
"Niel. Lihat kesana!". Ujar mario.
Danil dan mario saat ini sedang berada di sebuah restoran. Mereka baru saja selesai rapat dengan klien.
Dan mereka bersiap untuk pergi.
"Apa?".Tanya Danil.
Dia tidak melihat kearah yang di tunjuk Mario.
"Itu. Disana ada pak Pendra. Berdua dengan isrinya". Jelas Mario.
Mario melihat pak pendra dan istri sedang makan siang juga.
"Biarkan saja. Aku tidak ada urusan". Jawab Danil santai.
"Ok. Apa kamu takut?". Ucap Mario.
"Tidak. Aku tidak ingi ada berita yangvakan menyudutkan lagi.
Selain mereka sudah tua,aku juga tidak ingin namaku jadi treding topik lagi". Jawab Danil.
Mario hanya mengangguk. Sambil mengemasi berkas yang tadi mereka pergunakan Rapat.
"Nak Danil. Bisa bicara sebentar?".
Tiba-tiba istri pak sudah berdiri di dekat meja yang Danil duduki.
Danil bingung. Untuk mengacuh kan saja dia tidak tega. Tapi..
Danil dan nario saling pandang.
"Iya bu. Silahkan duduk. tapi saya tidak bisa lama". Jawab Danil.
Karena dia tidak ingin ada berita apa lagi nantinya.
Mungkin saja ada yang ingin dia bicarakan. Atau hanya sekedar bertanya kabar. Pikir danil berbaik sangka.
"Terimakasih.
Sebelumnya ibu minta maaf, sudah menganggu waktunya.
Ibu tahu kamu orang baik, ibu hanya ingin minta maaf padamu. Dimana sslama ini kamu sering terseret berita yang tidak meng enakan.
Mewakili suami dan anak ibu. Sekali lagi ibu minta maaf". Ujarnya.
Danil menarik nafas pelan.
"Saya juga minta maaf bu. Mungkin selama ini banyak salah pada ibu dan keluarga.
Mungkin waktu itu saya tidak minta maaf dengan baik pada keluarga ibu. Hingga saya selalu di sangkut pautkan dengan semua kejadian. Ini waktunya saya juga ingin minta maaf.
Sampaikan permohonan maaf dari saya pada Suami dan anak ibu. Agar kedepannya kita tidak ada konflik dan kesalah fahaman lagi". Jawab Danil.
__ADS_1
"Iya nak Danil. Kami yang seharusnya minta maaf pada mu nak. Sslama ini keluarga kamilah yang sering bikin ulah. Membuat kamu ikut terseret dalam berita". Ujar istri pak pendra.
Mereka berbincang sebentar, sementara Mario mengemasi berkas.
"Maaf bu. Saya duluan ya, karena Kami harus kembali ke kantor". Ujar Danil.
Dia melihat Mario sudah selesai berkemas.
"Oh iya silahkan. Maaf sudah mengganggu waktu kalian". Ujar istri pak pendra Sungkan.
Karena sudah menahan Danil yang sudah selesai rapat dengan kliennya.
"Sekali lagi maaf ya nak Danil. Walaupun kamu pernah kecewa dengan sikap kami sekeluarga. Ibu mohon jangan kamu dendam pada kami". Ujar istri pak Pendra saat Danil berdiri.
"Tidak bu. Aku akan ingat denga keluarga ibu. Kita sudah kenal lama.
Yang membuat kita berjarak hanya karena kesalah pahaman dan keegoisan.
Aku akan ingat kita dulu pernah kenal dan dekat. Dan sekarang kita akan melihat kedepan saja. Tanpa memandang yang lalu.
Karena aku tidak ingin lagi masa lalu diungkit lagi, itu akan membuat kekecewaan. juga akan terjadi perselisihan". Ujar Danil bijak.
Setelah berkata seperti itu, Danil dan Mario pun pamit, untuk pergi.
Di meja lain yang tidak jauh dari Danil duduk, pak Pendra mendengar ucapan istrinya dengan Danil.
