
"Sayang. Kita makan malam di luar yuk!". ajak Danil.
"Males bang. aku ingin keliling kota saja pakai mobil. menikmati sore". ucap fauziah.
Danil mengajak fauziah untuk makan malam diluar. tapi fauziah sedang malas.
"Ok. kita telfon supir. tapi kita jalan berdua saja. biar pak supirnya balik kekantor!". ucap danil.
"Baik. tapi kita beli cemilan dulu di depan". tunjuk fauziah.
Memang menjelang malam banyak gerobak penjual makanan mulai di gelar. di jalan depan dekat rumah sakit. karena banyak keluarga yang menjaga pasien membeli makanan untuk ronda berjaga dan juga untuk di bawa pulang.
Danil dan fauziah berjalan menuju deretan penjual makanan.
"Mau beli apa sayang?!". tanya danil pads istrinya.
"Mau martabak bangka, dua ya bang. toping pisang meses dan nangka!". jawab fauziah.
"Ok sayang!". jawab danil menuju gerobak martabak.
"Bang. martabak dua, satu pisang meses dan satu nangka!". ucap Danil.
"Baik bang. silahkan duduk dulu!". ucap penjual martabak.
Danil dan Fauziah duduk di bangku panjang tempat menunggu martabak di buat.
"Mau beli yang lain sayang?!". tanya danil.
"Gorengan itu bang. tapi tahu isi saja!". ucap fauziah menunjuk gorengan di samping mereka duduk.
"Abang pesan ya". ucap Danil.
"Minta dari sini saja bang, dua saja cukup!". ucap fauziah.
"Dua. apa tidak sedikit?!. lima kek!". ucap danil.
"untuk cemilan disini saja bang. sambil menunggu martabaknya selesai dimasak". jawab fauziah
"Lima saja. buat abang tiga!. kan abang juga ingin makan tahu isi!". ucap danil pada istrinya.
"Hmmm .. aku tiga abang dua!". nego Fauziah.
__ADS_1
"hmm... Abang empat kamu satu!". ucap Danil.
"Ya.. kan aku yang ingin makan tahu isi bang! kok aku yang satu. harusnya abang satu, aku empat!". balas fauziah.
"Abang.....".
"Ini bang, martabaknya!". ucap penjual martabak memotong ucapan Danil.
Danil menerima martabak sambil saling pandang dengan istrinya. hingga....
hahahaha.... haha....
Tawa mereka pecah seketika.
"Mau ngemil tahu isi sambil menunggu martabak, malah masak juga martabaknya sebelum nyemil tahu.. hah....ha..". tawa danil.
haha.ha...
Fauziah ikut tertawa. juga beberapa pembeli dan penjual martabak ikut tertawa melihat kegabut an pasangan ini.
"Harus beli lebih dari lima sepertinya bang. biar tidak rebutan hahaha...ha...". ucap salah satu pembeli.
"Dua saja bang buat aku. haha... ha...". tawa fauziah.
Akhirnya Danil membeli sepuluh buah tahu isi. karena dia ingin juga makan tahu.
Selesai membayar tahu dan martabak. mereka kembali ke depan rumah sakit. keparkiran tempat supir kantor menunggu mereka.
Karena tidak mungkin menunggu di depan gerobak penjual martabak. akan bikin macet nanti.
"Itu, mantan pacar kamu tadi kan?!. ternyata dia hanya jalan kaki mengajak istrinya periksa kehamilan. mungkin dia karyawan biasa atau sales, pakaiannya hanya kemeja dan celana kain.
Terlihat bahagia sih. tapi tanpa uang tidak ada artinya.
Kasihan istrinya. cuma modal ganteng, mesra dan perhatian saja". ucap Ridho sombong.
Mereka melihat Danil dan Fauziah berjalan dipinggir jalan dekat gerbang rumah sakit. dan mereka keluar dari gerbang rumah sakit.
Danil memang hanya memakai baju kemeja biru bergaris dongker dan celana dasar dongker. Karena tadi jas dan dasinya di lepas dan ditinggal di mobil.
Danil yang selalu santai dan mesra pada istrinya. tertawa sepanjang jalan menuju parkiran. Satu tangan menjinjing martabak dan gorengan, dan satu tangan lain membimbing tangan istrinya.
__ADS_1
Bahkan dia tidak tahu kalau sedang di perhatikan.
Marni hanya diam saja memandang kemesraan Danil dan fauziah. Dari dalam mobil mewah suaminya.
Mungkin benar, danil hanya karyawan biasa. sebab waktu mereka masih dekat, danil hanya karyawan bagian keuangan di perusahaan pamannya.
Tapi malam waktu mereka bertemu Danil juga memakai mobil mewah. apa mobil pinjaman atau punya pamannya yang seorang pengusaha. Gumam Marni dalam gati saja.
Mulai saat ini dia tidak ingin mengetahui tentang danil, dia akan fokus dengan bayi dalam kandungannya hingga lahiran nanti. untuk mengetahui anak siapa yang dia kandung.
Untuk saat ini dia akan diam dan tenang dulu.
Sementara semenjak Nita teman satu alumni danil yang masih satu provinsi memberi peryataan.
Dimana dua hari yang lalu marni menelfon dirinya, malamnya nita langsung membuat peryataan itu.
'Tidak mungkin Danil akan menganggu mantannya yang sudah menikah. apalagi sedang hamil. Tidak seperti danil yang kita kenal.
Untuk semua ketahui, danil juga sudah menikah. bahkan sekarang istrinya sedang hamil.
Mungkin saja ada seseorang yang ingin menghacurkan rumah tangga Danil atau rumah tangga marni.
Bijaklah kita sebagai teman dalam menerima berita ini. kita harus memberi dukungan untuk kedua teman kita yang terkena masalah. bukan dengan cercaan dan hinaan untuk menjatuhkanya.
Cari tahu dulu kebenarannya. baru beropini.
Maaf.. bukan mengajari, karena semua pasti pintar. hanya untuk mengingatkan saja. karena kita semua sahabat'.
Tulisan Nita di grup chat alumni, disertai foto pernikahan danil saat Nita menghadiri pesta danil di kota tempat orang tua danil tinggal.
Juga ada konfirmasi dari yudha, kalau dia juga pernah bertemu dengan danil dan istrinya saat di pasar malam. dan mengatakan benar kalau istri danil sedang hamil lima bulan.
Mulailah para teman Alumni danil meminta maaf, karena telah menulis yang tidak-tidak tentang danil.
tidak sedikit juga yang percaya, tidak mungkin danil seperti itu.
Hingga isi grup chat banyak yang minta maaf pada Danil.
.
.
__ADS_1
.