
"Niel.. lihat!!". ucap Mario. langsung duduk di drpan meja kerja Danil.
Sore itu mario memperlihatkan berita online yang memberitakan dia dan pak pendra. Drngan judul yang bikin geleng-geleng kepala.
"Apa rencana kamu?!". tanya Mario.
"Biar saja dulu. mungkin dia mau sedikit menaikan rating namanya agar ada dalam berita.
Kata kamu kan namanya sudah tenggelam setahun belakangan mungkin dengan adanya namaku bisa eksis lagi!". jawab Danil santai.
"Narsis kamu Niel. seperti publik figur saja!". ucap mario.
"Kan kamu juga yang bilang!". jawab Danil.
Mario mengangguk.
"Terus?!". tanya mario lagi.
"tunggu sampai besok siang. jika dia berkomentar membuat namaku terseret, buat akun berkomentar untuk membuatnya bungkam.
Pokoknya jangan berita itu hilang. biarkan saja, agar orang tahu siapa yang toxic!". ucap Danil santai.
Sebab tahu apa yang akan di kerjajan mario.
"Ok. aku suruh anak buahku membuat komentar. tapi kamu jangan marah dengan apa yang akan terjadi nantinya.
Jika namamu terbawa sedikit, tetap tenang!". ucap mario.
Dia berdiri untuk keluar ruang kerja Danil.
"Satu lagi. Kamu harus memberi tahu fauziah dengan berita ini. beri penjelasan agar tidak membuat rumah tangga kamu bermasalah kedepannya!". ucap mario.
"Baik. akan aku bilang dengan fauziah. orang tuaku, juga om tarmizi. mereka pasti khawatir dengan berita hoak itu". jawab Danil.
Bagaimana tidak. berita ini sangat membuat kesal. jangankan danil. orang yan nembaca saja bisa mempercayainya.
Berita berjudul 'Makan siang bersama calon mantu!'.
Pasti semua orang akan menilai danil yang mengajak. Tapi danil sudah menyiapkan senjata balik. dengan postingan itu.
Bahkan mario juga akan menggunakan akun anak buahnya untuk berkomentar, hingga pihak seberang merasa kehilangan nyali.
Tanpa sepengetahuan Danil, mario mengarahkan akun teman dan anak buahnya memenuhi kolom kementar.
Ada beberapa yang mendukung, tapi banyak juga yang menilai jelek. hingga perdebatan un faedah lebih banyak menyudutkan si pembuat.
__ADS_1
Secara halus akan tersindir, di pojokan menjatuhkan namanya. hingga membuatnya malu.
Bagaimana tidak, komen pedas netizen banyak mengomentari foto pak pendra yang selalu tersenyum pada danil, sementara danil tidak sedikitpun melihatnya. bahkan berwajah datar.
kekuatan netizen, akun teman dan anak buah mario.
Tidak menunggu lama. belum juga dua jam postingan itu beredar. dan belum setengah jam mario memberi tahu.
postingan itu menjadi treding topik sore itu.
Danil saja masih berada di kantor dan baru bersiap untuk pulang.
"Sudah baca berita terupdate sore ini Niel?!". tanya mario.
Saat danil turun dari ruangannya.
"Belum!". ucap danil santai.
"Oo..!". Mario tidak mengatakan aa lagi.
Biar dia lihat sendiri saja nanti. pikir mario.
"Ayo. Supir sudah menunggu di loby!". ucap maio memberi tahu Danil.
"Ok!".
Apa lagi mereka akan pulang. mereka berdua menasuki lift. dan pulang dari kantor kerumah masing -masing.
Mario nembawa mobil sendiri, sementara Daniel menggunakan supir.
.
"Pah... lihat ini!". ucap mama marni saat suaminya baru pulang sore ini.
"Nanti saja mah. papa sedang capek, mau mandi dulu!". ucap pak pendra.
Berlalu menuju kamarnya. tidak mempedulikan istrinya.
"ish. dikasih tahu cuek saja. nanti tidak dikasih tahu malah dimarahi!". gerutu istri pak pendra.
Dia melihat jam didinding, memang hampir magrib. Dan mungkin suaminya mau mandi karena gerah. dan mau sholat magrib juga.
Maka istri pak pendra mengikuti suaminya ke kamar, sementara suaminya mandi. istrinya menyiap kan pakaian.
"Pah. sudah baca media online sore ini belum?!". tanya istri pak pendra.
__ADS_1
Mereka saat ini sedang makan malam. mereka hanya berdua sekarang.
Anak sulung mereka marni sudah menikah. kedua adik marni juga sedang sekolah di luar kota.
"Belum mah. papa dari selesai makan siang sibuk di kantor. hingga sekarang papa belum buka ponsel!". ucap pak pendra menyuap makanannya.
Mama marni yang istrinya pak pendra tidak bertanya lagi. dia membiarkan saja suaminya untuk makan malam terlebih dahulu.
Baru dia akan mengatakan berita yang ada di media online. agar suaminya tidak kaget, dan akan membuat nafsu makan suaminya akan terhenti.
"Papa bertemu Danil tadi siang?!". tanya istrinya.
saat pak pendra minum selesai makan malam.
"Hhm iya!". jawab pak pendra.
"Berita itu sedah papa baca. kok beritanya bilang 'Bertemu Calon Mantu pah?!'. memang ...
"Papa yang menyuruh buat. kan judulnya tidak seperti bukan papa yang bikin. Ucapan wartawan yang melihat. karena papa tidak ingin Danil curiga.
makanya dibuat
'Mungkin ini yang dinamakan jodoh. Pertemuan tidak sengaja antara calon mertua dan calon menantu. Apakah akan segera diresmikan dalam waktu dekat?!'.
Baguskan?!". Ucap pak pendra bangga.
"Apa papa baca komennya?!". tanya istrinya hati-hati.
"Pasti mendukunglah!!". ucap pak pendra percaya diri.
Lalu dia mengambil ponselnya yang berada di atas lemari kecil dekat ruang televisi. lalu duduk santai di sofa depan televisi.
hah... hah.. hah....
Pak pendra sesak nafas, sambil memegang dadanya.
"Papa....". teriak istri pak pendra yang baru saja datang dari ruang makan membawa secangkir kopi.
"Bik... panggil supir bapak. tolong bawa kerumah sakit!!!". teriaknya
.
.
.
__ADS_1
'
"