Kamu Tidak Salah

Kamu Tidak Salah
BAB 22


__ADS_3

Marni Pov


Aku sangat sakit hati melihat tangapan bang danil.


Aku di perkosa dan hamil gara- gara mencari dia. Tapi dia seperti tidak mau menagapinya. paling tidak dihibur atau diberi solusi.


Aku bahkan mau dijadikan yang kedua. karena untuk bertahan dengan suamiku sangat tidak baik.


Aku yang sudah menikah lebih dua tahun dan belum juga hamil. hingga aku sering di sindir keluarga mertua.


Kata mereka keluarga mereka sangat menginginkan keturunan sebagai penerus marga mereka.


Bagai mana aku bisa hamil, suamiku saja tidak tertarik denganku. Bahkan untuk memberikan nafkah batin saja dia hanya melakukan sekali seminggu. itupun coblos sistim cepat.


Entah kenapa aku tidak tahu.


Tapi waktu itu. Aku pernah memergok dia saat dia main padang-padang an di villa saat kami baru menikah.


Aku sangat syok. Hari dimana kami melakukan bulan madu di puncak, seminggu setelah kami menikah.


Baru bisa pergi bulan madu seminggu setelah pesta. Karena mengikuti acara adat dan acara mengunjungi kerabat dan keluarga mertua.


Aku yang terjaga tengah malam, dan tidak mendapati suamiku tidur. Aku melihat jam di dinding sudah pukul satu.


Aku berniat mencarinya lantai bawah. mungkin dia haus atau lapar. karena suhu di puncak dingin.


Tapi...


Ake mendengar suara aneh dari kamar yang berada disamping tangga di lantai bawah.


Aku berjalan pelan mengintip apa yang ada di kamar itu. padahal kami hanya berdua menghuni villa itu.


villa ini kamarnya hanya tiga. dua di bagian atas, dan satu di lantai bawah.


Ruangan tengah yang temaram karena lampu di matikan. Aku mendekati pintu yang terbuka sepertiga.


Dan...


'Astaghfirullah.....'. ucapku menutup mulutku kaget.


Kenapa tidak. Suamiku sedang bermain pedang pedangan dengan seorang laki-laki yang terlihat macho dan gagah. Bahkan lebih ganteng dari suamiku.


Mereka... entahlah...


Aku melihat kedua pria ganteng itu, sangat tidak percaya dengan kelakuan menyimpang mereka.

__ADS_1


Aku buru-buru berjalan kekamar dengan berjinjit. agar tidak terdengar suara langkahku. Bisa bahaya kalau mereka tahu aku melihat penyimpangan mereka.


Sesampai dikamar aku mengurut dadaku yang terasa sesak. Sesak nafas karena kaget, dan sesak nafas karena berlari sambil jinjit.


Hhfff..


'Aku saja sudah seminggu sah jadi istri belum pernah dijamah suamiku dan belum melakukan malam pertama.


Tapi suamiku malah....


Apa aku tidak akan pernah dijamah suamiku. karena punya penyakit itu.


Aku bergidik ngeri. jika pedangnya minta haknya sebagai suami apakah aku bisa menerimanya.


Jijik rasanya. memikirkan saja aku mual.


Pagi harinya saat aku turun kebawah. ternyata suamiku itu sedang berbincang di ruang tamu dengan pria ganteng yang semalam berada dalam kungkungan suamiku.


Aku pura-pura tidak tahu saja, karena aku tidak mau dia marah aku intip. tapi saat pulang lusa akan aku buka kedoknya.


"Marni. kenalkan ini temanku, Roby namanya, dia sedang liburan kesini. makanya abang ajak menginap disini". ucap suamiku.


Aku mengangguk saja. jijik untuk bersalaman. Aku melihat, kedua pria ini sangat ganteng dan macho. apa yang membuat mereka punya penyakit laknat itu.


Dalam fikiranku kalau mereka bekerja di dunia entertaiment, mungkin akan menjadi idola ibu- ibu dan remaja.


Mereka mengobrol sampai siang, bahkan untuk makan siang saja baru datang saat di panggil juru masak villa. Karena selama seminggu kami di villa di masakan oleh juru masak yabg tinggal di belakang villa.