Dia sangat tersentuh dengan ucapan Danil. Juga permintaan maaf istrinya.
Apalagi melihat dan mendengar ucapan Danil, tidak ada terlihat dendam dari ucapannya.
Contohnya keluarga putrinya. Sering dia ganggu dengan dalih cinta masa lalu.
Dia tahu, putrinya pasti kecewa dengan sikapnya yang ingin memisahkan keluarga kecil marni putrinya.
Sekarang pun pasti putrinya menjauh karena sangat kecewa padanya.
Melihat Danil dan Mario keluar dari restoran, pak Pendra tiba-tiba mengejqr Danil.
"Nak Danil tunggu". Panggilnya.
Danil dan Mario menghentikan langkahnya. Mereka berdiri di teras depan restoran.
"Aku minta maaf pada kamu. Aku sadar, karena keegoisanku putriku menjauhiku.
Sekarang tidak tahu dimana dia dan keluarga kecilnya tinggal.
Aku sadar dengan semua yang terjadi selama ini. Selain menganggu keluarga kecil kamu. Juga membuat keluarga anakku ikut bermasalah". Ujar pak Pendra minta maaf pada Danil.
Menyesali perbuatannya selama ini.
"Aku sudah memaafkan semua pak. Sekarang kita hanya melihat kedepan saja.
Aku do'akan hubungan bapak dengan putri bapak segera membaik. Dan tidak lagi terjadi kesalah fahaman". Ujar Danil.
__ADS_1
"Terimakasih nak Danil. Semoga kita bisa menjalin silaturahmi dengan baik kedepannya". Ujar pak Pendra.
"Semoga pak. Kami permisi dulu". Ucap Danil.
"Silahkan nak Danil". Ujar pak Pendra.
Danil dan Mario memasuki mobil yang di kendarai supirnya yang sudah berdiri di depan restoran. Dan merekapu berlalu dari restiran itu.
Meninggalkan pak pendra yang sudah tenang. Karena sudah minta maaf dengan tulus pada Danil.
Dia sekarang ingin mencari keberadaan putri dan keluarga kecilnya. Besannya pun tidak memberi tahu dimana anak dan menantunya tinggal.
.
"Tumben santai menghadapi mereka?". Tanya Mario pada Danil.
"Aku hanya ingin mereka ingat dengan perbuatan mereka saja kok. Lagipula tidak ada alasan untuk tidak memberi maaf pada mereka yang sudah menyesali perbuatannya.
Juga dengan menjauhnya putrinya, membuat dia sadar dengan kesalahannya selama ini". Ujar Danil.
"Setuju.
Lagipula tidak ada hubungannya denganmu kalau putrinya pergi menjauh.
Tinggal dia instrospeksi diri. Buah dari kesalahan yang dia perbuat". Tambah Mario.
"Nanti aku pulang cepat ya. Karena aku mau ajak Fauziah dan anak-anak kerumah Om tarmizi. Acara makan malam bersama keluarga besar". Ucap Danil pada mario.
"Baik. Apa perlu aku supiri?". Tawar mario.
"Tidak usah. Supir di rumah saja yang mengantar aku". Jawab Danil.
"Terus yang jemput ayah sama ibu kamu?". Tanya mario.
"Ayah sama ibu di jemput supir om Tarmizi, langsung kesana. Kan bandara dekat dengan rumah om tarmizi". Jawab Danil.
Mario mengangguk paham.
Danil merasa baik sekarang. Semoga ucapan pak pendra dan istrinya tadi bisa dipercaya. Tidak akan membawa namanya lagi sebagai menantu idaman mereka.
Kesalahan semua berasal dari pak Pendra sendiri yang egois.
Bukan dari putrinya Marni. atau Danil.
TAMAT
.
Terimakasih buat semua pembaca sudah mampir di tulisan ottor ini.
Mohon maaf karena ottor sering telat update .
...
__ADS_1
.
.