Kamu Tidak Salah

Kamu Tidak Salah
BAB 18


__ADS_3

Marni langsung berendam dengan air hangat saat sampai di apartemennya.


Tubuhnya yang lemas dan penuh dengan tanda merah yang ditinggalkan pria tadi.


Marni memejamkan matanya merilekskan tubuhnya yang lemas dalam air hanggat di bathtub.


'ingin menemui bang Niel, malah diperkosa'. gumam Marni.


'Kemanakah gerangan bang Niel pindah?. Kata orang yang tinggal disana tadi dia tidak tahu. dia pun dikontrakan rumah oleh bos wanita yang tinggal disana. yang dipanggil miss grace'.


Marni mengosok kasar tubuhnya yang sudah sangat kotor. hingga kulitnya memerah.


Mungkin lebih setengah jam berendam, barulah dia keluar.


Setelah menganti baju, marni tidur. Dia tidak tahu, apakah suaminya akan pulang atau tidak.


Sebab suaminya itu jarang untuk pulang. Kalau pulang pun hanya tidur. Marni diberi nafkah batin oleh suaminya hanya sekali seminggu. Bukan tidak mampu, tapi..


Nafkah lahir lebih dari cukup untuk marni seorang. Suaminya yang anak seorang pengusaha juga bekerja sebagai kepala bagian di perusahaan temannya dan dia juga belum di karuniai anak.


Sampai terbangun subuh, marni tidak medapati suaminya tidur di sampingnya.


Pasti suaminya tidak pulang lagi. Kapan suaminya akan menghargai nya sebagai.


.


Tidak terasa sudah dua bulan lebih Danil dan istrinya tinggal di apartemen yang berada di gedung teratas kantor danil.


Danil yang waktu bilang pada istrinya kalau akan tinggal di gedung kantor saja. Sekali seminggu sudah ada yang melengkapi semua kebutuhannya.


Kulkas sudah penuh, barang harian keperluan sehari-hari juga sudah dibeli.


Siapa lagi yang melengkapinya, tentu mario dan sang sekretaris Gita.


Karena danil tidak mau ada orang asing memasuki apartemen khususnya itu.


Untuk membersihkan ruangan paling atas gedung kantor ini, serta apartemennya hanya satu orang saja yang diizinkan mengerjakan nya. yaitu pak Junaidi, OB senior .


Hanya pak Jun yang diizinkan untuk membersihkan semua ruang yang ada lantai delapan ini.

__ADS_1


Hingga kadang pak jun juga yang belanja untuk kebutuhan harian di apartemen danil.


Seperti kesepakatan Danil dan fauziah waktu itu. mereka akan menginap di rumah hanya akhir pekan.


Rumah mewah mereka hanya dihuni oleh artnya saja.


Danil yang bekerja hanya beberapa langkah dari tempat tinggalnya. Walaupun hanya beberapa langkah, tapi kedisiplinan tetap berlaku.


Kadang dia bekerja tanpa ingat waktu. Waktu masuk kantor memang rutin delapan kurang sudah duduk di kursi kebesaran.


Istirahat siang tepat waktu pukul dua belas kurang lima belas menit hingga pukul satu lewat lima belas.


Tapi saat pulangnya, sering molor. baru pulang saat di panggil Fauziah, menjelang magrib. Untung hanya beberapa langkah.


Tapi tidak membuat Hubungan mereka sering berselisih. Malah makin mesra. karena bisa bertemu setiap waktu. Bisa dikatakan dua puluh empat jam bersama.


Membuat bumil selalu ditemani.


Yang membuat Danil dan Fauziah semakin mesra, salah satunya aktifitas ranjang mereka dapat dilakukan kapan saja.


Mau pagi hari bermesraan saat sarapan pagi hingga berakhir di ranjang, tidak akan takut terlambat sampai dikantor. Karena mandi dan bersiap lagi, bisa di ulang.


Fauziah bukannya bosan terkurung di puncak gedung teratas kantor suaminya. malah senang. karena selalu dekat dengan suaminya. Dan semua keinginannya lengkap.


Seperti sore itu, Fauziah yang sudah buncit, karena kehamilannya sudah memasuki lima bulan.


Dia mendatangi ruangan suaminya. Fauziah memasuki ruangan suaminya itu.


Dia melihat suaminya yang sibuk.


"Masih sibuk bang?!". ucap Fauziah berdiri di samping suaminya.


Danil mengangguk sambil tersenyum. Lalu menarik tubuh istrinya untuk duduk miring di pangkuannya.


Mencium kening istrinya dan mendekap erat tubuh istrinya.


"Anak ayak kangen ayah ya?!". ucap danil mengelus perut buncit istrinya. Setelah beberapa saat mendekap tubuh istrinya yang mulai montok.


Danil menjarakan pelukan sejenak. Diusapnya lembut perut istrinya.

__ADS_1


Fauziah hanya tersenyum saja, semakin hari mereka semakin mesra.


"Pekerjaan abang sebenarnya barusan selesai. tapi abang ada memeriksa berkas yang tadi diantar mario. dan melihat cctv". ucap Danil menunjuk map dan layar laptop yang ada didepannya.


"hmm". jawab Fauziah, melihat layar laptop yang ada di meja kerja danil.


"Banyak yang lembur bang?!". ucap fauziah melihat layar laptop.


"Iya, akan ada kerjasama dengan perusahaan lain. makanya tim Hamdi mengerjakan berkas yang diperlukan.


Minggu depan harus selesai, mereka akan sering lembur". ucap danil.


"Oo.. abang tidak ikut bantu?!".


"Nanti. beberapa hari akan peetemuan itu. akan diadakan rapat dulu dengan semua. biar ada masukan atau koreksi". jelas Danil.


Fauziah hanya mengangguk.


"Yuk kita pulang!".ajak Danil mengusap kepala istrinya.


Fauziah mengangguk, dan berdiri dari pangkuan suaminya.


Mereka berjalan kerumah mereka sambil berbimbingan tangan.


"kamu tidak bosan dirumah terus?!". tanya Danil.


"Tidak bang. apa bedanya dengan dirumah atau apartemen. Juga di rumah saja, tidak kemana-mana". jawab fauziah menggeleng.


"Beda dong sayang. kalau dirumah kan pemandangan lepas. ada taman atau jalan keliling perumahan juga enak.


Di apartemen kalau kita bosan dirumah, kita bisa jalan ke bawah. keliling mall, atau cari makan di food court". jawab Danil. karena waktu itu apartemen danil berada diatas mall.


"Iya sih bang. tapi kan akunya yang mager. Lagian disini kalau aku pengen sesuatu aku juga sering cari makanan ke kantin, atau minta tolong pak yan belikan keluar". jawab fauziah.


Fauziah memang sering turun kekantin untuk sekedar beli cemilan di kantin atau minta tolong pak yan.


Danil tidak melarang kalau istrinya jalan kebawah, kekantin atau sekedar duduk di ruang Gita, sekretarisnya. jika dia sedang keluar atau rapat.


.

__ADS_1


.


__ADS_2