
Seperti perintah papanya tadi, Ridho pergi membezuk papa mertuanya kerumah sakit.
Yang juga membuatnya malas, papa mertuanya dirawat di rumah sakit milik keluarga Danil. Sanv mantan pacar istrinya.
Ini membuat dia yakin, papa mertuanya masih mencoba mendekati danil untuk jadi menantunya.
'Awas saja mamu nanti marni. Jika terbukti kamu dekat dengan Danil. Akan aku ceraikan kamu langsung.
Eh. Kan sudah hampur dua tahun aku mengusir Marni. Dan aku tidak pernah mengucapkan talak padanya.
Apa bisa marni itu menikah dengan Danil?. Kan dia masih sah istriku.
Akan kugantung statusmu. Agar tidak bisa menikah dengan siapa pun. Biar kamu rasakan menikah tapi terasa janda. janda tapi tidak bisa menikah'. Gumam Ridho seanjang koridor rumah sakit, menuju kamar mertuanya di rawat.
Setelah menemukan kanar mertuanya. Ridho langsibg di sambut mama mertuanya.
"Alhamdulillah kamu datang Ridho. Papa dari beberapa hari yang lalu selalu menyebutmu juga anakmu.
katanya papa kangen". Ucap mama mertua.
Ridho tidak menanggapi ucaan mama mertuanya. sedang papa nertua terlihat sedang tidur.
'Cih. Dasar mertua edan. Sudah jelas Anaknya sudah hampir dua tahun dengan mereka. Masih cari muka untuk cari perhatian'. Gunam ridho.
'Kemana Dia?. Aa dia sedang bersenang-senang dengan selingkuhannya?!'. Pikit ridho.
Dia memandang sekeliling kamar rawat.tidak ada tanda-tanda ada Marni.
"Sudah berapa hari papa dirawat mah?". tanya Ridho setelah beberapa saat diam.
"Sudah seminggu. Tapi marni tidak mama kasih kabar, juga melarang mama kamu bilang pada marni. Takut akan terganggu kesibukannya menjaga cucu mama?". Jawab mama mertua.
"Tapi kamu kok tahu papa dirawat dan apa marni sudah tahu kalau papanya dirawat.
Ko tidak mengajak Marni kesini?!. Apa segitunya dia marah pada papanya, hingga tidak mau datang melihat papanya sakit". Tambah mama mertua berucap sedih.
'Hah... Marni tidak disini?. Kok...
Kemana dia?'. gumam ridho dalam hati.
Kaget mendengar ucapan mama mertuanya barusan.
"Kenapa Marni memangnya?. Tidak mau datang?". Tanya ridho heran.
"hhhff..
Semenjak dia melahirkan putri kalian. dia tidak pernah mau datang kerumah, untuk sekedar mampir. Dia hanya menelfon mama beberapa kali. Menanya kabar. Itu saja.
__ADS_1
Tapi tidak pernah mau berkunjung. Jika mama minta datang". Jawab Mama mertua.
'Semenjak melahirkan?. dimana dia sekarang?. padahal dia keluar rumah saat umur putriku empat bulan.
Apa jangan-jangan dia diam-diam balik pada Danil itu. Apa mertuaku sedang bersandiwara. Agar...
"Mama tidak tahu kalau marni pernah bertengkar hebat dengan papanya. Dan itu terjadi saat masih hamil. Hingga Marni marah besar pada papanya.
Itulah makanya papa tidak mau berkunjung waktu marni melahirkan. Dan sampai sekarang Marni tidak lagi mau berkunjung.
Sudah hampir dua tahun marni tidak datang. Dan hanya beberapa kali menelfon. itupun hanya sebentar". Cerita mama mertua.
'Kemana Marni?'. Pikir Ridho kalut.
Sebab menurutnya, dia yakin kalau marni pulang kerumah orang tuanya. Dan ini sudah hampir dua tahun marni keluar dari rumahnya.
'Aku akan passtikan ini, apa marni pergi menemui Danil. Untuk...
Ah...'. Ridho semakin kalut. memikirkan marni yang hilang.
Setelah berbasa-basi sebentar, Ridho pamit pada mertuanya itu. Juga sudah berbicara sebentar dengan papa mertuanya.
