Kamu Tidak Salah

Kamu Tidak Salah
BAB 93


__ADS_3

"Sudah siap sayang?!". tanya danil pada istrinya.


Fauziah sedang mengikatkan gendongan bayi pada tubuh suaminya. Danil akan mengendong putranya.


Barang keperluan mereka sudah dibawa pak yan ke mobil mereka di basement kantor.


Mereka akan menuju rumah om Tarmizi. ada acara kumpul keluarga besar mereka.


"Siap bang!". ucap fauziah.


Merekapun turun dengan lift khusus dan langsung menuju basement.


Mobil di kendarai oleh supir kantor. dan mario mengiringi di belakang.


Sebenarnya danil melarang mario mengiringi, tapi mario tetap mengiringi juga.


"Apa kita tidak beli buah tangan bang?!". tanya Fauziah.


"Mau beli apa sayang?!". tanya danil.


yang sibuk mengelus pipi buah hatinya. Saat di dalam mobil, baby dylan disandarkan kedadanya, agar bayinya nyaman tiduran.


"Buah atau cake!". jawab fauziah.


"Disana juga banyak nantinya sayang!". ucap Danil.


"Iya, pasti banyak. tapi namanya buah tangan kita harus bawa bang. kan tidak enak, jika datang dengan tangan kosong!". jelas fauziah.


"Hmm. beli cake saja bagaimana. kan bisa untuk acara juga!". usul Danil.


"Baik!. kita ketoko roti ** di daerah blok e saja bang. disana kue dan cake nya enak.


Mau buah pun juga ada disana!". ucap fauziah.


"Boleh.


kita kesana pak!". ucap danil ke supir.


Merekapun mampir membeli buah tangan. fauziah memilih yang akan di beli, dan danil yang sedang mengendong bayinya mengiringi.


Ada seseorang yang sedang memperhatikan danil dan keluarga kecilnya. dia meremas dadanya yang sesak.


Tapi dia hanya bisa menangis dalam diam.


Walaupun tadibdia bilang pada papanya, untuk tidak lagi mengharapkan danil. tapi saat melihat saja dadanya sesak.

__ADS_1


Marni hanya berucap dimulut saja. tapi hatinya


Marni yang tadi menemui papanya, ingin segera cepat pulang. Dia yang sudah tahu arah pembicaraan papa nya itu.


Dia tidak ingin papanya tahu, kalau dia masih trauma dengan kelangsungan kehidupan rumah tangganya.


Walau suaminya sudah berubah semenjak dia keguguran. tapi masih ada rasa gamangnya, jika suaminya masih main pedang- pedangan.


Tadi setelah mohon izin pulang cepat, marni mampir di toko ini. Dia ingin membeli kue dan buah, untuk cemilannya.


Tapi. dia malah bertemu danil untuk yang kedua kalinya hari ini.


Dan yang lebih sedihnya, dia melihat danil yang mengendong bayi, juga dengan mengiringi istrinya memilih kue dan buah.


Dia juga ingin seperti itu, pergi dengan suami.


.


"Kenapa pulangnya tidak menunggu aku?!". tanya ridho pada marni.


Saat sampai di apartemen. Dia sampai di apartemen selepas magrib


Tadi marni mengabarkan pada suaminya kalau di pulang ke apartemen tanpa harus di jemput suaminya.


"Aku ingin mampir di toko kue dan buah bang!". jawab marni.


Aku ingin seperti pasangan suami istri di luar sana. kemana-mana selalu berdua. dan aku ingin menganti waktu yang lalu dengan selalu ada di sampingku!". ucap ridho menatap marni.


Marni terdiam, dia yang tadi juga menginginkan perhatian suaminya sangat berantusias mendengarnya.


"Maaf bang. tadi aku ingin cepat pulang keapartemen!". ucap marni.


"Besok-besok kamu tidak boleh lagi pergi sendirian. aku khawatir kamu kenapa-kenapa nanti!". jawab ridho.


Marni merasa melayang di khawatirkan suaminya. merasa senang juga diperhatikan suaminya yang baru kali ini mengungkapkan nya.


Marni tersenyum senang. bahagia.


"Terima kasih bang. sudah peduli!". jawab Marni.


Ridho memeluk istrinya yang tersenyum. dan mengucapkan terima kasih.


"Aku mandi dulu. kita makan malam bersama!". ucap ridho mengecup kening istrinya.


Dia tahu. istrinya sudah memasak untuk makan malam. karena aroma masakan tercium saat dia memasuki rumah.

__ADS_1


"Baik bang!". jawab marni.


Maka, selesai mandi dan sholat magrib, mereka makan malam bersama.


Mereka makan sangat hangat. Ridho sesekali menyuapi istrinya. membuat marni merasa seorang istri yang beruntung. diperhatikan lebih oleh suaminya.


Setelah sholat isya, mereka duduk di ruang tengah sambil menonton. Ridho sengaja duduk berdempet dengan marni di sofa panjang.


Merangkul bahu istrinya, hingga kepala marni bersandar di dadanya.


Dia sesekali mengecup kening istrinya mesra, membuat sang istri tersenyum manja.


Entah bagaimana awalnya, hingga ridho juga sesekali mengecup bibir istrinya. kadang juga **********.


Kegiatan saling menempelkan bibir itu terus berlanjut. hingga


"Marni. abang sedang ingin mendatangi kamu mar. apakah abang boleh mendapatkan hak abang malam ini?.


Semenjak kamu keguguran. Abang belum pernah memberi kamu nafkah bathin!". bisik Ridho di telinga marni.


Membuat marni kegelian dan meremang.


"Boleh bang!". ucap Marni.


Karena mendapatkan izin dari istrinya, maka ridho mengendong istrinya itu kekamar mereka.


Dengan lembut tangan dan bibir Ridho menjelajahi tubuh istrinya. membuat sang istri tidak berhenti mendesah. Dan


Untuk pertama kali setelah istrinya keguguran, ridho dan marni menikmati malam panas mereka.


Yang membuat tambah membara, setiap hentakan yang diberikan ridho membuat marni melayang. bagaimana tidak, ridho sering mengungkapkan kata cinta dan sayang pada istrinya yang sedang dia dia kungkung.


Membuat marni yang merasa dicintai dan di sayangi itu. menikmati sesuatu yang bergerak dibawah sana dengan sepenuh hati. Hingga tubuhnyapun bereaksi dengan srndirinya.


Ahhh...


Ridho yang merasa istrinya sedang di puncak kenikmatan, melepaskan sesuatu yang sudah dia kumpulkan selama lebih dua bulan ini.


dia senang melihat istrinya sangat menikmati permainannya kali ini.


Memompa dengan cepat, agar bibit unggulnya bisa mencari tempat untuk berkembang.


Semoga. harap ridho.


.

__ADS_1


.


__ADS_2