Kamu Tidak Salah

Kamu Tidak Salah
BAB 46


__ADS_3

Danil mengendarai mobilnya menuju klinik, untuk menemani istrinya periksa.


Tadi mario dan supir kantor sudah menawarkan untuk mengantar. tapi danil ingin jalan berdua saja dengan istrinya.


Tapi Mario tidak tinggal diam, dia menempatkan beberapa anak buahnya berada di sekitar bos nya itu. menjaga kalau ada yang berniat menganggu danil dan istrinya yang sedang hamil.


"Bang. Bagaimana kalau bertemu dia saat periksa. kan bulan kemaren periksanya bersamaan!". ingat Fauziah.


"Biar saja. bertemu atau tidak abang tidak peduli!". ucap Danil tetap tenang mengemudi.


Fauziah pun diam, tidak bertanya lagi. mungkin tidak mau lagi suaminya membahas tentang dia.


Fauziah hanya ingin tahu saja reaksi suaminya saat membahas mantan. jika bertemu lagi. ternyata suaminya sudah tidak peduli.


Saat diperiksa tadi, danil bertanya pada dokter. apakah istrinya yang hamil besar boleh bepergian dengan pesawat.


Dan dokter mengizinkan, karena kondisi fauziah sehat. Kandungan fauziah juga sehat.


Dokter hanya berpesan agar di perjalanan bumil cukup istirahat, dan jangan banyak makan yang berlemak dan pedas.


"Alhamdulillah ya bang. kita bisa ke kampung abang". ucap Fauziah saat mereka diatas mobil.


"Iya sayang, abang sangat senang kita bisa berkunjung. Apalagi membawa istri yang sedang hamil. Pasti keluarga besar abang senang, di kunjungi menantu yang sedang hamil besar!


Hanya ayah, ibu adik serta beberapa kerabat abang yang sering datang kesini, mengunjungi saudara yang ada di kota ini. banyak yang bertemu kamu hanya saat pesta selamatan tahun lalu ". jawab Danil mengemudikan mobil.


Ayah dan ibu danil memang sering berkunjung ibukota, bisa sampai dua atau tiga kali sebulan. karena ayah juga punya perusahaan kontraktor dan bisnis lain bersama dengan om tarmizi. juga dengan teman ayah.


"Kapan abang kabarkan pada ayah dan ibu kalau kita pulang?!". tanya fauziah.


"Nanti malam, kita kabarkan ayah dan ibu. Juga minta izin sama abah dan ummi, kakau kita liburan ke kampung abang". jawab Danil.


Abah dan ummi adalah orang tua fauziah.


"Kita mampir belanja oleh-oleh ya bang!". ucap fauziah.


"Baik sayang. dimana kita belanja oleh-oleh?!". tanya danil.


"Mall ** bang, disana banyak pilihan untuk oleh-oleh". ucap fauziah.


"Ok.. ". jawab danil mengemudikan mobilnya menuju tempat tujuan.


"Nanti pas azan kita berhenti di mesjid terdekat untuk sholat magrib ya bang". usul fauziah.


"Sepertinya kita bisa sholat di musholla mall. Tumben jalanan tidak begitu macet dire ini. Atau kamu ibgin sholat di mesjid yang ada di sekitar sini?!". tanya danil.


"Di musholla mall saja bang. abang langsung saja parkir di lantai yang sama dengan musholla". jawab Fauziah.


"Ok!". jawab danil.

__ADS_1


Karena mall tujuan Danil dan fauziah tidak begitu macet, maka mereka sampai di mall belum azan magrib.


Dan sesuai usul Fauziah, danil memarkirkan mobilnya di lantai dimana musholla mall berada.


Selesai sholat magrib, mereka berbelanja. Danil membiarkan saja apa yang di beli istrinya. hingga....


Banyak belanjaan yang fauziah beli.


Sekarang mereka sedang antri di depan kasir. Lebih tepatnya Danil yang akan antri membayar. Sedang Fauziah disuruh duduk di kursi yang berada di bagian luar dekat kasir.


"Sayang, kamu duduk disana saja. Abang yang mengantar kemobil nanti belanjaannya ya. kamu tunggu di..


