
karena pertemuan dengan pak pendra menjelang rapat, sempat membuat Danil terpancing amarah.
Tapi di tenangkan oleh mario, hingga Danil bisa kembali sedikit santai.
"Bikin kesal saja dia?!". oceh Danil.
Untung klien yang akan bertemu belum datang, hingga tidak nampak Danil sedang kesal.
"Sabar saja Niel. Dia sudah lebih setahun terpuruk. karena kasus yang dia tangani kalah telak.
Pasti kamu ingat, waktu dia koar- koar kalau kamu pacar anaknya. Dia kan sedang mencari simpati masyarakat. agar namanya makin melambung.
Tapi dia malah tersandung kasus yang dibelanya ternyata membuat namanya meredup. Bukannya menang, ternyata yang dibela bandar besar.yang langsung terhubung dengan sindikat internasional.
Dan hampir setahun menghilang dari publik.
Karena masalah tersebut kantor pengacaranya jadi kurang di minati klien besar. Hanya kasus kecil saja yang ditangani, itupun hanya karyawan dan asistennya saja yang menangani selama ini!". jelas Mario.
Agar Danil tidak menghiraukan ucapan pak pendra yang bikin kesal.
Danil pun bisa mengadakan rapat dengan baik. dan mereka yang datang sangat senang dengan hasil nya.
Dan mereka menandatangani kesepakatan kerja.
Dan danil pun pulang untuk makan siang dengan keluarga kecilnya. walau sekarang lebih sibuk, danil selalu berusaha untuk berkumpul dengan keluarga kecilnya.
Apalagi Danil ingin segera mempunyai anak lagi. sebab, Dylan sudah mulai masuk sekolah paud. tentu fauziah sedikit kesepian.
"Assalamualaikum!". ucap danil.
Dia sampai di rumah pas azan Zuhur.
__ADS_1
"Waalaikumussallam!". jawab putranya Dylan dan istrinya Fauziah. lalu mereka mencium tangan Danil.
Kebetulan fauziah akan menyuruh putranya untuk berwudhu.
"Kita sholat zuhur dulu ya bang!". ajak fauziah.
"Baim sayang.
Ayo putra ayah. kita berwudhu!". ajak Danil.
"Baik ayah!". ucap Dylan.
Merekapun melaksanakan sholat zuhur berjamaah di musholla yang berada di ruang samping.
Sementara sang art menyiapkan makan siang untuk Danil dan keluarganya.
.
"Sudah pak.
Tapi. apa tifak akan terjadi masalah jika bapak mengambil foto pertemuan bapak dengan pak Afda?!". tanya sang asisten.
Memberikan beberapa lembar foto pak pendra dan Danil. ada yang sedang berjalan bersisian. ada yang sedang berdiri di taman. walau danil berdiri menyamping pak pendra sementara pak pendra berdiri menghadap Danil.
Tadi saat mereka akan keluat dari cafe, pak pendra melihat danil baru datang. dan dia menyuruh sang asisten mengambil foto mereka, seolah sedang berbicara dengan santai.
"Jangan takut. kita main cantik. jangan sampai si danil itu tahu kita yang mengambil foto itu!". ujar pak pendra.
Dia mengamati setiap foto yang di berikan sang asisten.
"Kenapa tidak ada yang saling hadap?!. dan tidak ada yang yang menatapku?!". tanya pak pendra kesal.
__ADS_1
"Maaf pak. pak afdanya memang tidak pernah menghadap ke bapak. walau ada sefikit menghadap. tapi cuma matanya saja yang melirik sekilas!". jelas Sang asisten.
Hhff
Pak pendra menarik nafasya pelan.
"Ah biar bugitu saja, buat berita sealami mungkin, biar tidak dia curiga". putus pak pendra.
"Ada yang ingin ucapan khusus dari bapak?!". tanya sang asisten.
"Intinya bertemu tanoa srngaja dengan calon menantu. selebihnya cari sendiri!". ucap pak pendra.
"baik pak!". jawab sang asisten.
Maka sore itu foto itu beredar di media online da televisi.
.
"Apa-apaan ini!!". ucap Ridho.
Saat foto mertuanya dengan mantan pacar istrinya beredar di media.
Apa dia mau bikin ulah lagi. Aku sudah bahagia dengan keluargaku. kenapa dia masih mencari kesempatan untuk mendekati si danil itu.
Apa karena mereka tahu kalau danil kaya. dan telah menyesal menolaknya dulu.
Awas saja kalian, kalau masih mau bermain-main denganku.
Akan aku buat menyesal kamu pak tua. Aku sudah menerima anakmu di pernikahanku, tapi kamu malah mengangguku.
.
__ADS_1
.