Kamu Tidak Salah

Kamu Tidak Salah
BAB 74


__ADS_3

"Pah. marni tadi berpesan....".


mama menceritakan permintaan marni tadi kepada suaminya.


Saat ini mereka sedang berada di kamar, akan istirahat untuk tidur.


"Iya papa juga berpendapat begitu. mulai sekarang, lupakan tentang bayi itu. semoga dia dilindungi allah swt.


Dan semoga marni jadi lebih di perhatikan oleh suaminya.


papa sangat iri melihat si danil tadi. Dia sangat perhatian pada istrinya. bahkan dia mengacuhkan papa. seolah tidak kenal.


Padahal dulu mengemis minta dinikahkan dengan marni.


Hhfff...". ucap pak pedra memijit kepalanya sambil tiduran.


Istrinya pun ikut rebahan di samping pak pendra.


"Mama tadi juga melihat dia. istrinya sedang hamil besar. dia membimbing istrinya keatas pelaminan. mereka memakai seragam keluarga penganten.


Apa istrinya keluarga penganten yang mengadakan pesta di hotel besan kita pah?!". tanya istri pak pendra.


"Bukan istrinya yang keluarga penganten. tapi danil itu anak dari kakak pak tarmizi. keluarga penganten laki-laki.


apa mama lupa, kan kata marni pak tarmizi dulu memimpin perusahaan AZ. sekarang Si Danil yang memimpin perusahaan AZ itu.


Ternyata yang punya hotel yang di pimpin pak sultan punya orang tuanya danil. baru tahu aku tadi.


Seandainya papa tahu, kalau danil anak orang kaya, keponakan pak tarmizi. mungkin papa langsung menerimanya jadi menantu kita". ucap pak pendra.

__ADS_1


"Papa ini. marni yang harus di fikirkan. dia sedang sedih!". ucap istri pak pendra.


"Iya mah. semoga marni jadi lebih sabar, dan di perhatikan oleh suami dan keluarga mertuanya!". ucap pak pendra.


"Mama harus rajin datang menengoknya dan memberinya semangat!". ucap pak pendra.


.


Danil bolak balik kekamar ibu dan eteknya. menjemput istrinya yang sehabis pesta tadi dibawa oleh ibunya.


Dia tidak bisa tidur. karena tidam di temani istrinya. bahkan hingga tengah malam, danil masih melihat ke luar kamar ibunya, yang berada tiga pintu dari kanar hotel tempat dia menginap.


Mencoba mebelfon ibunya. tapi di abaikan. Mau menelfon istrinya, pobsel dan tas istrinya dia yang membawanya tadi.


Danil tertidur juga akhirnya. selain kelelahan sehabis ikut sibuk di pesta sepupunya, menemani beberapa rekan kerja ayah, om dan juga kenalannya.


Pukul empat lewat danil terjaga. dia melihat ke sampingnya. masih belum ada istrinya.


Selesai mandi, danil melaksanakan sholat malam dan sekalian sholat subuh.


Dan memakai pakaian yang di kirim Mario kemaren. karena mereka tidak membawa pakaian saat akan menginap di hotel.


Pakaian istrinyapun masih berada di kamarnya.


Tentu istrinya belum berganti pakaian. pikir danil.


Danil mencoba menelon ibunya. tapi masih diabaikan.


Malah ibuny mengirim pesan. 'kamu pergi saja bekerja, kami mau jalan-jalan!'. pesan ibu danil.

__ADS_1


Danil kesal. ingin dia mengedor pintu kamar ibunya. tapi dia juga tidak ingin melarang ibunya membawa istrinya kemanapun.


Tapi. ini semenjak magrib kemaren istrinya dibawa ibunya. hingga sekarang sudah pukul setengah tujuh pagi lewat. belum ada tanda-tanda istrinya akan memasuki kamarnya.


Bahkan, untuk makan malam danil saja di antar petugas hotel.


Hff


Danil menarik nafasnya, dia akan menunggu ibunya di depan kamar ibunya saja.


Danil mengemasi baju istrinya, dan juga bajunya yang dia pakai kemaren. Karena akan langsung kekantor dan pulang membawa istrinya.


"Mengapa kamu berdiri di sana?!". Tanya Ayah danil yang baru keluar dari kamar depan kamar ibunya.


"Menunggu ibu dan Zizi yah. semalam ibu membawa fauziah. dan aku belum bertemu sampai sekarang!". jawab danil mengetuk pintu kamar tempat ibunya menginap.


"Lah. kan Ibu dan fauziah pergi jalan pagi tadi bersama yang lain. setelah sholat subuh mereka ke taman bawah!.


Mungkin saja sekarang mereka sedang sarapan di restoran. sudah hampir pukul tujuh". ucap ayah Danil.


"Dqri mana ayah tahu?!". tanya danil.


Dia was-was kalau di usili ayahnya.


"Tadi saat ibu mau jalan, ibu mampir kekamar ayah. bilang ingin jalan pagi ke taman!". info ayahnya.


"Ah...!". ucap Danil mengaruk kepalanya dan mengacak rambutnya yang sudah disisir rapi.


.

__ADS_1


.


__ADS_2