Kamu Tidak Salah

Kamu Tidak Salah
141


__ADS_3

Dengan canggung Marni mengiringi suaminya. membimbing putri kecilnya.


Ridho membimbing salah satu putra kembarnya. Dan satunya lagi di bimbing oleh Danil.


Danil langsung membawa mereka duduk di dalam rumah. Tempat jamuan di tengah rumah.Tidak menjamu di tenda. Seperti undangan lainnya.


"Sayang. Temani marni sekelarga duduk disini. Kita makan bersama ". Panggil Danil pada istrinya.


"Baik bang. Aku jemput anak-anak dulu". Ucap Fauziah.


Kerabat membantu menghidang juga gesit mengisi jamuan yang ada di depan Marni dan Ridho.


"Ayo silahkan. Anggab rumah sendiri". Ucap Danil.


Dia memberikan piring buat Ridho dan marni.


"Marni. Ambilkan buat anak-anak. Nanti anak-anaku akan ikut bergabung". Ucap Danil.


"Baik". Jawab Marni.


Dia sedikit risih dengan sikap baiknya Danil. Marni membantu mengambilkan nasi buat si kembar. Dan juga buat dirinya.


"Kalian kenapa bisa sampai liburan ke sini. Aku senang bertemu kalian.


Untung aku tadi melihatmu sekilas. Walau ragu". ujar Danil menyendok nasi.


Lalu menyuruh Ridho mengambil nasi dan lauknya.


"Kami dari pekan baru. Ingin liburan ke sekitar sumbar. Dan baru sampai tadi pagi". Jawab Ridho.


Ridho berusaha akrab dengan Danil.


Walau hanya kenal, Danil sangat menyambut baik kedatangan mereka. meskipun kedatangan mereka mendadak dan sebagai tamu tidak diundang.


Langsung diajak mampir karena kenal.


Tadipun Danil bilang teman mereka yang ada di kota ini. Dan sangat bersahabat menyambut. Seolah tamu yang du undang khusus.


Tidak berapa lama datang Fauziah dan kedua buah hatinya.

__ADS_1


"Silahkan dinikmati. Anggab rumah sendiri". Ucapnya sambil duduk di dekat Danil.


Dan kedua buah hatinya diantara mereka. Sama dengan Marni. Ada tiga anak mereka diantara mereka duduk.


Mereka duduk lesehan menghadapi menu pasta di atas seprah makan. keluarga kecil mereka duduk saling berhadapan.


"Kita makan bareng saja". Ajak marni.


"Iya mbak. Sikecil disuapin ya mbak". Ucap Fauziah membuka pembicaraan. Mengambilkan buat putranya.


"Iya nih. Mungkin capek di atas mobil tadi. Kurang bersemangat untuk makan". Jawab Marni.


Marni memang menyuapi putri bungsunya. Selain umurnya masih dua tahun lebih, tidak ingin juga sibungsu makan berantakan. Karena di temat pesta, dan nanti juga mereka akan pergi jalan keliling kota.


Fauziah juga ikut makan bersama, Dia menemain tamunya. Mereka juga sekalian makan siang. Biar marni dan keluarga tidak canggung.


"Abang kembar jangan sungkan untuk nambah lauknya. Ini tidak pedas kok". Ucap Fauziah memberikan sepiring lauk bola-bola daging. Namanya cancang karani.


"Terima kasih tante". Jawab mereka.


Marni membantu memasukan kepiring putra kembarnya.


"Ada kerjaan di pekan baru Ridho?". Tanya Danil.


"Tidak kok Danil. Aku dan anak- anak menjemput Marni kesana. Ternyat dua tahun ini marni bekerja di Pekan baru". Jawab Ridho.


"Marni tidak memberi tahu keberadaanya?". Tanya Danil.


"Tidak. Makanya beberapa hari yang lalu pas kita bertemu di rumah sakit, aku bertanya serius pada kamu.


Apa kamu tahu keberadaan Marni. Dan ternyata dia malah tidak ada yang tahu dimana keberadaannya.


Juga orang tuanya tidak tahu". Jelas Ridho.


"Setelah panik semua, baru papaku bilang. Kalau marni ada di pekan baru. Tapi tidak tahu tinggal dan bekerja dimana.


Papa cuma bilang temui teman papa. Untuk tahu keberadaannya.


Dan ya Aku temukan dia. Untuk kembali ke jakarta". Jawab Ridho.

__ADS_1


Danil dan Fauziah mendengar cerita Ridho. Dan marni hanya mendengar. Karena membicarakan Dia.


"Terus kenapa sampai ke bukittinggi ceritanya. Untung aku tadi melihat kamu sekilas". ucap Danil.


"Oo. Mumpung sedang di pekan baru, aku ingat cerita orang saat di pesawat menuju pekan baru kemaren.


Kalau warga Riau menjadikan Sumbar untuk liburan akhir pekan mereka. katanya Sumbar surganya wisata alam. Maka aku tertarik.


Benar yang aku rasa. Baru masuk sumbar di sambut kelok sembilan jalan yang terkenal itu.


Lembah harau, taram. Dan sepanjang jalan payakumbuh bukittinggi yang adem. Dan mau keliling bukittinggi hari ini". Jawab Ridho.


"Belum lihat bukittinggi kan?. Lebih indah lagi". Ujar Danil.


"Iya belum. kami baru saja sampai dan sholat di mesjid besar sana. Pas lewat sini ternyata bertemu kamu". Ujar Ridho.


"Iya. Aku senang bertemu kalian disini. Tadi padahal aku sedang mengantar tamu yang akan pulang. Dan bertemu kalian di depan.


Oh ya?. hari minggu kemaren aku bertemu kamu dengan siapa?. Kenapa ada di sini?". Tanya Danil pada Marni.


"Aku diajak teman liburan akhir pekan ke pariman. Dan pulang ke pekan baru mampir di sini". Jelas Marni.


"Kamu sering kesini?. Kan biasa orang riau akhir pekannya ke sumbar". Ujar danil.


"Baru sekali kemaren aku ikut. Dan kebetulan juga ramai yang pergi". jawab Marni jujur.


"Oo...". Ujar danil.


Mereka makan sambil berbincang santai. Danil tidak merasa cangung nutuk berbincang drngan Ridho.


Malah sangat bersahabat, dan saling bercerita tentang keluarga kecil mereka.


Tidak ada Danil menyinggung yang lalu. Ridhopun menanggapi dengan bersahabat.


'Ternyata Danil tidak seburuk yang kukira. Aku menyangka dia akan dendam dengan kejadian yang lalu.


Malah dia mengangab kami teman'. guman Ridho dalam hati.


.

__ADS_1


.


__ADS_2