Kamu Tidak Salah

Kamu Tidak Salah
120


__ADS_3

Sekarang mama marni sudah tidak acuh jika suami membahas Danil lagi.


Dia akan menyibukan diri saat suaminya membicarakan hal itu.


"Mah, marni sudah beberapa bulan ini tidak mampir". Tanya pak pebdra. Mereka baru saja selesai makan malam.


"Dia malas untuk datang pah. Papa selalu berbicara di luar batas. papa selalu membahas dia. Hingga marni malas untuk berkunjung". Ucap sang istri.


"Kan...".


"Tidak usah bertanya lagi. kenapa marni tidak pernah kesini. Karena narni itu sedang hamil, suaminya melarangnya untuk hal yqbg tidak penting". Ucap istri pak pendra.


"Hamil?!. Kan umur si kembar belum dua tahun. Sudah hamil kagi?". Ucap pak pendra kaget.


"Iya. Tidak masalah marni hamil. Kan si kembar diasuh baby sitter.


Aku juga melihat marni dimanja suami dan mertuanya. Makanya dia betah disana.


Tidak seperti dirumah ini. Selalu membahas danil jika dia datang". Ucap istri pak pendra.


"Apa pak Sultan dan Ridho menjadikan marni pabrik anak, terlalu rapat marni untuk hamil lagi". Gumam pak Pendra.


"Itu hak mereka pah. Jika anak sudah menikah, kita sebagai orang tua hanya mendo'akan mereka agar selaku rukun dan saling sayang.


Alhamdulillah anak kita dapat suami dan mertua yang sayang padanya.


Untuk marni hamil cepat, itu rezki mereka. Banyak perempuan yang setelah menikah beberapa tahun belum hamil dan rumah tangga bermasalah. Dan itu tidak terjadi pada marni.


Makanya papa harus bersyukur. Anaknya bahagia".Ucap istri pak pendra.

__ADS_1


Pak pendra mengangguk paham. Walau hatinya masih berkata-kata.


Seandainya. Jika, dan banyak lagi yang dia angankan. Semua hanya di pendam dalam hati.


"Mah...".


"Mama mau istirahat!". Ucap istri pak pendra.


Dia berdiri, dan menuju kamarnya.


"Temani papa mah, mama jarang menemami malam papa". Ucapnya mengiringi istrinya masuk kamar.


"Mama malas dekat dengan papa. Sudah beberapa bulan ini papa selalu membahas danil terus. .


Bosan pah. Mendengar namanya terus!". Ucap istri pak pendra.


"Ok mah. Mulai sekarang papa tidak akan membahasnya lagi. papa iklas, jika marni sudah bahagia drngan pernikahannya.


Semoga Marni selalu mereka sayangi". Ucap oak Pendra.


"Hmmm. Tumben otaknya benar?". Sindir istri oak pendra.


"Mah. Papa sudah berusaha baik loh ma". Ucap pak pendra.


"Harus bersikap dan berfikiran baik pah. Bukan berusaha. marni itu anak kita, jadi kita harus ikut serta mendo'akan dia". Ucap istri pak pendra.


"Iya. Papa mendo'akan marni". Ucapnya.


.

__ADS_1


"Ridho. Sudah berapa bulan kehamilan marni?". Tanya pak sultan pada putranya.


Selesai makan malam tadi oak sultan memangil putranya untuk mendatangi ruang kerjanya.


"Masuk sepuluh minggu pah. Ada apa?!". Tanya Ridho ada papanya.


"Hhfff.


Papa lihat istrimu kecapek an kurang tidur. tiap malam harus melayani kamu.


Papa juga takut, akan ber efek pada kehamilannya. Jika terlalu capek, bisa keguguran lagi dia nanti". Ucap pak Sultan.


"Aman kok pa. Aku bermain lembut. Juga yang bekerja aku kok pah. Marni tinggal menerima saja". Jawab Ridho.


Ridho memang sering curhat dengan papanya tentang masalah ranjang. Karena hanya papanya itu yang tahu penyakit menyimpang nya.


"Papa cuma cemas, takut cucu papa ada apa-apa". Keluh oak Sultan.


Dia sangat tahu, putranya sangat hiper, dan juga mantan penyuka sesama. Dan seperti diakui oleh putranya itu, Ridho sangat tidak bisa menahan libidonya pada istrinya. Hingga sang istri harus siap.


"Aku ingat pesan papa kok pah. Aku mengajak calon bayi kami berbicara saat aku mendatangi istriku, hingga dia nyaman saat aku setubuhi".


Ridho sangat terbuka pada papanya.


"Yang penting kamu harus hati- hati saat beraksi. jangan sampai anak dan istrimu sakit". Jawab pak Sultan akhirnya.


"Baik pah. Aku juga tidak ingin istriku keguguran lagi!". Ucap ridho.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2