Selama berada di villa ini, yang katanya berbulan madu. mereka bahkan lebih banyak berdua.


Mengobrol, menonton, main game dan pasti ngamar.


Aku bahkan jarang berintegrasi dengan mereka. Aku yang bosan di rumah, sering jalan keluar villa.


Untuk sekedar keliling kampung dengan motor atau main kekebun warga yang ada di sekitar villa.


Hingga malam ke empat kami di villa. entah apa yang dia fikirkan bang andi. Dia datang kekamarku pukul sebelas malam.


Dan....


Dan benar. Setelah empat hari bulan madu kami yang hanya tujuh hari dalam jadwal.


Dia melakukan kewajibannya. Aku yang jijik menolaknya. tapi entah kenapa, aku pasrah saja. aku takut dosa bila menolak ajakan suami.


Aku hanya bisa diam tanpa bisa berucap.

__ADS_1


Mungkin karena dia tahu aku masih perawan, dia melakukan sangat lembut dan..... dia bisa melakukan dengan sempurna. Menurutku.


Bahkan pagi harinya bang ridho membatuku untuk mandi wajib. sama seperti perlakuan suami yang baru memerawani istrinya. seperti cerita di novel yang aku baca.


Tidak tampak seperti punya penyakit menyimpang.


Yang membuatku kaget pagi itu adalah. saat bang ridho mengakui padaku kalau dia seorang penyuka pedang. dan berkata jujur, kalau dia baru pertama kali melakukan dengan perempuan. padaku. istrinya yang perawan.


Aku sangat marah, saat mereka berkata masih saling suka sesama teman pedangnya. Bang ridho bilang akan menjadwalkan waktu untukku.


Aku mengamuk. akan melaporkan pada keluarga kami. Tapi mereka berdua malah mengancamku untuk tutup mulut.


Kalau aku berani bicara, mereka akan membuat keluargaku menanggung semua. hingga karir ayah ku juga di pertaruhkan.


Tentu saja aku tidak berani macam -macam. tapi aku minta pada mereka agar tidak melakukan di rumah tempat aku akan tinggal.


Mereka setuju, jadi aku diajak tinggal di sebuah apartemen mewah. dimana teman bermain pedangnya juga tinggal di sana. hanya beda lantai.


Sungguh miris.


Demi nama baik keluarga, dua tahun sudah aku terkurung neraka pecinta pedang.


Aku bahkan sampai di bilang wanita yang tidak bisa hamil. Walaupun keluarga mertua tidak memakai kata mandul. tapi maksudnya sama.


Bagaimana bisa aku hamil. pedangnya saja jarang digunakan buat yang halal. hanya sekali seminggu bang ridho memberiku nafkah batin. Walau sebenarnya aku engan.


Mungkin saja tidak ada bibit unggul yang bisa di produksi oleh pedang nya. hingga dua tahun menikah aku tidak hamil.


Tapi malah aku yang disalahkan tidak subur. Ingin aku membuka kedok anak tersayang mereka yang sakit.


Hingga kejadian sore itu. Aku hamil. entah benih siapa yang mampir.


Dan. keluarga bang ridho malah senang aku hamil. Aku pun hanya tutup mulut. Agar aku tidak diejek lagi tidak bisa hamil.


Tapi saat aku bertemu dengan bang danil untuk yang kedua kali. Aku juga ingin di manja saat hamil ini oleh seorang laki-laki.


Mau bermanja dengan suamiku?. tentu saja tidak bisa. dia hanya mendatangiku hanya untuk memberi nafkah bathin. tidak lebih.


Walau dia bahagia atas kehamilanku. Bang ridho sangat memanjakanku dengan uang dan kemewahan.


Tapi aku sebagai wanita butuh kehangatan. butuh tempat bermanja. Butuh....


Tapi dia tidak bisa menemaniku untuk itu.


Makanya aku berniat untuk mendekati bang Danil. Apapun akan aku lakukan agar bang danil juga memberikan ku kehangatan. Yang aku butuhkan.

__ADS_1


Marni Pov End.


__ADS_2