur.


Ayok!". ajak Danil lagi.


"Aku coba telfon dulu bang. biar di kasih solusi oleh dokter". ucap fauziah.


"Telfon segera sayang. abang takut kenapa-kenapa nanti. abang telfon mario dan ibu juga!". ucapnya.


Mengeluarkan ponselnya.


Fauziah menelfon dokter yang memeriksa kandungannya.


Sementara Danil menelfon mario mengabarkan kalau dia tidak tidak balik kekantor karena istrinya yang tidak bisa dia tinggal.


Juga menelfon ibunya untuk bertanya tentang yang dialami fauziah.


Dan Danil menerima petunjuk dan arahan dari ibunya. apa yang harus Danil lakukan menemani istrinya, yang mungkin sedang kontraksi reaksi tanda melahirkan sudah dekat.

__ADS_1


.


__ADS_2