
"Kamu sudah bersiap marni?. Aku sedang di perjalanan pulang". Ridho menelfon marni sore itu. karena mereka berencana untuk memeriksa kehamilan marni ke klinik yang Marni ucapkan kemaren.
"Sudah!". jawab marni.
"Baik. lima belas menit lagi aku sampai. Kamu tunggu saja di depan lobi apartemen. perkirakan saja aku akan sampai". ucap ridho.
"Baik". jawab marni.
Marni memang sudah selesai bersiap tadi setelah melaksanakan sholat ashar. hanya merapikan bedak dan sisiran rambutnya saja.
Ridho membukakan pintu untuk marni saat sampai di depan lobi apartemen.
Marni sudah lebih dahulu berdiri sebelum mobil suaminya sampai.
"Oh ya marni. Sudah berapa kali kamu periksa kehamilan kamu?!". tanya Ridho pada marni.
"Baru sekali!". jawab marni.
"Apa dia sehat saat kamu periksa?". bagaimana kamu tahu kalau kamu hamil?" tanya mario penasaran.
"Aku tidak tahu kalau sedang hamil. Bulan lalu tamu bulananku tidak datang. dan aku sering pusing. bahkan pernah pingsan saat di kantor.
Tapi tidak sempat dibawa ke klinik, keburu aku sadar. Ada salah satu teman kantor bilang, apa mungkin aku hamil.
Dan aku dibelikan alat tes hamil oleh teman kantorku yang lain. dan... garis dua.
Sorenya aku pergi keklinik ini, untuk memastikannya. dan benar, aku sudah hamil waktu itu enam minggu".jelas marni.
"Berarti sekarang?". tanya Ridho.
"Sekitar sembilan atau sepuluh minggu". jawab marni
"Kenapa tidak bilang kalau kamu itu hamil padaku. kan aku juga ingin mendengar kabar bahagia ini dari kamu langsung!". jawab Ridho. terdengar suaranya agak kesal.
"Maaf. aku tidak ingin membuatmu terbebani dengan kehamilanku. Kamu tahu sendiri kamu itu bagaimana.
Bagaimana nanti tanggapan pacar ganteng kamu tahu, kalau istri kamu hamil. aku wanita lho". jawab marni berlagak tenang.
Padahal jantungnya berdetak kencang.
Hhffff..
Ridho menarik nafas pelan.
"Walaupun aku punya penyakit itu. tapi aku kan bahagia punya keturunan". jawab Ridho.
__ADS_1
"Makanya, punya pedang harus digunakan pada tempatnya. bukan untuk perang-perangan". jawab marni.
"Kamu tidak tahu. perang-perangan membuat aku lebih percaya diri. bisa menambah.....".
"Jijik aku. kalau tidak ingat dosa menolak suami beribadah. mungkin aku tidak sudi pedang kamu menjamah kesucianku". jawab Marni kesal.
Ridho terdiam mendengar ucapan telak marni.
"Maaf!". ucap Ridho setelah beberapa saat terdiam.
"Kamu tahu?. Aku punya penyakit ini karena trauma masa kecil. hingga tidak bisa melupakannya". curhat Ridho.
Marni tidak menjawab. Malas membahas mengenai pedang salah tempat main.
"Waktu kelas tiga smp, aku diajak guru olah ragaku untuk ikut klub renang. karena aku hebat berenang.
Aku dimasukan ke klub yang ternama, Agar nanti katanya bisa jadi Atlet. klub itu punya asrama. dimana dia tinggal disana.
Setiap selesai latihan aku diajak guru itu membersihkan tubuh dikamar tempat tinggalnya. berendam air hangat. karena berenang di kolam yang airnya berkaporit.
Beberapa kali mandi di kanar asramanya aman dan biasa saja. tapi seminggu setelah itu. pak guru olah raga itu masuk kedalam kamar mandi saat aku sedang mabdi.
Dan......". Ridho menarik nafas berat. seberat beban yang diceritakan pada istrinya.
Marni hanya diam mendengar dan mencerna ucapan suaminya itu.
Aku di paksa untuk... menyodominya.
Aku yang menolak melakukan, di pukul dan direndan dalam bathtub.
Hingga aku menyerah. dan... aku melakukan hal yang memalukan dan menjijikan.
Aku kira dengan menurutinya mungkin cukup sekali aku melayaninya.
ternyata..... aku diminta melakukan berulang. jika aku tidak menuruti. Aku diancam.... menyebar berita kalau aku penyuka sesama jenis.
Hingga sampai lulus smp aku menjadi budak s.. pak guru biadab itu.
Lulus smp aku sangat senang bisa jauh darinya. beberapa tahun berikutnya aku mendapat kabar di grup alumni smp. kalau bapak itu dibunuh teman kencan guynya.
Aku yang merupakan korban pelecehan bapak itu, merasa senang. aibku ikut terkubur. semoga tidak ada yang mengetahui masa laluku.
Tapi....
Saat bekerja di dunia kerja yang banyak laki-laki macho, gagah, ganteng. membuat jiwa kelelakianku malah tertarik pada mereka.
__ADS_1
Aku sangat bernafsu melihat tubuh jantan dan tegab mereka. membuat aku berimajinasi dan berkhayal bisa menikmati tubuh itu.
Dan... saat aku butuh pelampiasan, ternyata Robi memperlihatkan ketertarikannya padaku. hingga kami melakukannya, hingga saat ini kami masih sering melakukannya.
Robi adalah menejer di sebuah mall dan apartemen. kami sering main di apartemen roby yang berada di tempat kerjanya.
Aku selama delapan tahun ini tidak pernah berganti pasangan. Selalu bersama robi. dan aku tidak pernah di sodomi. sebab aku bertugas sebagai lelaki jantan.
Beda dengan Robi dan pak guru. mereka bertugas sebagai penerima dan.... maaf. penikmat pedangku".
Jelas Ridho.
Panjang cerita Ridho, Seperti mencurahkan semua yang dia pendam selama ini. sebagai guy.
"Ini pertama kali aku mengungkap kebenaran tentang aku yang sebenarnya. hanya padamu. karena kamu istriku. pasti kamu bisa menyimpan rahasiaku.
Karena aibku juga akan menjadi aibmu". ucap Ridho.
Marni hanya diam. diam dan diam. tidak tahu harus menjawab apa. Jadi dia hanya mendengar saja.
"Kamu tahu. Aku semenjak dipaksa guru olah raga dulu. merasa tidak tertarik dengan wanita.
Banyak wanita yang setengah telanjang di depanku. bahkan terang-terangan mengidaku. tapi tidak membuatku bernafsu.
Aku minta maaf, saat memberi kamu nafkah bathin aku tidak tahu caranya menghadapi wanita. Cara menyenangkan hati wanita.
Dan saat pedangku... Ah cukup aku yang bisa merasakannya. hehe..". ucap danil tersenyum.
"Ternyata pedangku masih berfungsi normal hehe.. he... aku akan jadi ayah". ucap Ridho percaya diri.
"Maaf... buat kamu hamil". ucapnya lagi. "Tapi aku senang. sangat bahagia rasanya". ucapnya tersenyum.
Marni menjadi galau, dan juga kasihan pada suaminya.
Andai saja......
"Ayo!. kita sudah sampai". ucap Ridho.
Membantu membuka sabuk pengaman Marni. ternyata mereka sudah di parkiran klinik.
.
.
.
__ADS_1
Terima kasih sudah mampir di cerita ottot 🙏🙏
Jangan lupa like dan komennya ya sobat ottor. 😊💪