Disana dia tahu, kalau papa mertuanya sudah tidak membahas Danil lagi semenjak Marni hamil yang kedua waktu itu.
Dan papa mertua juga minta maaf pada Ridho. Dan minta sampaikan pada Marni supaya mau memaaf kannya serta mau berkunjung.
'Akan aku cari tahu. Kemana marni selama ini. Juga Danil. Akan....
saat melihat Danil, istri dan anaknya. Berada di loby rumah sakit. Tidak ketinggalan Mario sang asisten.
Ridho mendekati rombongan tersebut.
"Pak Danil". Pangilnya.
"Bisa kita bicara sebentar?!". Ucap Ridho langsung. Tanpa basa basi.
"Apa penting?!". Tanya Danil melihat Ridho.
"Sangat penting!". Ucap Rifho yakin.
"Sebentar. Aku izin istri dan anak ku dulu". Ucap Danil langsung menghadap istri dan anaknya.
"Sayang. Aku bicara dengan dua sebentar ya. Kalian tunggu saja di ruang sana". Tunjuk Danil pada ruang penitipan anak.
"Kami tunggu di Baik bang". Jawab Fauziah.
"Sayang ayah. Ayah ada perlu sebentar sana om itu ya. Kamu sama bunda jaga adik". Ucap danil pada putra sulungnya. Mengusap kepala bocah lima tahunan itu.
__ADS_1
"Baik ayah. Tapi jangan lama ya". jawab Dilan.
Interaksi Danil dengan istri dan anaknya menjadi perhatian Ridho. Danil sangat menghargai anak dan istrinya. Ini membuat iri Ridho yang masih mencurigai danil menyembunyikan marni. Istrinya.
Tapi. Ada sedikit keraguannya. Apa mungkin Danil yang sangat sayang pada istri dan anaknya mau menerima marni balikan. Untuk, simpanan mungkin.
Hingga.
"Maaf sebelumnya.
Jujur, aku sangat marah dengan tuduhan kamu itu. Sungguh tidak berdasar.
Mengatakan Marni aku yang menyembunyikan, dan menjadikan dia simpanan". Jawab Danil.
Saat ini mereka sedang berada di ruang kerja Danil.
Ya. Danil terpaksa mengajak Ridho berbicara dengannya di ruang kerjanya yang ada di rumah sakit ini.
Padahal tadi dia sudah selesai mengerjakan pekerjaannya. dan akan pergi membeli kebutuhan mereka saat di perjalanan besok.
"Aku juga sedikit ragu. Tapi Tidak bisa di pungkiri, kalau kamu mungkin di cari marni saat pergi. karena kamu mantannya.
Dan papa marni juga sering menyebut kamu menantu idaman nya". Jawab Ridho ketus.
"Kalau bicara mantan masih ada mantan marni yang lain. Cuma kebetulan aku yang terakhir.
Dan untuk bertemu marni. Aku terakhir bertemu dengannya sekitar lima tahun yang lalu. Sebelum putraku lahir". Jelas Danil.
Danil bilang tidak pernah bertemu marni. Bahkan kata danil semenjak acara tujuh bulanan marni saat hamil pertama.
'Berarti sudah hampir lima tahun. Karena umur si kembar sudah lebih lima tahun. Dan umur anak keduanya sudah dua tahun sekarang.
Kemana marni?'. Pikir Ridho semakin panik.
"Serius kamu tidak bertemu marni?". Tanya Ridho tidak percaya.
"Kalau kamu tidak percaya. Tanya saja dia nanti saat bertemu. Atau telfon dia". Ucap Danil.
Iya. Telfon.
Bagaimana dia lupa untuk coba menelfon marni. Senenjak Marni pergi dari rumah, tidak sekalipun dia mencari. Menelfonpun tidak.
Ridho pergi dari ruangan danil, setelah tidak ada bukti kalau istrinya itu tidak menemui danil. Bahkan Danilpun tidak tahu Marni dimana.
Ridho kembali keruang rawat rawat mertuanya. Minta nomor ponsel istrinya. Karena nomor ponsel istrinya tidak bisa di hubungi.
Ridho yakin, bisa saja istrinya itu bekerja sama dengan orang tuanya. Karena kaya mama mertua Marni pernah menghubungi mama mertua beberapa kali.
__ADS_1
.
.