Ish.. mario, tau saja kita butuh bantuan". Ucap Danil saat melihat satu orang pria dan satu wanita, yang danil yakini anak buah mario, berdiri tidak jauh dari kasir supermarket.


Danil mengangukan kepalanya kepada mereka, dan mereka berdua mendekat.


"Berdua?!". tanya Danil.


Mereka menunjuk dengan mata kearah tiga titik. berarti mereka berada di sekitar Danil dan fauziah. Dan danil melihat sekilas dengan sudut matanya.


"Oh. tolong bawakan belanjaan istri saya!. itu juga". ucap Danil.


Menunjuk beberapa bawaan yang di pegang istrinya dan yang ada di tangannya.


"Mari saya bawakan nona!". ucap sang wanita hormat meminta belanjaan fauziah.


"Berikan saja sayang, Biar dibantu membawanya!". ucap Danil.


"Tapi...".


"Tidak apa-apa!". jawab danil lagi.


Dengan berat hati Fauziah memberikan beberapa tas belanjaan pada wanita itu. Danilpun memberikan yang ada di tangannya.


Dia heran. kok mereka disuruh suaminya membawa belanjaan mereka.


Bahkan suaminya yang semula berdiri untuk antri menuju depan kasir, digantikan oleh pria yang mengambil bawaan suaminya tadi.


"Tolong kamu bayar dulu ya belanjaanya. nanti saya transfer. Dan juga tolong di antar pulang sekalian. Kami mau makan malam dulu!". ucap Danil kepada pria yang akan mengantri di kasir.


"Baik pak!". jawabnya.


"Ok. kami jalan dulu!. permisi". ucap Danil menepuk bahu pria tersebut.


"Silakan pak!". jawab pria dqn wanita tersebut.


"Ayo sayang!". ajak Danil merangkul bahu istrinya berjalan.


"Siapa mereka bang?!. kok qbang menyuruh mereka membayar belanjaan juga membawanya?!". tanya Fauziah heran.

__ADS_1


"Anggota mario. mungkin mereka di suruh, untuk membantu kita!". jawab fauziah.


"Ooo.. ". jawab Fauziah. "Terus kenapa abang suruh mereka yang membayar balanjaan kita?!". tanya fauziah lagi.


"Tidak apa, nanti di ganti uangnya. tenang saja, akan di kasih bonus lebih kok mereka nanti".jawab Danil.


"Hmm..".


Fauziah tidak bertanya lagi, mungkin memang mario yang menyuruh.


"Mau makan apa kita sayang?!. mau di food cord yang diatas". tanya Danil menuju lift.


"Aku pengen makan di pasar malam waktu itu bang!". jawab Fauziah.


"Ok sayang, kita kesana.


Apa tidak ada lagi yang akan di beli?!". tanya Danil.


"Tidak bang, sepertinya cukup!". ucap fauziah yang masih di rangkul Danil saat memasuki lift.


Danil menekan angka lantai tempat mobil mereka parkir, karena mereka sekarang berada di lantai berbeda.


Ada dua orang pengunjung didalam lift, yang sudah duluan berada di lift tersebut. mungkin dari lantai bawah.


Dan kedua pengunjung tersebut urun di lantai berikutnya. Danil dan fauziah masih dua lantai lagi menuju tempat parkir mobilnya.


Saat kedua pengunjung keluar, ada beberapa pengunjung yang juga memasuki lift.


Danil tidak begitu memperhatikan. karena dia fokus melihat istrinya yang berada dalam rangkulannya, sambil berbincang.


Danil mundur ke arah dinding arah kiri, karena lift berisi beberapa orang. serta merapatkan tubuhnya posesif memeluk istrinya dari samping, agar istrinya yang hamil tidak tersenggol orang yang baru memasuki lift.


Dan..


"Jangan mesra-mesraan di tempat umum!!". ucap seseorang.


Danil memutar tubuhnya melihat kearah yang berbicara, karena tadi menghadap istrinya yang berada di dinding dan menyamping pintu masuk lift.


"Maaf. Saya melindungi istrinya yang sedang hamil besar, agar tidak jatuh dan tersengol pengunjung lain!". jawab Danil dingin melihat orang yang berbicara tadi.


Danil mengelus perut besar istrinya mesra.


orang itu terkejut, melihat wanita yang di rangkul danil sedang hamil besar.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2