Kamu Tidak Salah

Kamu Tidak Salah
BAB 21


__ADS_3

Disinilah Danil dan marni berbicara. di depan mobil yang parkir di samping mobil danil. dan Fauziah berada dalam mobil danil.


Mereka berdua berbicara dekat tempat duduk tukang parkir. Satu buah dari mobil danil.


Danil duduk di kap mobil samping mobilnya terparkir, dan marni duduk di kursi kayu yang tadi di pinjam pada tukang parkir. Duduk mereka berjarak sekitar dua meter.


Danil menghadap depan, sedangkan marni menghadap danil.


"Hfffff... mau bicara apa. aku tidak mau keluarga dan suami kamu menyalah artikan pertemuan kita". ucap danil pelan.


Tanpa melihat kearah Marni.


"Kamu pindah kemana?! aku mencari kamu kerumah kamu. tapi..".


"Untuk apa mencariku?!. kita sudah tidak ada hubungan lagi. jangan buat dirimu susah. dan jangan buat aku dihina ayahmu lagi. kita sudah selesai". ucap danil dingin.


"Aku hanya ingin kamu tahu. Aku mencari kamu, agar kita bisa kembali seperti dulu. Waktu kita bertemu dulu. aku tidak percaya kalau kamu sudah menikah. Tidak mungkin kamu secepat itu melupakanku.


Aku ingin mengatakan padamu kalau aku tidak bahagia dengan pernikahanku. karena hatiku masih sangat menggharapkanmu". ucap marni menatap danil dari samping.


Tapi danil tidak sedikitpun memandang marni. Hanya diam.


"Aku waktu itu mau memohon padamu. untuk membawa aku kabur. pernikahanku sangat tidak sehat.


Suamiku..... hiks....". marni menangis.


Danil masih diam. tidak merespon ucapan marni. Dia tidak mau menganggu pernikahan marni. apalagi marni sedang hamil. dan istrinya juga sedang hamil.


"Sekarang aku minta padamu. bawalah aku pergi. aku tidak bisa melanjutkan pernikahanku degan suamiku lagi. aku sudah tidak tahan". ucap marni masih menangis.


Danil tetap tidak bergeming mendengarnya. Gila, apa kata orang nanti. kalau dia membawa kabur istri orang yang sedang hamil.


Tidak akan pernah dia lakukan. masih gadis saja dia tidak mau membawa kabur, apalagi seorang istri yang sedang hamil. pikirnya.


"Pliss.. aku....."


"Maaf. sepertinya pertemuan ini tidak perlu di lanjutkan lagi. aku sudah tidak mau mendengarkan lagi.


Maaf. aku harus pergi". ucap danil.

__ADS_1


Dua tidak ingin ikut campur permasalahan rumah tangga mantannya.


Danil berjalan menuju mobilnya. dan...


"Aku hamil diperkosa oleh penghuni rumah lama kamu. saat aku mencari kamu". ucap Marni tegas sebelum Danil barubsatu langkah berjalan.


Danil terdiam berdiri.


"Suamiku ternyata seorang gay. dan juga bisex". ucap marni pelan.


Berharap Danil bersimpati padanya. Dan mau membantu nya, untuk menikahinya atau kabur.


"Aku siap untuk jadi yang kedua. atau....".


"Maaf.. tidak akan pernah terjadi". ucap Danil berlalu ke mobilnya. dan masuk kemobil.


"Aku akan berusaha itu akan terjadi". teriak marni saat danil menutup pintu mobilnya.


Danil tidak menanggapinya. dia lalu mengeluarkan ponselnya dan menekan sesuatu pada layarnya.


"Ada apa?!". tanya fauziah juga mematikan ponselnya.


"Maksudnya?!".


"Hff... dia hamil. katanya dia hamil di perkosa. dan minta abang membawanya pergi dari suaminya. gila kan". ucap Danil santai saja. tidak ada intonasi kesal sedikitpun.


"Terus. Kok abang tidak marah padanya?!. malah membiarkan saja dia teriak tadi?!". tanya Fauziah heran.


"Buat apa marah. buang energi saja. lebih baik menyimpan energi untuk menengok bayi kita nanti sampai di rumah. sehat lagi buat kesehatan jantung". jawab Danil santai.


Puk...


Fauziah memukul paha suaminya yang sedang mengemudi.


Ha.. ha... ha..


Danil tertawa menambil tangan istrinya, dan mencium pungung tangan istrinya itu.


"Buat apa abang marah. itu urusan dia. dia teriak mengatakan tentang dia, aib dia juga. abang kan cuma mendengar.

__ADS_1


Jadi abang tidak akan mau lagi mendengar ucapannya.


Tadi sebenarnya abang malas waktu dia minta berbicara berdua. tapi demi menghargai dia abang turuti untuk pertama dan terakhir kalinya.


Sebab abang tidak mau lagi berurusan dengan dia. apalagi dengan keluarganya atau suaminya kelak". ucap danil.


"hmm.. segitu sakitnya ucapan orang tuanya pada abang?!". gumam Fauziah.


"Sangat sakit. mungkin bagi orang lain tidak begitu. Tapi sebagai putra minang itu sangat menghina suku kekerabatan kami.


Apalagi membawa embel-embel warisan dan marga. Hingga menghina pekerjaan orang tuaku dan pekerjaanku. yang katanya tidak selevel dengan keluarga mereka.


Sakit. seperti uang diatas segalanya". ucap Danil.


Fauziah hanya mendengar keluhan suaminya. pantas, dia tidak begitu respon dengan mantannya itu.


Apalagi mendengar pembicaraan suaminya tadi dengan mantannya.


Ya... tadi Fauziah merekam pembicaraan suaminya dengan mantannya itu.


Mobil yang terparkir menghadap tengah parkiran. memudahkannya merekam. apalagi duduknya sangat dekat dengan posisi suaminya duduk.


Fauziah yang duduk di jok kiri, dan suaminya berbicara dengan mantannya di depan mobil yang sebelah kiri juga.


Fauziah membuka kaca mobilnya sedikit, dan mengeluarkan ponselnya dekat jendela samping dekat spion.


Suaminya yang duduk di kap mobil samping mobil suaminya, tidak begitu melihat. karena posisinya membelakangi.


Dan dia buru-buru menarik ponselnya dan mematikan rekaman. saat suaminya berjalan di depan mobil untuk menuju pintu kemudi.


Seperti tidak terjadi apa-apa. bahkan suaminya terlihat biasa saja setelah mendengar ucapan mantannya.


.


.


.


Terimakasi sudah mampir buat semua teman pembaca karya otor ini.

__ADS_1


jangan lupa like dan commentnya 🙏🙏


__ADS_2