
Marni dan Ridho menikmati malam panasnya. saat waktu masih belum pukul sepuluh malam.
Beda dengan Danil dan Fauziah yang sedang berkumpul dengan keluarga besarnya. Mereka berkumpul dengan semua dirumah om tarmizi. danmenginap di sana.
"Sudah tidur baby dylan niel!". tanya om tarmizi.
Melihat danil sedang berkumpul dengan sepupunya yang laki-laki. mereka sedang menikmati makanan yang mereka bakar-bakar tadi.
Selain makanan yang sudah ada, mereka juga bakar-bakar juga. agar terjalin erat persaudaraan.
"Sudah om!". jawab danil.
"Hmm.
Bagaimana perusahaanmu sekarang niel?!". tanya om tarmizi duduk di samping danil.
"Baik om. sekarang banyak yang ingin bekerja sama. untung mario cepat tanggap. dan sangat bisa di andalkan!". jawab danil.
"Kamu sekarang harus cepat tanggab juga, sebab ada beberapa perusahaan lagi yang sedang menunggu kamu untuk kamu pimpin.
Om dan ayahmu sangat mengharapkan kamu dapat langsung turun memimpin perusahaan. biar ayahmu tidak sering bolak balik kesini.
Cukup di sana saja mengurus usahanya". ucap om tarmizi.
"Ayah pasti senang kok om kemari. sekalian melihat cucunya!". ucap Danil.
"Iya. kalau bisa ayahmu kesini untuk melihat cucu saja. bukan untuk bekerja lagi!.
Om saja sekarang tinggal mengurus satu perusahaan saja. yang lain sudah om suruh anak om yang memimpin". ucap Om tarmizi.
"Akan aku usahakan om. Aku..".
"Mario saja bisa membagi waktu untuk berkunjung satu kali seminggu. untuk mengawasi.
Kamu juga harus bisa datang untuk memeriksa setiap peusahaaan yang akan kamu pimpin.
__ADS_1
Walaupun ada wakil direktur yang mengerjakan. kamu sebagai direktur merangkat ceonya harus turun tangan setiap rapat. dan sekali sebulan ikut memeriksa pekerjaan bawahan.
Mulai sekarang kamu sediakanlah waktu untuk mempelajarinya.
Usaha yang akan kamu emban tidak satu perusahaan dan juga satu jenis. Tapi caranya tetap sama cara menanganinya!". jelas om tarmizi.
"Iya Niel. usaha ayah kamu banyak jenisnya. kamu harus siap mengelolanya.
Kamu jangan mau kalah dengan om Zul.
om Zul saja selama ini bisa mengawasi perusahaan di empat provinsi. Kamu cuma diminta untuk yang di jakarta ini saja kok. pasti kamu bisa.
Aku yakin itu!". tambah anak sulung om tarmizi.
"Benar itu niel!". tambah yang lain.
"Hmm.. aku sedang sibuk-sibuknya dengan baby danil. kalau aku sering mengawasi ke tempat lain, pasti waktuku akan kurang!". keluh Danil.
"Anggab saja pergi bertemu klien keluar. pasti bisa.
Setiap senin ke Zee hospital, selasa ke Zea Hotel, rabu ke Z mall dan apartement dan perusahaan lain. kamu atur saja mau datang pagi atau siang!.
"Boleh juga.
Aku akan usahakan Om. Tapi harus tetap di dampingi!". jawab Danil.
"Tentu. Kan selama ini usaha ayah kamu di kelola dan di jalankan wakil direktur.
Ayah kamu dan mario hanya datang tiap akhir bulan. atau sekali seminggu!". ucap Om tarmizi.
"Baik om!!". ucap Danil.
Mereka pun berbincang mengenai perkembangan perusahaan yang mereka pimpin.
"Pertemuan keluarga, tapi masih membicarakan bisnis!". ucap salah satu sepupu danil yang masih sma.
__ADS_1
"Sabar, beberapa tahun kedepan. Kamu juga akan mengelola usaha papa kamu. pasti kamu akan paham.
Setiap bertemu saudara yang sudah memimpin perusahaan, pasti kamu akan bertanya dan curhat juga mengenai perkembangan perusahaaan!". ucap om tarmizi.
Semu mengangguk. membenarkan ucapan om tarmizi.
"Niel. om dengar si pengacara pendra sering membawa-bawa nama kamu saat dia bertemu kliennya!". ucap om tarmizi tiba- tiba.
"Aku kurang tahu om. karena aku tidak pernah bertemu dengan beliau secara langsung!". jawab Daniel.
"Benar niel. Pernah rekan bisnisku bilang secara langsung padaku. kalau pak pendra itu bilang kalau anaknya mantan terindah kamu.
yang membuat aku kesal, dia bilang kalau kamu masih mengharapkan anaknya!". tambah anak sulung om tarmizi.
Sepupu danil yang memimpin salah satu usaha kontraktor milik keluarga.
"Biar saja. yang penting aku tidak seperti itu!". ucap Danil.
"Tidak bisa kamu diamkan Niel, nama baik kamu akan berpengaruh dengan nama perusahaan.
Ingat waktu kasus kamu yabg mendekati istri orang. untung semua selesai tanpa membawa nama perusahaan!". ucap om tarmizi.
"Kamu harus meluruskan ucapan dia. Jika ada yang bertanya langsung jawab ucapan itu tidak benar!. biar tidak berlarut-larut.
Kalau kebetulan atau tidak sengaja bertemu. dan dia berbicara tidak benar, kamu langsung saja membantahnya.
Biar dia tidak lagi bicara asal". ucap sepuou danil.
"Iya. aku akan ingat itu.
Tidak akan aku biarkan namaku dan nama keluarga besar kita tercemar. hanya omongan kosong saja!". tekad danil.
"Iya. om setuju!". ucap om tarmizi.
Juga sepupu danil yang lainnya.
__ADS_1
.
.