Kamu Tidak Salah

Kamu Tidak Salah
BAB 85


__ADS_3

Marni yang sudah beberapa hari istirahat tiduran saja di apartemen suaminya.


Selain masih pucat, akibat keguguran. marni juga sedang tidak dalam keadaan baik.


Meski dia sudah merelakan kehilangan bayi dalam kandungannya. Dia masih sedih.


Dan selama marni istirahat, suaminya Ridho selalu mendampinginya.


"Ayo kita sarapan!". Ajak ridho saat mendatangi kamar istrinya.


Dia setiap pagi sudah memesankan sarapan untuknya dan istrinya dari restoran yang ada di bawah.


Marni keluar dari kamar dan mendekat ke meja makan.


"Bang. besok biar aku bikin sarapan ya. aku kurang suka masakannya". ucap marni.


"Maaf!". tambah marni.


"Kamu masih harus istirahat marni. masih belum boleh bekerja.


Nanti biar abang pesan di restoran lain!". ucap ridho.


"Bukan begitu bang. Aku lebih suka masakan rumah saja. kan aku butuh pemulihan, tidak baik makan makanan yang aku rasa banyak micin.


Nanti aku masak sendiri saja. tidak berat kok. cuma masak sedikit!". ucap marni.


"Ya. tapi jangan banyak bergerak kamu. kamu belum boleh bekerja berat!". ucap ridho mengalah.


"Tidak berat kok bang, cuma masak nasi, sayur atau cemilan saja!.


Abang isi saja kulkas. biar aku tidak keluar untuk belanja!". ucap marni.

__ADS_1


"Hmm. baik, tapi kamu tidak boleh menyuci dan beres rumah. biar art yang datang tiap hari yang mengerjakan!.


Yang ini, yang sudah di beli habiskan saja". putus ridho.


"Baik!". ucap marni.


Mereka makan sarapan yang di pesan kerestoran bawah.


Marni bukan tidak suka masakannya. marni tahu, kalau si teman bermain pedang suaminya yang mengantar setiap pagi, siang atau untuk makan malam.


kalau untuk memasak marni hanya akan mengerjakan jika dia ingin. dia akan memesan makanan langsung di aplikasi pesan antar, makanan yang dia suka. tidak ingin dia yang mengantar lagi.


.


Mobil yang membawa baby dylan dan keluarga danil juga fauziah, langsung menuju basemant gedung kantor.


Parkiran paling depan yang khusus untuk petinggi kantor, yang tepat berada di belakang pos satpam basement. langsung di depan lift khusus.


Semua langsung masuk lif dan menuju lantai paling atas gedung perkantoran. Dimana tempat tinggal danil dan Fauziah.


Danil membimbing istrinya, dan duduk di ruang tengah.


Nenek meletakan baby Dylan ke box bayi. karena sedang tidur.


Sedangkan mario sibuk dengan oak yan menghidangkan makan siang untuk keluarga bosnya. dimeja makan.


Karena di rumah sakit tadi hanya fauziah yang makan siang, dan yang lain hanya makan cemilah setelah sholat zuhur.


"Pak Afda. makan siang sudah siap!". ucap pak yan. OB senior kepercayaan Danil dan om tarmizi.


"Baik. Terima kasih pak yan!". ucap Danil.

__ADS_1


"Sama-sama pak. saya mohon izin, mau ke bawah dulu. kalau sudah selesai nanti saya balik lagi!". ucap pak yan.


"Iya. silahkan pak!"


Maka, pak yan pun pergi dari rumah danil. dan kembali ke lantai bawah, markas ob nya.


"Yah, abah. mari kita makan!". ajak danil.


menemui ayah dan ayah mertua yang berada di balkon.


"Iya Niel. panggil ibu juga ummi sekalian!". jawan ayah Danil.


"Baik yah!". jawan danil.


Danil pun memangil ibu dan ibu mertuanya untuk makan siang bersama.


"Ibu, ummi. Ayo makan siang dulu!". ajak danil pada ibu dan ibu mertuanya.


"Baik. ayah sama abah tadi bagai mana?!". tanya ibu.


"Mereka sudah menunggu!". ucap danil.


"Baik!".


"Sayang. abang suapi makan siang ya!". ajak Danil pada fauziah.


"Abang saja. aku masih kenyang!". jawab fauziah.


"Kamu harus banyak makan sayang. biar asinya lancar!". ucap Danil.


"Abang makan dulu saja. nanti kalau aku lapar aku minta tolong abang!". ucap Fauziah.

__ADS_1


"Baik sayang!". ucap Danil.


.


__ADS_2