
Acara adat datangnya keluarga laki-laki calon suami adik Danil untuk menyerahkan uang dapur dinikmati oleh Fauziah.
Karena dia dulu tidak ada acara seperti ini. mereka menikah di jakarta. Dan tentu tidak ada acara seperti ini.
Walaupun ada, tapi tidak kental adatnya.
Seperti tadi. Keluarga pihak wanita menjamu dengan jamuan makan bajamba.
Disini keluarga inti yang menyambut kedatangan ini. Seperti, nenek orang tua ayah atau ibu sebagai tetua.
Bako yaitu adik atau kakak perempuan ayah. Tante, ipar, istri dari adik atau kakak ibu.
Juga yang datang keluarga inti pihak laki-laki. Sama seperti pihak wanita. Ada bako dan juga ipar dari ibu. Juga ada menantu keluarga inti.
Dan yang menemani makan bajamba sebagai tuan rumah adalah tante, ipar atau menantu.
Fauziah yang belum pernah makan bajambapun diikutkan menjamu. dengan banyak bertanya tata caranya.
"Sayang, bisa kamu makan bajamba tadi?!". Tanya Danil.
Mereka sedang tiduran di kamar. Karena semua sudah istirahat.
Tadi sepulang keluarga calon suami adik Danil, para ibu sedang diskusi merencanakan acara masak memasak besok. Juga siapa yang akan kepasar berbelanja.
Sebenarnya bahan dan bumbu untuk dimadak besok sudah di beli oleh ipar dan adik ibu Danil beberapa hari yang lalu.
Rendang juga sudah masak tadi siang. Sebelum kedatangan keluarga calon besan.
Semua sudah seperti toko swalayan di rumah belakang. bahkan dua freezer penuh berisi bahan untuk lauk. Seperti daging, ayam, ikan.
Juga bahan yang harus di simpan di kulkas. Dan bahan yang tidak harus dikulkas. Memenuhi rumah belakang milik orang tua Danil.
__ADS_1
Bagaimana tidak. Ini pernikahan anak perempuan adik Danil, tentu banyak acara adat yang akan dilakukan.
Beberapa hari akan ada acara adat.
Hari ini setelah sholat zuhur menanti keluarga calon besan mengantar uang belanja. dan langsung memasak untuk besok.
Besok acara akad nikah dan langsung menyambut kedatangan keluarga dan kerabat pihak pengantin laki-laki.
Lusanya pesta. Mengundang karabat, tetangga, teman, relasi bisnis dan juga kenalan saudara ayah dan ibu.
Dua hari setelah menikah, akan diadakan pesta di tempat pihak laki-laki. Makanya panjang acara adat bagi pihak pengantin perempuan.
Maka Ibu Danil sebagai yang punya hajat sudah memberi tanggung jawab kepada adiknya untuk urusan dapur. Dan yang lainnya.
Juga ada ipar yang membantunya mengawasi semua. Baik makanan maupun perlengkaan pelaminan dan sejenisnya.
Ibu Danil tinggal terima beres. Hanya mengingatkan yang dia ingat.
.
"Bang. Apa pakaian mereka tidak dibawa?". Tanya Marni.
Marni ingin memandikan buah hatinya. Karena sudah sore. Ridhopun juga sudah bangun, karena kamar marni yang panas, walau ada kipas angin.
"Aku telfon supir tadi dulu. Suruh antar kemari". Ucap Ridho.
Maka supir tadi mengantar koper Ridho ke kamar kosan Marni.
"Siap sholat magrib kita cari makan di luar ya. Mama tidak masak". Ujar marni saat memakaikan pakian untuk putrinya.
Sedang si kembar sudah siap mandi dan berpakaian. Dan Ridho sedang mandi.
__ADS_1
"Kita makan di hotel saja. Dan kalau boleh, kita menginap dihotel saja. Ada yang ingin aku bicara kan padamu". Ucap Ridho.
Tiba-tiba dia keluar dari kamar mandi, hanya memakai celana yang dia pakai tadi dan tanpa baju.
Marni ragu Untuk ikut Ridho. Tapi dia juga tahu. Anaknya tidak mungkin nyaman untuk tidur disini.
Sempit, sumpek dan panas.
"Kamu tidak keberatankan, kalau kita menginap di hotel malam ini.
Banyak yang ingin aku bicarakan. Tenyang kita". Ucap Ridho.
"B.. Baik bang". Jawab marni.
Dia memberikan baju kaos berkrah buat suaminya. Yang dia ambil dari koper pakaian yang dibawa suaminya.
"Baik. sebaiknya kita berangkat sekarang. Kita sholat di mesjid saja nanti. Biar kita cepat sampai ke kota peekan baru". Ucap Ridho memakai pakaiannya. Lalu menyisir rambutnya.
Kamu bawalah pakaian ganti. Besok bisa langsung ke tempat mu bekerja. Kalau bisa kamu resign saja.
Kita balik kejakarta". Ucap Ridho.
"A..".
"Aku mau cerita banyak sama kamu. Nanti aku ceritakan". Potong Ridho.
.
.
.
__ADS_1