Kamu Tidak Salah

Kamu Tidak Salah
117


__ADS_3

"Sunguh mengesalkan pak pendra itu ya pah. Kesal mama mendengarnya". Ucap istri pak sultan.


Saat ini mereka sedang berjalan menuju parkiran.


"Masuk mobil dulu mah. Malu di dengar orang". Ucap pak Sultan.


Mereka berjalan dengan fikiran mereka masing-masing. Dengan wajah yang sangat kesal.


"Ayo mah". Ucap pak sultan membukakan pintu mobil untuk istrinya. Dan dia pun masuk di pintu kemudi.


Pak Sultan menarik nafas, dan menghadap ke istrinya.


"Ridho sudah cerita pada papa semalam. Dia juga kesal dengan sikap mertuanya yang selalu membicarakan mantannya marni itu.


Sudah beberapa kali pak pendra itu masuk berita online. Entah apa maksudnya. Selalu menyingung kata-kata calon menantu. Hingga sering di buli.


Papa rasa pak pendra itu masuk rumah sakit karena dibuli juga akibat berita kemaren. Hingga serangan jantung.


Sementara Ridho sekarang butuh istrinya untuk penyembuhan. Dan dia tidak bisa melepaskannya". Ucap pak Sultan pada istrinya.


"Ridho sakit?!. Sakit apa dia pah?". Tanya istri pak sultan.


"Mama jangan kaget ya. Ini sangat rahasia. Hanya aku dan Ridho yang tahu. Itupun baru semalam Ridho menceritakan". ucap pak Sultan.


"Sakt apa?!". Ucap istrinya menatap tajam.


"Ridho.


Dia penyuka sesama.


Dan baru serius menjalani pernikahan semenjak Marni keguguran.


Dan semenjak putra mereka lahir, Ridho masih ingin punya anak lagi. Makanya dia mengusulkan si kembar tidak tidur dengan mereka". Jelas pak Sultan.


Istri pak sultan ternganga mendengar penyakit anaknya.

__ADS_1


Dia sangat kaget. Putranya yang gagah tampan dan idola para wanita ternyata punya penyakit menyimpang.


"Kok bisa pah?. Kan ridho sangat banyak digandrungi cewek. Bahkan banyak juga teman wanita yang cantik". Ucap istri pak sultan.


"Tapi buktinya tidak ada yang jadi istrinya mah. Sebagai pacar saja tidak pernah di kenalkan.


Dulu papa mengira Ridho tidak menyukai perempuan yang bekerja sebagai publik figur. Karena bosan melihat wajah yang cantik dan seksi. Makanya papa jodohkan dengan marni yang bekerja kantoran.


Tahunya dia tidak suka perempuan. Kasihan papa melihat marni jadinya.


Awal menikah makan hati karena berbagi suami dengan pria lain.


Eh sekarang malah tidak di kasih jeda oleh ridho. tiap hari melayani nafsu Ridho". Jelas pak Sultan panjang lebar.


"Mama juga jadi sedih mendengarnya pah. Apalagi selama ini marni menyimpan semua. Tidak pernah mengeluh.


Sekarang dia juga sudah memberikan kita cucu penerus marga papa.


Aku akan membuat marni nyaman di rumah kita pah. Jangan ikut ucapan papanya yang edan itu.


"Benar mah. Kalau bisa marni berkunjung hanya boleh ditemani Ridho. Agar pak Pendra tidak mempengaruhinya". Tambah pak Sultan.


Mereka sangat mendukung rencana ridho, agar marni jangan terfengaruh niat jelek papanya.


Bahkan pak Siltan menyuruh Ridho tidak datang membezuk mertuanya kerumah sakit.


Cukup vidio call saja dengan mereka. Menanyakan kabar.


.


Sudah lima hari Danil dan fauziah berada di puncak. Yang katanya bekerja di proyek pembangunan rumah sakit, sambil liburan. Ingin memberi Dylan adik.


"Bang. Aku capek. Kakiku kram". Ucap Fauziah.


Danil dan fauziah saat ini sedang bermandi peluh di atas ranjang villa.

__ADS_1


Padahal suhu di luar dingin, tapi tubuh mereka berkeringat karena sedang olah raga ranjang.


"Sedikit lagi sayangh.. Ah.. Ah...". Danil masih bergerak luar diatas tubuh istrinya yang kelelahan.


Bagaimana tidak. Jam didinding kamar sudah menunjukan pukul setengah tiga pagi.


Sudah kali ketiga malam ini Danil mendatangi istrinya untuk...


walau tadi fauziah sudah tertidur satu jam lebih setelah ronde kedua. Menjelang tengah malam.


"Ah sayangh.... Aku ....". Erang Danil mendorong pinggulnya untuk menekan dalam pusakanya.


Satu bagian tubuh danil yang tersedot menumpahkan sesuatu yang tertahan dari tadi. menyembur kedalam tubuh sang istri yang juga menjepit sang pusaka.


"Ah...


Ah...".


Erang mereka menikmati surga dunia sepasang suami istri yang halal.


"Terima kasih sayang. semoga segera tumbuh di dalam sana!". Ucap Danil.


menciumi wajah lelah istrinya. Dengan pusaka yang masih menumpahkan sisa-sisa pelepasan. Karena inti tubuh istrinya masih terus berkedut meremas pusakanya untuk mengeluarkan semua isinya.


Membuat Danil kalang kabut. Karena pinggul istrinya masih bergerak pelan.


"Masih sayang?". Tanya danil.


Ikut bergerak dengan mengesek saja. Saling gerak pelan... Pelan... Dan...


"Ah....". Fauziah mengerang pelan, dengan nafas yang memburu, dan dada yang naik turun. Karena kulit mereka bersentuhan langsung dibawah selimut.


Pusaka Danil terasa hangat saat istrinya mengerang. Membuat Danil tersenyum mesra pada istrinya. Karena istrinya sangat lepas menyuarakan kepuasan bathinnya saat di atas ranjang.


.

__ADS_1


.


__ADS_2