
"Ternyata pimpinan AZ putra utama sekarang masih muda ya pak!". ucap asisten pak sultan.
"Iya. tidak menyangka Pak tarmizi mempercayakan perusahaan nya di pimpin orang lain. Masih muda lagi.
Padahal setahuku perusahaan tersebut di bangun lebih kurang sepuluh tahun yang lalu. Dan pak tarmizi memimpinnya dari nol.
Padahal dia punya perusahaan kontraktor dan pengembang. Juga bisnis hotel dan mall terkenal.
Kamu tahu?!. perusahaan AZ Putra Utama ini selain menangani Ekspor import, juga membawahi beberapa bisnis retail dan yang menjual barang import kualitas tinggi". jelas pak sultan.
"Iya. saya juga pernah dengar. bahkan katanya sampai ke kota besar di berbagai provinsi". ucap asisten pak sultan.
Pak sultan ikut mengangukan kepalanya tanda setuju.
"Aku jadi berhayal. jika marni hamil besar seperti istri nak Afda itu. pasti aku sangat senang. Akan mendapatkan cucu sebagai penerus marga Aa". ucap pak sultan nenghayal.
"Kan anak pak sultan tidak pak ridho saja. masih ada dua adik laki-laki pak ridho, dan dua adik perempuan". ucap asisten pak sultan.
"Iya. tapi adik perempuan ridho juga belum menikah. padahal umurnya hampir tiga puluh tahun keduanya. Sibuk menata karir terus.Dan jika menikahpun anaknya akan ikut marga bapaknya.
Sedangkan adik laki-laki Ridho belum tamat kuliah dan yang kecil masih Sma. kapan aku punya cucu untuk margaku?!". jawab pak sultan.
"Pantas pak sultan menjodohkan pak ridho cepat!". ucap sang asisten.
"Itulah, setelah dijodohkan dua tahun baru istrinya hamil. Dia itu terlalu sibuk dengan pekerjaanya. istrinya juga". keluhan pak Sultan.
"Dan sebentar lagi bapak akan punya cucu. alhamdulillah". ucap sang asisten.
"Alhamdulillah".
.
"Keliling kemana?!". tanya Danil ke istrinya.
__ADS_1
"Hm.. pulang saja deh bang. aku mengantuk!". jawab fauziah.
"Tidak jadi ingin keliling?!. kan masih sore!".
"Tidak bang. Aku ingin rebahan saja".
"Baik. ada yang ingin di beli lagi sayang?. kebetulan kita masih di luar. besok-besok malas keluar lagi". ucap Danil.
Dia tahu, istrinya itu sangat betah di rumah. jarang mau keluar jika sudah berada di dalam rumah.
Fauziah makan martabak sepanjang perjalanan pulang, dia juga menyuapi Danil suaminya sambil berbicara santai.
"Bang, apa abang kenal dengan suami si marni tadi?". tanya fauziah menyuapi suaminya martabak.
"Tidak. rasanya abang belum pernah bertemu dia!". jawab Danil.
"Kok dia langsung memangil abang seperti sudah kenal saja?".
"Mungkin Marni yang bilang".
"Hhm.. abang tidak peduli. terserah dia lah. dia bisa bertanya pada istrinya sendiri". jawab danil mengemudikan mobilnya pulang, kerumah mereka tinggal di gedung kantor.
Fauziah mengangguk saja. sambil terus makan martabak, juga menyuapi suaminya yang sedang menyetir.
.
"Kamu kapan resign kerjanya?!". tanya Ridho kepada marni. Saat mereka baru sampai di apartement.
"Aku buat surat pengunduran diri dulu. Besok aku serahkan pada atasan". jawab marni sambil berlalu menuju ke kamar.
"Lebih cepat kamu resign lebih baik, biar kamu fokus dengan kehamilan kamu. jaga kesehatan kamu dan bayi kita!". jawab ridho sebelum Marni memasuki kamar.
"Baik!". jawab marni.
__ADS_1
"Kalau bisa kamu tidak beraktifitas di luar dulu. kulihat kamu agak sedikit kurus, dan terlihat kelelahan.
Apa kamu tidak bisa makan, karena kehamilan ini?!" tanya Ridho sambil mengiringi marni kekamar.
"Makanku sedikit bermasalah semenjak hamil. tapi masih ada makan kok!, walau sedikit". jawab marni.
"Hmm.. sebaiknya kamu perbanyak minum susu, biar bertenaga". ucap Ridho membuka jas kebesarannya dan berganti pakaian rumahan.
"Baik". ucap marni juga mau menganti pakaiannya dengan pakaian rumahan.
Marni memasuki kamar mandi sambil membawa baju ganti. Dan tidak lama keluar dengan pakaian rumahan dan siap untuk sholat magrib.
Karena azan magrib berkumandang beberapa saat sebelum mereka sampai apartemen.
Marni mengelar sajadah untuknya sholat sendiri. karena selama ini marni tidak pernah sholat diimami oleh ridho.
Makanya marni hanya mengelar tikar untuknya sholat sendiri. Dan melaksanakannya.
"Kenapa kamu tidak mengajak abang sholat magrib bersama?!". tanya ridho saat marni selesai sholat magrib.
"Hah....". marni kaget.
karena selama ini marni tidak pernah melihat ridho sholat di apartemen. karena ridho pulang hanya sekali atau dua kali seminggu.
Itupun sering tengah malam datang, saat marni sudah terlelap. dan kadang pagi juga sudah pergi saat marni memasak sarapan di dapur.
Jadi marni kurang tahu ridho sholat atau tidak, karena dia kan punya penyakit menyimpang.
.
.
.
__ADS_1
Terima kasih sudah mampir buar semua 😊😘
like dan koment ottor tunggu 🙏👍