
"Aku tidak terima rumah tangga anak dan menantuku diganggu. Kami sekeluarga sudah melaporkan kekepolisian. Atas perbuatan tidak menyenangkan, kepada saudara yang bernama Danil putra.
Kami sudah melaporkan kekantor polisi tadi pagi. dan ini surat laporannya". ucap papa marni memegang surat laporan tersebut saat live konfrensi di depan sebuah hotel. yang katanya punya besannya, mertua marni.
Dalam konfrensi pers itu marni didampingi suaminya. juga didatangi oleh kedua orang tua dan mertuanya.
Mereka dikawal beberapa bodyguard yang kekar bersiaga di sekitar mereka.
Juga ada dua orang polisi mendampingi mereka.
Papa dan papa mertua marni sangat mengebu-gebu berbicara. akan menuntut Danil putra.
Sementara itu Danil dan istrinya menonton di ruang kerja danil. juga didampingi oleh mario dan seorang tim it mereka.
"Apa kartu dan ponselmu sudah diaktifkan?!". tanya mario pada danil.
"Sudah!". jawab danil memperlihatkan ponselnya yang telah hidup layarnya.
"Silahkan pak danil, menelfon papanya marni". ucap tim it.
"Ok!". danil menelfon nomor papanya marni.
Papanya marni yang sedang live berbicara bersemangat, ingin mempidanakan danil. Dia terkejut saat ponselnya berbunyi dan yang menghubunginya adalah orang yang akan dia tuntut.
"Ternyata orang yang saya tuntut menelfon saya!". ucap papa marni memperlihatkan pangilan di layar ponselnya atas nama danil putra.
"Pasti dia sedang menonton live ini. dan pasti sedang menangis minta dicabut laporannya". ucapnya melihat kearah kamera sambil tersenyum licik.
"Hai danil. kamu sudah mencari masalah dengan keluargaku dan keluarga suaminya marni. tunggu saja waktunya. kamu akan di jemput oleh polisi!!". ucapnya sangar masih menghadap kamera.
Sementara bunyi ponselnya masih tetap berbunyi.
__ADS_1
"Aku akan loud speker pembicaraanku. kalian semua yang ada di sini dan yang menonton akan mendengar rengek an anak tidak tahu diri ini. dan sebentar lagi keluarganya akan mengemis kepada kami haha... haha". ucap papa marni tertawa bangga.
"Hallo anak brengsek. takut kamu ya akan dijemput polisi!!?". ucapnya keras.
"Assalamualaikum bapak pengacara terhormat. saya tidak takut untuk di jemput polisi. karena saya tidak salah". jawab danil berbicara tenang.
Semua terdengar oleh pendengar, baik yang dilokasi maupun yang sedang menonton. semua diam mendengar.
"Haha....ha... berani menantang kamu. kamu tidak tahu akan berhadapan dengan siapa hah!!". bentaknya.
"Tahu bapak pengacara yang terhormat. bahkan sangat tahu dengan siapa saya berbicara. juga saya tahu orang yang ada di belakang bapak". jawab danil masih tenang berbicara.
"Terus??. kenapa kamu masih berani menantangku. Kalau kamu berani silahkan datang kesini. tunjukan keberanian kamu". ucapnya.
"Aku akan datang kesana. tapi bapak pengacara harus mendengar sesuatu yang pasti akan membuat jantung bapak berhenti!". ucap danil.
"Kamu jangan mengancamku. jangan kamu alihkan pembicaraan ini!!". ucapnya keras.
"Tidak mengancam bapak pengacara yang terhormat. tapi memberi tahu yang bapak belum tahu. apa bapak mau mendengar?!. apa jantung bapak sehat?!.
"Silahkan katakan. aku tidak akan terpengaruh oleh ucapanmu!!".
"Baik. silahkan bapak dengar. Tapi.. apa bapak yakin akan tetap meload speker. kan bisa didengar oleh orang seluruh indonesia. apa bapak siap dengan.....".
"Cepat katakan!!! ". teriaknya.
"Baik bapak yang terhormat, tarik nafas. biar tidak lupa untuk bernafas. silahkan dengar...
'Niel... bawa aku pergi...... ...... .... aku tidak bahagia dengan pernikahan ini. aku......... ....
Papa marni kalang kabut mendengar suara marni di ponsel Danil.
__ADS_1
Cepat-cepat dia mematikan load speker ponselnya, dan menjauhkan dari mikrofon. dan meletakan ponselnya di telingga untuk mendengar suara di ponsel Danil.
Wajahnya pucat seperti tidak berdarah. semua wartawan dan pendengar saling berbisik. keheningan tadi berubah riuh oleh bisikan semua orang yang ada disana.
Marni juga terlihat pucat. Suami dan mertuanya melihat kearah marni. dengan penuh tanya.
Papa marni masih mendengar. terlihat masih menempelkan ponselnya di telingganya.
Wajahnya pucat, nafasnya memburu seperti baru selesai lari keliling gbk tiga putaran. Dadanya turun naik terlihat. Dan.....
hff...
Papa marni menarik nafas, den mendekat ke mikrofonm
"Maaf. konfrensi persnya akan dilanjutkan setelah makan siang. kami butuh diskusi sebentar. ada masalah keluarga yang tidak bisa di bicarakan di depan umum.
Terima kasih. dan tidak ada tanya jawab!!". ucap papa marni
"Papa??". mama marni mendekat kearah suaminya.
"Ada apa pah?!". tanya suami marni heran.
"Apa dia mengancam kamu??". tanya besannya.
Papa marni hanya mengeleng.
tanpa banyak bicara lagi papa marni menarik tangan istrinya.
Marni dibimbing suaminya untuk masuk kedalam hotel. diiringi oleh kedua mertuanya. dan juga para bodyguard dan polisi.
Semua wartawan dan yang mendengar yang ada di depan hotel itu saling bisik dan heboh saling bertanya 'ada apa' 'kenapa' dan saling mengangkat bahu..
__ADS_1
.
.